Warek UNY Buka Suara Usai Viral Debat dengan Mahasiswa Terkait Spanduk Kritik
Wakil Rektor (Warek) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Bidang SDM dan Hukum, Siswanto, kini menjadi pusat perhatian publik usai video perdebatan dirinya dengan sejumlah mahasiswa beredar luas di me
Wakil Rektor (Warek) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Bidang SDM dan Hukum, Siswanto, kini menjadi pusat perhatian publik usai video perdebatan dirinya dengan sejumlah mahasiswa beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, Siswanto tampak terlibat adu argumen dengan mahasiswa terkait pemasangan spanduk berisi kritik di lingkungan kampus. Atas viralnya video itu, pria yang menjabat sebagai Warek tersebut akhirnya angkat bicara dan memberikan klarifikasi mengenai latar belakang kejadian yang sempat memicu pro dan kontra di kalangan netizen.
Melalui keterangan yang dihimpun Beritainti.com, Siswanto menjelaskan bahwa tindakannya dalam video viral itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, seluruh kejadian berawal dari aksi teatrikal yang digelar oleh mahasiswa di area rektorat UNY tanpa izin resmi dari pihak kampus. Ia menegaskan bahwa pihak kampus sebenarnya terbuka terhadap aspirasi mahasiswa, namun penyampaiannya harus tetap mengikuti aturan dan prosedur yang berlaku demi menjaga ketertiban dan keamanan bersama di lingkungan akademik.
Spanduk Disebut "Sampah"
Dalam video yang beredar di Instagram @gardabiru.uny, Siswanto terlihat cukup emosional saat berhadapan dengan mahasiswa yang membawa spanduk kritik. Dalam momen tersebut, ia diketahui menyebut spanduk yang dibawa para mahasiswa sebagai "sampah". Ungkapan itu sontak menarik perhatian warganet dan memicu berbagai reaksi di jagat maya. Sebagian pihak mengkritik keras ucapan tersebut karena dianggap tidak menghormati hak mahasiswa untuk menyampaikan pendapat, sementara sebagian lainnya memahami posisi pihak kampus yang berusaha menjaga stabilitas kawasan rektorat.
"Kami sangat terbuka atas masukan dan kritik yang membangun. Namun, aksi dan pemasangan atribut di area sensitif seperti rektorat harus mendapatkan izin terlebih dahulu agar tidak mengganggu aktivitas akademik dan administrasi kampus," ujar Siswanto dalam keterangannya kepada media kami.
Siswanto menambahkan, pihaknya berharap ke depannya komunikasi antara mahasiswa dan rektorat dapat berjalan lebih kondusif. Ia menegaskan bahwa kampus tetap mendukung mahasiswa untuk aktif dalam menyuarakan isu-isu strategis, asalkan tetap berada dalam koridor yang konstruktif dan tidak melanggar ketentuan yang telah disepakati bersama. Diharapkan dengan klarifikasi ini, masyarakat dapat memahami konteks lengkap di balik video viral tersebut tanpa menafsirkan sebagian dari keseluruhan kejadian.
Comments (0)