Agrinas Palma Reaktivasi Pabrik Biodiesel Rp300 Miliar Demi Pasok B50

Jakarta - PT Agrinas Palma Nusantara mengumumkan rencana strategis untuk menghidupkan kembali pabrik biodiesel miliknya di Rengat, Riau, dengan total investasi mencapai Rp300 miliar. Langkah ini menj

Jul 08, 2026 - 00:21
0 0
Agrinas Palma Reaktivasi Pabrik Biodiesel Rp300 Miliar Demi Pasok B50

Jakarta - PT Agrinas Palma Nusantara mengumumkan rencana strategis untuk menghidupkan kembali pabrik biodiesel miliknya di Rengat, Riau, dengan total investasi mencapai Rp300 miliar. Langkah ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi implementasi mandatori biodiesel B50 yang akan dimulai pada 1 Juli 2026.

Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Abdul Ghani, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Senin (6/7/2026), mengonfirmasi bahwa perusahaan akan mereaktivasi fasilitas produksi yang sebelumnya tidak beroperasi. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 600 ribu ton per tahun.

"Kami akan mereaktivasi fasilitas produksi biodiesel di Rengat, Riau, 600 ribu ton. Mudah-mudahan akhir tahun depan sudah bisa berproduksi, karena ini sebenarnya reaktivasi saja. Itu bisa mendukung ini B50 pasti," ujar Abdul Ghani.

Strategi Menjawab Kebutuhan B50

Kebijakan B50, yang mewajibkan campuran 50% minyak sawit dalam solar, akan meningkatkan permintaan biodiesel secara signifikan. PT Agrinas Palma Nusantara, sebagai bagian dari holding perkebunan negara, menyadari urgensi penambahan kapasitas produksi nasional. Reaktivasi pabrik di Rengat dinilai sebagai solusi cepat karena tidak perlu membangun fasilitas dari nol, sehingga target operasi paling lambat akhir tahun depan menjadi realistis.

"Kami optimistis akhir tahun depan sudah bisa berproduksi," tegas Ghani. Dana Rp300 miliar akan dialokasikan untuk peremajaan mesin, peningkatan teknologi pengolahan, dan pembenahan infrastruktur pendukung. Pabrik yang pernah berhenti beroperasi beberapa tahun lalu ini akan dioptimalkan agar mampu memenuhi spesifikasi biodiesel B50 yang lebih ketat.

Tambah Pasokan, Gerakkan Ekonomi Daerah

Dengan kapasitas 600 ribu ton per tahun, pabrik ini akan menjadi salah satu pemasok utama biodiesel nasional. Diperkirakan, kebutuhan biodiesel akan naik sekitar 40-50% dengan penerapan B50, sehingga tambahan kapasitas menjadi krusial. Selain memperkuat ketahanan energi, reaktivasi pabrik juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat Rengat dan sekitarnya.

Ratusan tenaga kerja akan diserap selama masa renovasi dan operasi penuh. Pasokan bahan baku dari perkebunan sawit di Riau juga akan terserap lebih banyak, menggerakkan rantai nilai lokal. "Ini juga mendukung perekonomian daerah," imbuh Ghani.

Komitmen pada Transisi Energi Bersih

Pemerintah terus mendorong penggunaan biodiesel sebagai bagian dari komitmen Indonesia mengurangi emisi karbon dan ketergantungan pada bahan bakar fosil. B50 menjadi langkah penting menuju target B100 di masa depan. Dengan reaktivasi ini, Agrinas Palma turut memastikan pasokan biodiesel B50 dapat terpenuhi tepat waktu sesuai amanat pemerintah.

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, persiapan teknis di lapangan sudah mulai dilakukan, termasuk audit mesin dan penyiapan tenaga ahli. Perusahaan menargetkan produksi perdana bisa dilakukan sebelum batas akhir tahun 2027 sehingga pasokan B50 saat kebijakan berlaku sudah tersedia.

Reaktivasi pabrik biodiesel ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam mengamankan pasokan energi bersih sekaligus memajukan industri kelapa sawit nasional. Beritainti.com akan terus memantau perkembangan proyek strategis ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Fact Checker. Memverifikasi berita ringkas agar tetap akurat.

Comments (0)

User