Angka Penipuan Online Terus Meningkat, Kerugian Masyarakat Tembus Rp 9,5 Triliun

Jakarta - Maraknya penipuan online di Indonesia kian mengkhawatirkan. Data terbaru yang dihimpun oleh Indonesia Anti Scam Center (IASC) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa hingga 3

Jul 08, 2026 - 06:16
0 0
Angka Penipuan Online Terus Meningkat, Kerugian Masyarakat Tembus Rp 9,5 Triliun

Jakarta - Maraknya penipuan online di Indonesia kian mengkhawatirkan. Data terbaru yang dihimpun oleh Indonesia Anti Scam Center (IASC) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa hingga 30 April 2026, tercatat sebanyak 549.074 laporan penipuan yang masuk. Angka ini mencerminkan betapa masifnya ancaman kejahatan digital yang membayangi masyarakat di berbagai lapisan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Frederica Widyasari Dewi mengungkapkan keprihatinannya atas eskalasi kasus penipuan yang terjadi. Dari ratusan ribu laporan yang diterima, total kerugian yang dialami masyarakat mencapai angka yang sangat fantastis.

"Ada yang bisa tebak nggak kira-kira jumlah kehilangan yang dilaporkan masyarakat Indonesia terkait scam dalam satu tahun terakhir? Yang sudah dilaporkan hilang itu Rp 9,5 triliun, banyak ya," ujar Frederica dalam kesempatan beberapa waktu lalu.

Jumlah kerugian sebesar Rp 9,5 triliun tersebut menunjukkan bahwa penipuan online bukan lagi sekadar kejahatan biasa, melainkan telah menjadi persoalan serius yang menggerus kepercayaan publik terhadap ekosistem digital. Modus penipuan yang terus berkembang, mulai dari phishing, social engineering, hingga penawaran investasi bodong, membuat masyarakat semakin rentan menjadi korban.

Menanggapi situasi darurat ini, platform dompet digital DANA mengambil langkah konkret dengan menghadirkan Posko Bantuan Keliling yang akan menyambangi berbagai kota di Indonesia. Inisiatif ini dirancang untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat mengenai cara mengenali dan menghindari berbagai modus penipuan online yang kian canggih.

Posko Bantuan Keliling DANA tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengaduan bagi pengguna yang mengalami kendala, tetapi juga menjadi wadah sosialisasi keamanan digital. Masyarakat dapat berkonsultasi secara gratis, mempelajari ciri-ciri transaksi mencurigakan, serta mendapatkan panduan praktis untuk mengamankan akun dompet digital mereka dari upaya peretasan dan penipuan.

Melalui program ini, DANA berharap dapat memperkuat literasi digital masyarakat sekaligus menekan angka penipuan yang terus meroket. Kehadiran fisik posko di tengah-tengah masyarakat diharapkan mampu menjangkau kelompok yang selama ini mungkin kesulitan mengakses informasi keamanan digital secara daring.

Sinergi antara regulator seperti OJK, lembaga seperti IASC, dan pelaku industri seperti DANA menjadi kunci dalam membangun benteng pertahanan melawan penipuan online. Upaya kolaboratif ini diharapkan tidak hanya memulihkan kerugian yang telah terjadi, tetapi juga mencegah jatuhnya korban baru di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Pelaksana. Editor pelaksana dan konsistensi editorial.

Comments (0)

User