Swiss Singkirkan Kolombia lewat Adu Penalti Dramatis di 16 Besar

Vancouver bergetar. BC Place menjadi saksi drama sepak bola level tertinggi saat Swiss memastikan langkah ke perempat final Piala Dunia 2026 dengan menundukkan Kolombia melalui adu tos-tosan. Skor akh...

Swiss Singkirkan Kolombia lewat Adu Penalti Dramatis di 16 Besar

Vancouver bergetar. BC Place menjadi saksi drama sepak bola level tertinggi saat Swiss memastikan langkah ke perempat final Piala Dunia 2026 dengan menundukkan Kolombia melalui adu tos-tosan. Skor akhir 1-1 bertahan selama 120 menit, memaksa pemenang ditentukan dari titik putih. Swiss keluar sebagai pemenang dengan kedudukan 5-4, mengirim pulang salah satu kuda hitam turnamen.

Babak Pertama: Taktik Hati-hati dan Gol Pembuka Kejutan

Sejak peluit awal dibunyikan wasit asal Inggris, Michael Oliver, tensi tinggi langsung terasa. Swiss, yang tampil dengan formasi 3-4-2-1 andalan Murat Yakin, mencoba mengontrol ritme melalui penguasaan bola yang rapi. Sementara Kolombia di bawah asuhan Néstor Lorenzo mengandalkan formasi 4-3-3 ofensif dengan Luis Díaz sebagai motor serangan dari sisi kiri.

Menit ke-12 menjadi peringatan dini bagi pertahanan Swiss. Kolombia nyaris membuka keunggulan melalui skema serangan balik cepat. Umpan terobosan James Rodríguez berhasil dimanfaatkan Díaz yang sudah berdiri bebas. Sayangnya, penyelesaian akhir pemain Liverpool itu masih bisa dimentahkan Yann Sommer dengan refleks gemilang.

Kejutan justru datang dari kubu Swiss pada menit ke-34. Berawal dari sepak pojok Xherdan Shaqiri yang melengkung tajam ke tiang dekat, Manuel Akanji berhasil memenangi duel udara melawan Davinson Sánchez. Sundulannya sempat membentur mistar sebelum disambar Noah Okafor yang berdiri bebas di mulut gawang. Gol! Swiss memimpin 1-0. Protes pemain Kolombia yang menganggap Okafor dalam posisi offside tidak digubris setelah pengecekan VAR yang berlangsung selama dua menit.

Hingga turun minum, Kolombia terus mencoba membalas, namun solidnya koordinasi antara Akanji, Nico Elvedi, dan Ricardo Rodríguez membuat setiap ancaman mampu dimentahkan. Penguasaan bola babak pertama tercatat 54% untuk Swiss, dengan 3 tembakan tepat sasaran berbanding 2 milik Kolombia.

Babak Kedua: Kebangkitan Kolombia dan Gol Penyeimbang

Masuk babak kedua, Kolombia meningkatkan intensitas serangan. Pelatih Lorenzo memasukkan Jhon Durán menggantikan Rafael Santos Borré untuk menambah daya gedor. Perubahan ini terbukti efektif. Menit ke-61, Kolombia nyaris menyamakan kedudukan saat tendangan spekulasi James dari luar kotak penalti hanya tipis melewati mistar gawang Sommer.

Serangan demi serangan terus dilancarkan tim berjuluk Los Cafeteros tersebut. Puncaknya terjadi pada menit ke-72. Kemelut di depan gawang Swiss berawal dari sepak bebas James yang gagal diantisipasi sempurna oleh lini belakang Swiss. Bola muntah jatuh di kaki Juan Fernando Quintero yang dengan tenang menceploskan si kulit bundar ke sudut kanan bawah. Skor berubah 1-1. Selebrasi liar pemain dan suporter Kolombia mewarnai BC Place.

Swiss sempat merespons melalui Granit Xhaka yang melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti pada menit ke-79, namun sayang arah bola masih menyamping. Hingga akhir 90 menit, kedua tim terus berusaha mencari gol kemenangan. Statistik akhir waktu normal mencatat penguasaan bola seimbang 50-50, dengan akumulasi tembakan tepat sasaran 6-5 untuk keunggulan tipis Kolombia.

Extra Time dan Adu Penalti Penentu

Dua kali 15 menit babak tambahan menyajikan tensi yang lebih tinggi. Kedua tim jelas-jelas ingin menghindari adu penalti. Swiss mendapat peluang emas pada menit ke-108 setelah pelanggaran terhadap Breel Embolo berbuah tendangan bebas di posisi ideal. Sayangnya, eksekusi Shaqiri masih membentur pagar betis. Kolombia juga memiliki kans pada menit ke-116, namun sundulan Duván Zapata di mulut gawang bisa diamankan Sommer.

Adu penalti akhirnya tak terelakkan. Kolombia menjadi eksekutor pertama. James Rodríguez dengan dingin menuntaskan tugasnya. Swiss membalas melalui Xhaka. Lima penendang pertama masing-masing tim sukses menjalankan tugas. Skor 4-4 memasuki sudden death. Di sinilah drama terjadi. Santiago Arias yang maju sebagai penendang keenam Kolombia gagal menaklukkan Sommer. Tendangannya mengarah ke kiri bawah berhasil ditebak oleh kiper veteran Inter Milan itu.

Kesempatan hidup bagi Swiss. Denis Zakaria yang dipercaya menjadi algojo keenam tidak menyia-nyiakan momen. Dengan langkah tenang, ia mengirim bola ke sudut kanan atas yang tak terjangkau Camilo Vargas. Swiss menang 5-4!

Analisis Pasca Pertandingan

Kemenangan ini menegaskan reputasi Swiss sebagai tim yang tangguh di fase gugur turnamen besar. Soliditas pertahanan yang dikomandoi Manuel Akanji menjadi fondasi utama. Data mencatat, Akanji memenangi 8 dari 10 duel udara dan melakukan 5 sapuan kritis sepanjang laga. Sementara di lini tengah, Granit Xhaka tampil sebagai jenderal dengan 112 umpan sukses dan 3 key pass.

Di kubu Kolombia, James Rodríguez sekali lagi menunjukkan kelasnya sebagai playmaker kelas dunia. Pemain berusia 35 tahun itu mencatatkan 1 assist, 5 umpan kunci, dan akurasi umpan mencapai 91%. Namun, kegagalan memanfaatkan peluang di babak pertama menjadi penyesalan mendalam.

Swiss kini menanti pemenang antara Brasil dan Maroko yang akan bertanding malam nanti. Jika melihat performa malam ini, pasukan Murat Yakin jelas bukan lawan yang bisa dianggap remeh oleh siapapun.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User