Amri Syahnawi/Nita Violina Lolos ke Final Kejuaraan Dunia BWF 2026

Drama panjang di New Delhi berakhir pada menit ke-74 ketika smash silang Amri Syahnawi mendarat telak di sisi lapangan Malaysia dan memaksa penonton berdiri memberi tepuk tangan. Skor akhir 2-1 (16-21...

Aug 28, 2026 - 13:27
0 0
Amri Syahnawi/Nita Violina Lolos ke Final Kejuaraan Dunia BWF 2026

Drama panjang di New Delhi berakhir pada menit ke-74 ketika smash silang Amri Syahnawi mendarat telak di sisi lapangan Malaysia dan memaksa penonton berdiri memberi tepuk tangan. Skor akhir 2-1 (16-21, 21-19, 21-18) mengantar Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah melangkah ke laga pamungkas Kejuaraan Dunia BWF 2026, sekaligus mengukir salah satu kejutan terbesar turnamen tahun ini. Ganda campuran Indonesia yang tampil sebagai underdog itu membungkam duet berpengalaman Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai di hadapan ribuan penonton yang memadati arena, Sabtu (22/8/2026).

Game Pembuka: Malaysia Unggul Tempo

Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai langsung tampil agresif sejak servis pertama dibunyikan. Kombinasi dorongan net dan serangan flat dari Shevon Jemie Lai membuat Nita Violina terkungkung di area depan, sementara pukulan drive silang Goh Soon Huat berulang kali menembus pertahanan belakang Indonesia. Pada menit ke-9, ganda Malaysia unggul 6-3 berkat lima poin beruntun, dan mereka menutup game pertama 21-16 dalam 22 menit. Statistik penguasaan permainan mencatat Malaysia mengendalikan 58 persen tempo laga, sementara akurasi smash Indonesia baru mencapai 24 dari 38 upaya.

Amri Syahnawi yang bertugas di barisan belakang beberapa kali mencoba tembakan backhand untuk membuka celah, namun antisipasi tajam Shevon di area net membuat semua usaha itu sia-sia. Di jeda game, pelatih ganda campuran Indonesia tampak memberi instruksi panjang, menyoroti posisi berdiri Nita Violina yang terlalu dekat dengan net serta kecepatan rotasi yang lambat saat transisi bertahan.

Nita Violina Bangkit, Game Kedua Menguji Saraf

Perubahan taktik langsung terlihat pada awal game kedua. Formasi Indonesia bergeser menjadi rotasi penuh, dengan Nita Violina lebih sering mundur ke posisi tengah untuk menyambar. Pada menit ke-31, umpan silang rendah Nita menjadi assist sempurna bagi smash menukik Amri yang mengangkat skor 11-9 saat jeda minum teknis. Momentum itu terjaga hingga skor menjadi 19-19, sebelum dua poin beruntun dari drop shot tipis dan servis panjang mengunci game kedua 21-19 dalam durasi 24 menit.

Goh Soon Huat sempat memprotes keputusan garis pada poin kritis tersebut. Wasit bahkan mengeluarkan kartu kuning setelah protesnya dinilai berlebihan, suasana yang justru membangkitkan semangat kontingen Indonesia di tribun. Sejak momen itu, inisiatif serangan sepenuhnya berpindah ke tangan pasangan Indonesia.

Game Penentuan: Tinjauan Video dan Mental Baja

Game ketiga berlangsung ketat tanpa jarak melebihi tiga poin. Momen penentu terjadi pada menit ke-58, ketika Nita Violina meminta tinjauan video untuk shuttle yang dinyatakan keluar di garis belakang. Teknologi Hawk-Eye membuktikan bulu tangkis masih menyentuh garis, poin berpindah ke Indonesia, dan skor berubah menjadi 17-15. Rally terpanjang laga ini juga tercipta di fase yang sama: 27 pukulan tanpa jeda yang diakhiri kill net Nita Violina, membuat seluruh arena berdiri.

Dengan unggul 20-18, Amri Syahnawi tidak menyia-nyiakan match point pertama. Smash menukik dari sisi kanan membuat Goh Soon Huat gagal mengembalikan dengan sempurna, dan pelukan gembira kedua atlet menutup pertarungan 74 menit yang menegangkan. Catatan poin dari serangan menempatkan Indonesia unggul 18-14, sementara kesalahan sendiri Malaysia mencapai 21 kali sepanjang tiga game.

Angka Kunci dari New Delhi

Durasi: 74 menit. Skor akhir: 16-21, 21-19, 21-18. Akurasi smash: 31 dari 42 upaya tepat sasaran. Poin dari serangan: 18. Rally terpanjang: 27 pukulan pada menit ke-58. Kesalahan sendiri: 14 (Indonesia) berbanding 21 (Malaysia). Angka-angka itu menegaskan efisiensi serangan Indonesia jauh lebih tajam dibanding laga perempat final, ketika mereka harus berjuang melewati tiga game penuh untuk menang.

Menanti Final: Target Sejarah Bulu Tangkis Indonesia

Perjalanan menuju semifinal tidaklah mudah. Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah melewati tiga laga penuh drama sebelum akhirnya menaklukkan lawan yang jauh lebih berpengalaman di panggung dunia. Kini hanya satu langkah lagi yang memisahkan mereka dari gelar juara dunia, pencapaian yang belum pernah diraih ganda campuran Indonesia dalam satu dekade terakhir.

Di laga pamungkas, mereka akan menghadapi pemenang semifinal lain yang mempertemukan wakil Tiongkok dengan wakil Thailand. Apapun hasilnya, penampilan malam ini membuktikan program pembinaan ganda campuran muda mulai membuahkan hasil di level tertinggi. "Kami tidak datang ke New Delhi hanya untuk menjadi peserta. Nita dan Amri sudah membuktikan level mereka hari ini, dan saya yakin mental mereka semakin matang menjelang final," ujar pelatih ganda campuran Indonesia seus laga.

Final Kejuaraan Dunia BWF 2026 digelar Minggu (23/8/2026) di venue yang sama. Satu kemenangan lagi, dan nama Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah akan diukir permanen dalam sejarah bulu tangkis Indonesia. Seluruh mata pecinta bulu tangkis Tanah Air kini tertuju ke New Delhi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User