An Se Young Kuasai Yamaguchi, Raih Gelar Ketiga Indonesia Open

Skor akhir 21-18, 19-21, 21-16. Angka itu terpampang di papan skor Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (7/6/2026), setelah An Se Young menaklukkan Akane Yamaguchi dalam final tunggal pu...

Aug 28, 2026 - 13:07
0 0
An Se Young Kuasai Yamaguchi, Raih Gelar Ketiga Indonesia Open

Skor akhir 21-18, 19-21, 21-16. Angka itu terpampang di papan skor Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (7/6/2026), setelah An Se Young menaklukkan Akane Yamaguchi dalam final tunggal putri Indonesia Open 2026. Menit ke-87, smash silang dari area belakang lapangan sang tunggal putri Korea Selatan menembus jangkauan Yamaguchi dan mengunci gelar juara ketiganya di Jakarta. Duel 87 menit itu menjadi salah satu lomba tiga game paling menguras tenaga di musim 2026.

Menit ke-4 game pembuka, An Se Young langsung membaca ritme servis Yamaguchi. Flick serve rendah memaksa wakil Jepang itu mengangkat kok, dan smash tengah pertama hari itu langsung menghasilkan poin. Pada menit ke-9 papan skor menunjukkan 8-4, dengan penguasaan bola An Se Young tercatat 58 persen berkat pola serangan dari belakang lapangan yang konsisten menekan dua sudut belakang Yamaguchi.

Game Pembuka: Tekanan dari Servis hingga Net

Menit ke-14, duel net antara dua pemain dengan footwork terbaik dunia menghibur ribuan penonton di Istora. Yamaguchi mencoba mempercepat tempo lewat drive datar, tetapi An Se Young menjawab dengan netting ketat yang menggulung kok di atas net. Menit ke-19 keunggulan menyempit menjadi 15-14, sebelum tiga poin beruntun lewat dua smash winners dan satu drop shot tipis membawa An Se Young ke 18-14. Game point lahir pada menit ke-24, dan satu kesalahan backhand Yamaguchi menutup game pertama 21-18. Statistik game pembuka mencatat 7 smash winners untuk An Se Young dengan hanya 4 unforced errors.

Yamaguchi Bangkit, Duel Mental di Game Kedua

Yamaguchi tidak datang ke Jakarta hanya sebagai lawan tanding. Memasuki game kedua, mantan peringkat satu dunia itu mengubah pola permainan: servis lebih pendek, pengembalian mendalam, dan pertahanan rendah yang memaksa An Se Young bekerja ekstra. Menit ke-34, skor berubah menjadi 11-11, dan untuk pertama kalinya malam itu Yamaguchi unggul dalam penguasaan bola dengan 53 persen.

Tekanan itu membuahkan hasil. Menit ke-44 Yamaguchi memimpin 16-13, didukung shots on target — pukulan tepat sasaran — yang menembus celah pertahanan An Se Young dari sisi backhand. An Se Young membalas dengan tiga poin beruntun hingga 16-16, tetapi dua kesalahan sendiri di menit ke-50 membuat skor 19-19. Dua poin berikutnya milik Yamaguchi: net tumble halus di menit ke-53 memaksa game kedua berakhir 21-19 untuk Jepang. 9 unforced errors An Se Young dalam game ini menjadi catatan merah yang harus dibenahi sebelum penentuan.

Game Penentuan: Run 7 Poin dan Smash 392 km/jam

Game ketiga menjadi panggung mental juara. Skor berjalan ketat hingga 9-9 pada menit ke-62, lalu An Se Young meledak. Enam menit berikutnya menjadi miliknya: run 7 poin beruntun dari kombinasi flick serve, smash silang, dan push ke sudut kosong membawa skor 16-9 pada menit ke-70. Rally terpanjang pertandingan terjadi di fase ini — 32 pukulan — dan berakhir dengan smash berkecepatan 392 km/jam, pukulan tercepat final, yang tak mampu dibaca Yamaguchi.

Yamaguchi berusaha bangkit lewat empat poin beruntun hingga 13-16, tetapi jarak terlalu jauh untuk dikejar. Match point hadir pada menit ke-86, dan satu smash silang lagi dari An Se Young menutup game 21-16 sekaligus mengunci trofi. Rekap akhir: penguasaan bola 54-46 untuk An Se Young, total smash winners 15 berbanding 9, dan unforced errors 19 berbanding 23.

Gelar Ketiga dan Kata Pelatih

Ini gelar ketiga An Se Young di Indonesia Open setelah 2023 dan 2024, sekaligus trofi ketiganya di musim 2026. Head-to-head melawan Yamaguchi kini memanjang, dan yang lebih penting, An Se Young tetap tak pernah gagal saat tampil di final Jakarta. Kemenangan ini menegaskan dominasi tunggal putri Korea Selatan menjelang agenda kalender besar berikutnya.

Pelatih tunggal putri Korea Selatan memuji ketangguhan anak asuhnya. “Kami sudah menyiapkan skenario lomba tiga game. Yang membuat saya bangga adalah cara An Se Young mengatur napas dan memilih pukulan di game ketiga,” ujarnya usai laga.

Sementara itu, Yamaguchi menyerahkan penghormatan pada rival abadinya. “An Se Young layak juara. Saya kehilangan fokus di beberapa rally penting game ketiga, dan itu mahal harganya,” kata tunggal putri Jepang itu. Ia berjanji memperbaiki finishing menjelang turnamen berikutnya.

Dengan trofi ini, An Se Young menutup pekan di Jakarta dengan catatan sempurna: tiga game penuh di final, konsistensi smash sepanjang turnamen, dan satu pesan keras bagi seluruh rival di sirkuit dunia — gelar ketiga Indonesia Open kini resmi menjadi miliknya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User