Analis Intelijen: ‘Polri untuk Masyarakat’ Wajib Jadi Kompas, Bukan Sekadar Slogan Pemanis

Jakarta – Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, sorotan tajam datang dari analis intelijen Ngasiman Djoyonegoro. Ia menegaskan bahwa tema peringatan kali ini, ‘Polri untuk Masyarakat’, harus dimakn

Jul 07, 2026 - 23:18
0 1
Analis Intelijen: ‘Polri untuk Masyarakat’ Wajib Jadi Kompas, Bukan Sekadar Slogan Pemanis

Jakarta – Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, sorotan tajam datang dari analis intelijen Ngasiman Djoyonegoro. Ia menegaskan bahwa tema peringatan kali ini, ‘Polri untuk Masyarakat’, harus dimaknai sebagai pedoman fundamental, bukan sekadar hiasan retorika yang manis di bibir. Menurutnya, tema tersebut wajib menjadi kompas penentu arah setiap kebijakan dan tindakan Korps Bhayangkara di masa depan.

Pria yang akrab disapa Simon ini menguraikan ekspektasi sederhana namun kerap sulit diwujudkan dari masyarakat. Ia menekankan bahwa publik tidak membutuhkan konsep pelayanan yang muluk-muluk.

Rakyat itu berpikirnya simpel kok. Mereka butuh polisi yang gampang dihubungi, cepat datang kalau ada masalah, solutif, transparan, dan adil.

Demikian pernyataan Simon dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Rabu (1/7/2026).

Kepercayaan Tumbuh dari Performa Konsisten

Lebih lanjut, Simon berpandangan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Polri sejatinya akan tumbuh secara otomatis. Syarat mutlaknya hanya satu: performa prima yang konsisten di lapangan. Menurutnya, tanpa pembuktian kinerja yang nyata, slogan sebaik apa pun hanya akan menjadi suara kosong yang kehilangan ruhnya di tengah dinamika sosial.

Ia meyakini bahwa peningkatan kepercayaan itu adalah efek samping langsung dari aksi, bukan hasil dari kampanye pencitraan. Simon mengkritisi fenomena di mana institusi terlalu fokus pada narasi besar tanpa menyentuh kebutuhan dasar warga. "Ketika seorang ibu bisa tidur nyenyak karena patroli rutin, atau seorang pengusaha kecil merasa aman dari pungli, di situlah kepercayaan itu tumbuh," imbuhnya, merinci contoh nyata yang diharapkan masyarakat.

Program Konkret yang Menyentuh Akar Rumput

Dalam laporannya kepada Beritainti.com, Simon mengidentifikasi bahwa Polri sebenarnya telah memiliki sejumlah program dasar yang potensial. Namun, ia menekankan bahwa eskalasi dan disiplin implementasi adalah kuncinya. Program-program yang dimaksud dinilai belum maksimal menjangkau lapisan terbawah jika hanya berhenti di tingkat birokrasi.

Simon menyebut deretan inisiatif seperti layanan pengaduan digital yang responsif, sistem patroli presisi di titik rawan kejahatan jalanan, serta kehadiran Bhabinkamtibmas yang proaktif sebagai wujud konkret yang harus diperkuat. Media kami mencatat, analisis Simon menitikberatkan pada peralihan paradigma dari kepolisian yang reaktif menjadi prediktif dan humanis. Dengan tema besar Hari Bhayangkara ini, ia optimistis Polri mampu memangkas jarak psikologis dengan rakyat di tengah tantangan era digital yang kian kompleks.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Fact Checker. Memverifikasi berita ringkas agar tetap akurat.

Comments (0)

User