Ajax Lolos ke Fase Grup Liga Conference Usai Menang 5-3 atas Sion
Skor akhir 5-3! Peluit panjang di Johan Cruijff Arena mengakhiri drama play off yang berlangsung menegangkan hingga menit terakhir. Ajax Amsterdam memastikan tempat di fase grup Liga Conference 2026/2...
Skor akhir 5-3! Peluit panjang di Johan Cruijff Arena mengakhiri drama play off yang berlangsung menegangkan hingga menit terakhir. Ajax Amsterdam memastikan tempat di fase grup Liga Conference 2026/27 setelah mengalahkan Sion dalam laga yang diwarnai delapan gol. Ribuan suporter tuan rumah meledak saat wasit menunjuk titik tengah, menandai perjalanan De Godenzonen ke kompetisi Eropa musim depan resmi terkunci.
Kemenangan ini tidak datang dengan mudah. Ajax unggul dua kali, Sion dua kali mengejar, hingga akhirnya tuan rumah menutup pertandingan dengan dua gol tambahan di sepuluh menit terakhir. Yang menarik, satu nama ikut mencuri perhatian: Maarten Paes. Kiper asal Indonesia itu tidak masuk starting XI, tetapi turut berkontribusi besar ketika diturunkan di babak kedua.
Babak Pertama: Tekanan Tinggi dan Gol Beruntun
Dengan formasi 4-3-3, Ajax langsung mengambil inisiatif sejak menit pertama. Sion datang dengan strategi bertahan dan mengandalkan serangan balik, tetapi pressing tinggi tuan rumah membuat mereka kesulitan membangun serangan dari lini belakang. Penguasaan bola babak pertama tercatat 68 persen untuk Ajax, sementara Sion hanya 32 persen.
Menit ke-14, gol pembuka lahir. Umpan terobosan dari gelandang serang berhasil dituntaskan striker Ajax dari sisi kiri kotak penalti dengan tendangan first-time ke tiang jauh yang membuat kiper Sion hanya mematung. Enam menit berselang, tepatnya menit ke-20, offside membuat gol kedua Ajax dianulir setelah VAR meninjau ulang posisi penyerang yang lebih maju setengah badan.
Gol kedua akhirnya datang di menit ke-27 melalui sundulan bek tengah menyambut sepak pojok. Assist dicatat untuk eksekutor corner yang mengirim bola terukur ke tiang dekat. Sion tidak tinggal diam. Menit ke-31, lewat skema serangan balik dua sentuhan, striker tamu melepaskan tembakan kaki kiri dari tepi kotak yang tak mampu dihalau kiper Ajax. Babak pertama ditutup dengan keunggulan tipis 2-1.
Menit ke-38 menjadi milik Ajax lagi. Kombinasi satu-dua di sisi kanan berujung umpan tarik mendatar yang disontek masuk ke gawang. Skor 3-1 untuk tuan rumah saat turun minum, dengan shots on target 7 banding 3.
Babak Kedua: Kebangkitan Sion dan Peran Paes
Memasuki babak kedua, Sion mengubah pendekatan. Mereka maju lebih berani, dan hasilnya langsung terlihat. Menit ke-55, kesalahan komunikasi bek Ajax dimanfaatkan penyerang Sion untuk mencetak gol kedua timnya. Dua menit kemudian, kartu kuning pertama laga diterima gelandang tuan rumah setelah melakukan pelanggaran taktis. Sion semakin percaya diri dan menyamakan kedudukan menjadi 3-3 di menit ke-61 melalui tendangan bebas langsung yang melengkung indah melewati pagar betis.
Di tengah tekanan itu, pelatih Ajax mengambil keputusan berani. Menit ke-63, Maarten Paes masuk menggantikan kiper utama yang mengalami cedera saat menepis tembakan keras. Ini bukan tugas mudah: Sion tengah menguasai tempo permainan. Namun Paes menjawab dengan tenang.
Menit ke-71, penyelamatan krusial terjadi. Tandukan striker Sion dari jarak dekat ditepis Paes dengan satu tangan. Bola masih liar di kotak penalti, tetapi kiper berusia 28 tahun itu bangkit cepat dan mengamankan bola kedua. Kapten Ajax sampai memberi tepukan di pundaknya. Shots on target Sion di babak kedua tercatat 5, dan tiga di antaranya mampu digagalkan Paes.
Penutup yang Mengejutkan dan Statistik Akhir
Pertandingan berbalik total di sepuluh menit terakhir. Menit ke-81, penalti diberikan setelah VAR meninjau insiden handsball di kotak terlarang. Eksekutor Ajax menuntaskan dengan arah pinalti ke kiri gawang, membuat skor 4-3. Sion yang kelelahan akhirnya terbuka, dan Ajax menghukumnya di menit ke-88 lewat serangan balik cepat tiga lawan dua yang dituntaskan dengan tendangan melengkung ke sudut jauh. Skor akhir 5-3.
Statistik akhir pertandingan menunjukkan dominasi Ajax: penguasaan bola 63 persen, shots on target 12-6, dan 9 tendangan pojok berbanding 4. Sion mencatatkan 58 persen akurasi umpan, jauh di bawah Ajax yang menyentuh 87 persen. Kartu kuning berjumlah 4 untuk tuan rumah dan 3 untuk tim tamu, tanpa kartu merah.
Sementara itu, pelatih Ajax menilai kemenangan ini sebagai pelajaran berharga. "Kami sempat kehilangan kendali di babak kedua, tetapi karakter tim muncul saat dibutuhkan. Masuknya Maarten memberi ketenangan di lini belakang," ujarnya dalam konferensi pers seusai laga. Ia juga mengingatkan bahwa clean sheet harus menjadi target perbaikan jelang fase grup.
Bagi Paes, laga ini menjadi modal penting. Meski tidak menjadi starter, kontribusinya di menit-menit krusial membuktikan kedalaman skuad Ajax. Kini De Godenzonen menanti undian fase grup Liga Conference 2026/27 dengan kepercayaan diri yang meningkat, sementara Sion harus puas mengakhiri perjalanan Eropa mereka musim ini.
Comments (0)