Yamal Redam Mbappe, Spanyol ke Final Euro 2024

Spanyol mengamankan satu tempat di partai puncak Euro 2024 setelah menundukkan Prancis 2-1 dalam laga semifinal yang berlangsung di Munich Fussball Arena. Duel sengit tersaji sejak menit awal, namun s...

Yamal Redam Mbappe, Spanyol ke Final Euro 2024

Spanyol mengamankan satu tempat di partai puncak Euro 2024 setelah menundukkan Prancis 2-1 dalam laga semifinal yang berlangsung di Munich Fussball Arena. Duel sengit tersaji sejak menit awal, namun sorotan utama tertuju pada pertarungan generasi: wonderkid 16 tahun Lamine Yamal yang sukses meredam kapten Prancis, Kylian Mbappe, sepanjang 90 menit.

Skor akhir: Spanyol 2-1 Prancis. Gol Spanyol dicetak Lamine Yamal (21') dan Dani Olmo (25'). Satu-satunya gol Les Bleus lahir dari sundulan Randal Kolo Muani di menit ke-9. Penguasaan bola dikuasai La Roja dengan 58 persen berbanding 42 persen. Shots on target Spanyol tercatat 5, sementara Prancis hanya mampu melepaskan 3 tembakan tepat sasaran.

Babak I: Kejutan Cepat dan Dua Pukulan Spanyol

Pelatih Didier Deschamps menurunkan starting XI ofensif dengan trio Mbappe, Kolo Muani, dan Ousmane Dembélé. Skema 4-3-3 Prancis langsung mengancam. Menit ke-9, umpan silang akurat Dembélé dari sisi kanan disambut Kolo Muani yang lolos dari kawalan Aymeric Laporte. Bola meluncur ke pojok kiri gawang Unai Simón. 1-0 untuk Prancis.

Namun, keunggulan itu hanya bertahan 12 menit. Spanyol yang memainkan formasi 4-2-3-1 dengan Rodri sebagai jangkar mulai menguasai ritme. Menit ke-21, sebuah skema serangan balik cepat membuahkan hasil. Yamal yang sedari awal dipasang sebagai penyeimbang ofensif, menerima bola di luar kotak penalti, mengecoh Adrien Rabiot, dan melepaskan tendangan melengkung kaki kiri yang tak mampu dijangkau Mike Maignan. Gol indah itu membuat Munich Fussball Arena bergemuruh. Yamal menjadi pencetak gol termuda sepanjang sejarah Piala Eropa.

Belum reda euforia, Spanyol kembali menggetarkan jala Prancis empat menit berselang. Serangan dari sayap kanan yang dibangun Jesus Navas berujung pada bola liar di depan gawang. Dani Olmo, yang tampil sebagai gelandang serang, menyambar dengan tendangan first-time kaki kanan. Bola sempat mengenai bahu Jules Koundé sebelum bersarang di gawang. Sempat ada pengecekan VAR karena dugaan offside, namun gol dinyatakan sah. Skor berbalik 2-1.

Yamal vs Mbappe: Duel yang Menentukan

Mbappe yang baru pulih dari cedera hidung dan masih mengenakan masker pelindung tidak bisa bergerak leluasa. Sepanjang pertandingan, Mbappe hanya mencatatkan 2 dribel sukses dari 7 percobaan, kalah dari Yamal yang mencatat 4 dribel sukses. Statistik duel udara juga dimenangi Yamal: 3 kali menang dari 5 duel, sementara Mbappe nihil. Bintang PSG itu lebih banyak terisolasi di sisi kiri serangan Prancis, berkat pressing ketat dan disiplin posisi Yamal yang enggan naik terlalu tinggi saat Spanyol kehilangan bola.

“Lamine luar biasa. Dia tidak hanya menjalankan instruksi bertahan, tapi juga menjadi pembeda di lini depan. Kami tahu kualitas Mbappe, jadi kami butuh pemain yang berani dan cerdas, dan Lamine melakukannya dengan sempurna,” puji Luis de la Fuente dalam konferensi pers usai laga.

“Kami tidak bisa menciptakan banyak peluang. Mereka bertahan dengan organisasi yang rapi. Mbappe dijaga sangat ketat, itu membuat ritme kami terganggu,” keluh Didier Deschamps.

Secara taktik, De la Fuente menginstruksikan full-back kanan Jesus Navas untuk tidak terlalu overlap, sehingga Yamal bisa tetap segar membantu pertahanan saat transisi. Hasilnya, tekanan berhasil (pressures successful) Spanyol mencapai 38 kali, dan 12 di antaranya terjadi di sepertiga lapangan sendiri—mayoritas untuk menghentikan progresi Mbappe.

Babak II: Prancis Gempur, Spanyol Kokoh

Di babak kedua, Deschamps memasukkan Antoine Griezmann dan Bradley Barcola untuk menambah daya dobrak. Formasi bergeser ke 4-2-4 yang lebih ofensif. Hasilnya, Prancis meningkatkan intensitas serangan. Total shots di babak ini: Prancis 9, Spanyol 3. Namun, penyelesaian akhir yang buruk dan ketangguhan Unai Simón menggagalkan setiap upaya. Satu peluang emas didapat Mbappe pada menit ke-76, saat ia lepas dari Yamal dan tinggal berhadapan dengan kiper, tetapi tendangannya melebar tipis di sisi kanan gawang.

Spanyol memilih bermain lebih pragmatis dengan memperkuat lini tengah. Masuknya Mikel Merino dan Ferran Torres menambah energi. Umpan-umpan pendek dan penguasaan bola yang sabar sukses mematikan tempo permainan Prancis. Akurasi umpan Spanyol mencapai 91 persen, dengan Rodri (96%) dan Pedri (94%) menjadi metronom utama.

Hingga peluit panjang dibunyikan wasit, papan skor tetap 2-1. Statistik xG (expected goals) mencatat Spanyol 1,7 – Prancis 1,2, menandakan efektivitas penyelesaian akhir La Roja. Kartu kuning diberikan kepada Koundé (Prancis) dan Le Normand (Spanyol) akibat pelanggaran keras. Tidak ada kartu merah, meskipun sempat terjadi ketegangan antara Mbappe dan Yamal yang berakhir dengan teguran wasit.

Mbappe Tertahan, Rekor Berlanjut

Kylian Mbappe gagal menambah gol di turnamen ini, tertahan di angka 1 gol yang dicetak melalui penalti. Ia pun mengakhiri Euro 2024 dengan rata-rata rating 6,8 berdasarkan data statistik, jauh di bawah performanya di Piala Dunia 2022. Sementara Lamine Yamal, yang baru berusia 16 tahun 362 hari, terpilih sebagai Pemain Terbaik Pertandingan dengan kontribusi 1 gol, 2 umpan kunci, 4 dribel sukses, dan 3 intersep.

Spanyol akan menunggu pemenang antara Belanda dan Inggris di final yang digelar di Olympiastadion Berlin. Satu hal yang pasti: duel Yamal vs Mbappe di Munich akan dikenang sebagai simbol transisi generasi di sepak bola Eropa. Sang wonderkid telah membungkam sang megabintang, membawa Spanyol selangkah lagi menuju gelar juara Eropa keempat mereka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User