Argentina Singkirkan Swiss 2-1, Drama Kartu Merah Embolo Jadi Sorotan

Skor akhir 2-1 untuk Argentina atas Swiss pada perempat final Piala Dunia 2026 menjadi panggung drama yang tak akan cepat dilupakan. Gol penentu Lautaro Martínez pada menit ke-67 memang mengirim La A...

Aug 10, 2026 - 05:03
0 0
Argentina Singkirkan Swiss 2-1, Drama Kartu Merah Embolo Jadi Sorotan

Skor akhir 2-1 untuk Argentina atas Swiss pada perempat final Piala Dunia 2026 menjadi panggung drama yang tak akan cepat dilupakan. Gol penentu Lautaro Martínez pada menit ke-67 memang mengirim La Albiceleste melaju ke semifinal, tetapi sorotan tajam justru tertuju pada kartu merah Breel Embolo pada menit ke-58 — sebuah momen yang mengubah total arus pertandingan dan memicu perdebatan panjang soal keputusan wasit serta intervensi VAR.

Babak Pertama: Saling Balas yang Membakar Stadion

Argentina membuka laga dengan formasi 4-3-3 andalan Lionel Scaloni, menempatkan Lionel Messi sebagai penyerang yang bergerak bebas di antara lini pertahanan lawan. Tekanan tinggi diperagakan sejak peluit awal, dan hasilnya datang cepat. Menit ke-23, Messi melepaskan umpan terobosan yang membelah dua bek tengah Swiss, lalu Julián Álvarez menyambutnya dengan penyelesaian kaki kanan ke sudut bawah gawang Gregor Kobel. Skor 1-0, satu assist lagi untuk sang kapten di turnamen ini.

Swiss yang turun dengan formasi 3-4-2-1 racikan Murat Yakin tidak panik. Granit Xhaka mulai mengatur tempo dari lini tengah, dan kesabaran itu terbayar. Menit ke-41, Dan Ndoye melepaskan umpan silang mendatar dari sisi kanan, dan Embolo — yang berdiri bebas di area penalti — menyambar bola dengan tendangan kaki kiri keras. Skor 1-1, dan sang striker berselebrasi penuh emosi. Statistik babak pertama menunjukkan laga yang seimbang: penguasaan bola 54% berbanding 46% untuk Argentina, dengan shots on target 3 berbanding 2.

Drama Menit ke-58: Kartu Merah yang Mengubah Segalanya

Petaka bagi Swiss datang 13 menit setelah jeda. Embolo, yang tengah berduel memperebutkan bola di lini tengah, melakukan tekel dengan sol sepatu terangkat dan mendarat di pergelangan kaki Rodrigo De Paul. Wasit awalnya hanya mengeluarkan kartu kuning, namun tayangan ulang di monitor VAR memperlihatkan intensitas kontak yang berbahaya. Setelah tinjauan hampir dua menit, keputusan direvisi menjadi kartu merah langsung untuk sang pencetak gol Swiss.

Keputusan itu memicu protes keras dari bench Swiss. Yakin terlihat berdebat dengan ofisial keempat, sementara para pemain Swiss mengerumuni wasit. Namun keputusan sudah final, dan Swiss harus melanjutkan laga dengan sepuluh pemain selama lebih dari setengah jam.

"Saya menghormati wasit, tetapi saya tidak setuju. Itu duel lima puluh-lima puluh. VAR seharusnya tidak mengubah kartu kuning menjadi merah untuk kontak seperti itu. Kami kehilangan pemain terbaik kami di momen paling krusial," ujar Murat Yakin seusai laga.

Babak Kedua: Superioritas Numerik yang Dimaksimalkan

Bermain dengan keunggulan jumlah pemain, Scaloni merespons dengan memasukkan Lautaro Martínez dan menggeser pola permainan menjadi lebih menyerang. Pergantian itu terbukti jitu. Menit ke-67, Enzo Fernández melepaskan umpan lambung ke kotak penalti, Messi menyundul bola ke arah Lautaro, dan striker Inter Milan itu melepaskan tendangan voli first-time yang menembus gawang Kobel. Skor 2-1 — gol yang akhirnya menjadi penentu kemenangan.

Swiss mencoba merespons dengan memasukkan penyerang tambahan, tetapi struktur pertahanan Argentina yang dikawal Cristian Romero dan Lisandro Martínez nyaris tak tertembus. Emiliano Martínez hanya dipaksa melakukan satu penyelamatan berarti di sisa laga, yakni menepis tendangan bebas Xhaka pada menit ke-84.

"Kami tahu laga tidak akan mudah. Swiss tim yang sangat terorganisir. Setelah kartu merah, kami tetap harus sabar karena mereka bertahan sangat dalam. Gol Lautaro adalah buah dari kesabaran itu," kata Lionel Scaloni.

Angka-Angka yang Bercerita

Statistik akhir menggambarkan dominasi Argentina setelah pengusiran Embolo: penguasaan bola 64% berbanding 36%, shots on target 8 berbanding 3, dan 14 tembakan total melawan hanya 6 milik Swiss. La Albiceleste juga unggul dalam akurasi umpan 89% berbanding 78% serta tendangan sudut 7 berbanding 2. Wasit total mengeluarkan lima kartu kuning dan satu kartu merah dalam laga yang berjalan panas ini.

Bagi Embolo, malam itu berakhir pahit: dari pahlawan penyama kedudukan menjadi pemain yang diusir keluar lapangan. Bagi Argentina, kemenangan ini membawa mereka melaju ke semifinal dan menjaga asa mempertahankan mahkota juara dunia. Swiss pulang dengan kepala tegak, tetapi juga dengan satu pertanyaan besar yang akan terus menghantui: bagaimana jika Embolo tetap berada di lapangan hingga peluit panjang berbunyi?

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User