Yasamin Jasem Alami Paranoia Terima Paket Usai Bintangi Film Horor ‘Paket Santet’
Keterlibatan dalam sebuah produksi film horor kerap meninggalkan bekas psikologis bagi para pemainnya, dan hal itu baru saja diakui oleh aktris Yasamin Jasem. Bukan sekadar rasa lelah atau perubahan
Keterlibatan dalam sebuah produksi film horor kerap meninggalkan bekas psikologis bagi para pemainnya, dan hal itu baru saja diakui oleh aktris Yasamin Jasem. Bukan sekadar rasa lelah atau perubahan pola tidur yang ia rasakan setelah menyelesaikan syuting film terbarunya, melainkan sebuah kecemasan tak terduga setiap kali melihat benda lazim dalam kehidupan modern: sebuah paket kiriman.
Yasamin mengaku kengerian yang dibangun di lokasi syuting tak lantas sirna saat kamera berhenti merekam. Premis film bertajuk Paket Santet yang dijalaninya begitu meresap karena dianggapnya sangat relevan dengan keseharian masyarakat. Alur cerita yang memanfaatkan modus pengiriman barang tak terduga ini rupanya sukses menanamkan rasa waswas di benak sang aktris.
Dalam keterangan yang diterima media kami, Yasamin menceritakan perubahan persepsinya terhadap kebiasaan berbelanja daring yang dulunya menyenangkan. Kini, setiap kali kurir membawa bingkisan ke rumah, terbesit pikiran buruk yang langsung mengingatkannya pada adegan-adegan mencekam yang baru saja ia perankan.
“Daya tarik Paket Santet adalah ide dan ceritanya terasa sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari dan sialnya pasti ada orang yang pernah mengalaminya. Setelah menjalani proses syuting, ada yang berubah dalam diri saya saat melihat paket. Rasanya muncul ketakutan, ‘gimana ya kalau suatu hari benar-benar saya terima paket tapi isinya santet?’,”
tutur Yasamin mengungkapkan isi hatinya.
Horor yang Terselubung dalam Keseharian
Yasamin menekankan bahwa kengerian film ini tidak bertumpu pada sosok hantu menyeramkan atau efek visual yang berlebihan. Kekuatan cerita justru terletak pada skenario yang mengambil latar aktivitas normal: menerima paket dari kurir. Menurutnya, di era digital ketika masyarakat sangat bergantung pada layanan pengiriman barang, ancaman terselubung melalui paket misterius menjadi paranoia yang tidak bisa dianggap remeh.
Proses pendalaman karakter tampaknya begitu kuat mempengaruhi alam bawah sadar sang aktris. Ia mengaku bukan hanya memerankan tokoh yang menjadi korban teror, tetapi turut meresapi betapa rapuhnya rasa aman seseorang di tengah rutinitas yang dianggap paling biasa sekalipun. Transformasi psikologis ini menjadi bukti bahwa film horor yang dibangun dari realita sosial mampu menciptakan rasa takut yang lebih permanen dibandingkan teror supranatural biasa.
Film Paket Santet diharapkan tidak hanya menjadi tontonan pemacu adrenalin, tetapi juga memberi refleksi tentang kewaspadaan terhadap benda asing yang tiba-tiba datang tanpa identitas jelas. Lebih dari sekadar hiburan, Yasamin Jasem kini membawa pesan tersirat dari perannya ke dunia nyata: waspada adalah kunci, bahkan terhadap hal sesederhana sebuah paket di depan pintu. Laporan ini menjadi pengingat bahwa batas antara fiksi dan realita terkadang bisa sangat tipis bagi mereka yang menghidupkan karakter di layar lebar, seperti yang dialami oleh Yasamin Jasem dalam produksi terbarunya yang dikabarkan akan segera tayang ini.
Comments (0)