Yascha Mounk Sebut Tragedi 9/11 Awal Perpecahan Politik Amerika Serikat

Mengenang kembali tragedi kelam pemboman Menara Kembar World Trade Center pada 11 September 2001, publik global tidak hanya menyaksikan kehancuran fisik ya

Sep 11, 2026 - 14:06
0 11
Yascha Mounk Sebut Tragedi 9/11 Awal Perpecahan Politik Amerika Serikat

Mengenang kembali tragedi kelam pemboman Menara Kembar World Trade Center pada 11 September 2001, publik global tidak hanya menyaksikan kehancuran fisik yang dahsyat, melainkan lahirnya era baru dalam konstelasi politik Amerika Serikat. Peristiwa trauma nasional yang merenggut hampir 3.000 jiwa tersebut pada awalnya menciptakan keheningan kolektif dan gelombang patriotisme yang kuat. Namun dalam jangka panjang, momentum tersebut justru menjadi titik balik yang mengikis fondasi demokrasi dan memicu keretakan sosial mendalam di Negeri Paman Sam.

Profesor ilmu politik dari Johns Hopkins University, Yascha Mounk, menggarisbawahi bahwa dampak paling destruktif dari serangan tersebut bukan sekadar ancaman keamanan dari luar negeri, melainkan erosi kepercayaan domestik. Kebijakan luar negeri pasca-9/11, yang ditandai dengan intervensi militer berkepanjangan di Irak dan Afghanistan, secara perlahan membelah masyarakat Amerika ke dalam polarisasi politik yang kian tajam.

Pergeseran Konsensus Nasional dan Erosi Kepercayaan

Sebelum tragedi 9/11, institusi publik dan elite politik Amerika Serikat menikmati tingkat kepercayaan yang relatif stabil dari warga negaranya. Namun, respons pemerintah federal yang dinilai keliru dalam merespons ancaman terorisme global justru memicu keputusasaan publik di kemudian hari. Perang mahal yang menelan anggaran triliunan dolar serta ketidakmampuan membuktikan narasi senjata pemusnah massal menghancurkan kredibilitas pemerintah di mata masyarakat.

"Serangan 11 September 2001 bukan sekadar tragedi kemanusiaan, melainkan titik awal yang membuka pintu bagi fragmentasi politik dan ketidakpercayaan sistemik yang kita saksikan di Amerika saat ini," tegas Yascha Mounk dalam analisisnya.

Perbandingan kondisi sosial-politik Amerika Serikat sebelum dan sesudah peristiwa 9/11 dapat dilihat pada tabel berikut:

Indikator Sosial-Politik Era Pra-9/11 (1990-2000) Era Pasca-9/11 (2001-Sekarang)
Kepercayaan pada Pemerintah Relatif Tinggi (Konsensus Bi-partisan) Merosot Tajam (Polarisasi Ekstrem)
Fokus Anggaran Nasional Pembangunan Domestik & Ekonomi Perang Terorisme & Keamanan Siber
Diskursus Publik Perbedaan Ideologi Moderat Narasi Konspiratif & Post-Truth

Benih Populisme dan Polarisasi Ekstrem

Ketidakpuasan yang membesar pasca-9/11 memicu lahirnya gerakan-gerakan politik alternatif yang semakin radikal. Polarisasi ini tidak lagi sebatas perbedaan pandangan antara Partai Demokrat dan Partai Republik, melainkan perpecahan budaya yang memilah masyarakat berdasarkan identitas, geografi, dan kelas sosial.

Beberapa faktor utama yang mempercepat perpecahan politik pasca-9/11 antara lain:

  • Perang Tanpa Akhir: Kebijakan invasi militer yang menguras sumber daya ekonomi negara dan menelan korban jiwa prajurit Amerika.
  • Erosi Kebebasan Sipil: Penerapan undang-undang pengawasan massal seperti Patriot Act yang memicu perdebatan mengenai hak privasi warga.
  • Lahirnya Era Post-Truth: Retorika populisme dan teori konspirasi yang berkembang pesat di media sosial akibat tumbuhnya rasa dikhianati oleh sistem.

Mounk juga menekankan bahwa ketakutan terhadap ancaman dari luar negeri dengan cepat bergeser menjadi kecurigaan antar-sesama warga negara. Isu-isu seperti imigrasi, kebebasan beragama, dan peran negara dalam kehidupan individu semakin memperlebar jurang pemisah antara kelompok progresif dan konservatif.

Masa Depan Demokrasi Amerika yang Terfragmentasi

Dua puluh lima tahun berlalu sejak kepulan asap menutupi langit Manhattan, luka politik Amerika Serikat belum menunjukkan tanda-tanda penyembuhan. Sebaliknya, pembelahan institusional telah menjadi norma baru. Tantangan terbesar yang dihadapi Washington saat ini bukan lagi persaingan geopolitik dengan kekuatan asing, melainkan ketidakmampuan untuk merajut kembali konsensus nasional yang terkoyak.

Upaya merekonstruksi persatuan nasional membutuhkan keberanian untuk mengevaluasi kembali kegagalan kebijakan masa lalu. Tanpa adanya reformasi mendasar dalam cara berpolitik dan berkomunikasi antar-kelompok, Amerika Serikat berisiko terus terjebak dalam lingkaran setan polarisasi yang mengancam masa depan demokrasi mereka sendiri.

Dua puluh lima tahun pasca-serangan 9/11, dampak sosial-politik di Amerika Serikat masih terasa tajam. Analisis dari pakar politik Johns Hopkins University menunjukkan bagaimana respons perang pasca-9/11 justru merusak kepercayaan publik dan memperdalam polarisasi. Baca artikel selengkapnya di Beritainti.com!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User