Warga Palestina Keluhkan Gaza Terlupakan Sejak Perang AS-Iran

Jakarta - Situasi kemanusiaan di Jalur Gaza semakin memprihatinkan di tengah pecahnya konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran. Warga Palestina yang telah bertahun-tahun hidup dalam blokade

Jul 08, 2026 - 04:33
0 1
Warga Palestina Keluhkan Gaza Terlupakan Sejak Perang AS-Iran

Jakarta - Situasi kemanusiaan di Jalur Gaza semakin memprihatinkan di tengah pecahnya konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran. Warga Palestina yang telah bertahun-tahun hidup dalam blokade dan pendudukan kini merasa suara mereka semakin tidak terdengar oleh komunitas internasional. Perhatian global yang sebelumnya sempat terfokus pada penderitaan di Gaza perlahan beralih ke ketegangan baru di kawasan Timur Tengah yang melibatkan dua kekuatan besar tersebut.

Seorang warga Palestina yang tinggal di kamp pengungsian di Gaza, Ahmed Jamali (53), menyampaikan keputusasaannya atas situasi yang semakin memburuk. Dalam sebuah kesaksian yang dihimpun oleh media kami melalui laporan saluran berita internasional pada Sabtu (4/7/2026), ia mengungkapkan betapa masyarakat internasional kini seolah menutup mata terhadap tragedi yang terus berlangsung di wilayah kantong padat penduduk itu.

"Sejak Amerika Serikat berperang dengan Iran, seluruh dunia telah melupakan Gaza dan tragedinya. Kami tidak lagi memiliki siapa pun yang membela kami," ujar Jamali dengan nada penuh kekecewaan.

Ia melanjutkan, kondisi warga Palestina semakin rentan karena ketiadaan tekanan internasional terhadap Israel. Menurutnya, operasi militer dan perluasan permukiman terus berlangsung tanpa hambatan berarti, sementara korban jiwa dari pihak sipil terus bertambah setiap harinya.

"Kami lemah dan tertindas, dan Israel melakukan apa pun yang diinginkannya: membunuh, menghancurkan, dan menduduki Gaza, sementara tidak ada seorang pun di dunia yang berbuat apa pun," cetusnya.

Pergeseran fokus geopolitik ini dikhawatirkan akan semakin memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah akut. Jalur Gaza yang dihuni lebih dari dua juta jiwa telah lama mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih, listrik, obat-obatan, dan bahan pangan akibat blokade. Dengan menurunnya atensi global, bantuan kemanusiaan yang biasanya disalurkan melalui berbagai lembaga internasional berpotensi mengalami penurunan drastis, baik dari segi pendanaan maupun distribusi di lapangan.

Para pengamat kemanusiaan yang dihubungi media kami menyebutkan bahwa perang antara AS dan Iran telah menciptakan krisis pengungsi baru di kawasan dan mengalihkan sumber daya internasional yang sebelumnya dialokasikan untuk menangani situasi di Palestina. Akibatnya, warga Gaza yang selama ini bergantung pada bantuan eksternal semakin terisolasi dan terpaksa menghadapi kondisi hidup yang semakin sulit tanpa dukungan yang memadai.

Di tengah keputusasaan yang melanda, Jamali dan jutaan warga Palestina lainnya hanya bisa berharap agar suara mereka kembali didengar. Namun, dengan medan geopolitik yang semakin kompleks dan fokus dunia yang tercerai-berai, masa depan Gaza tampak semakin suram dan penuh ketidakpastian.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Editor Politik. Editor ringkasan kebijakan dan pemilu.

Comments (0)

User