Viral Aksi Bocah Main Perosotan di Atas Ferrari 488 GTB, Pemilik Ajukan Gugatan ke Orang Tua
Sebuah insiden tak terduga yang terekam kamera pengawas di Kota Kunming, Provinsi Yunnan, China, memicu kemarahan sekaligus perdebatan luas di media sosial. Bagaimana tidak, sebuah mobil sport mewah
Sebuah insiden tak terduga yang terekam kamera pengawas di Kota Kunming, Provinsi Yunnan, China, memicu kemarahan sekaligus perdebatan luas di media sosial. Bagaimana tidak, sebuah mobil sport mewah Ferrari 488 GTB yang bernilai miliaran rupiah mendadak viral bukan karena aksinya di jalan raya, melainkan dijadikan arena bermain oleh empat orang anak yang tidak dikenal.
Melansir laporan dari Carscoops pada Jumat (3/7), kronologi kejadian bermula ketika sang pemilik meninggalkan Ferrari kesayangannya di tempat parkir lantaran harus bepergian untuk urusan dinas. Namun, saat ia kembali, pemandangan mengejutkan langsung terpampang di hadapannya. Bodi mobil sport asal Italia itu mengalami lecet dan penyok serius di sejumlah titik vital. Merasa curiga, pemilik mobil pun segera memeriksa rekaman CCTV yang terpasang di area parkir.
CCTV mengungkap fakta mengejutkan: keempat bocah yang diperkirakan berusia di bawah 10 tahun itu dengan santai memanjat kap mesin depan, berdiri di atas kaca depan, berjalan melintasi atap mobil, hingga meluncur di kaca belakang mobil layaknya sebuah papan perosotan.
Tidak hanya menggores dan merusak permukaan cat dengan alas kaki mereka, aksi melompat dan meluncur itu juga mengakibatkan kerusakan struktural pada beberapa panel bodi. Perbaikan untuk kerusakan sekelas ini pada Ferrari 488 GTB dipastikan memakan biaya yang sangat fantastis, jauh melampaui kemampuan ekonomi rata-rata. Alhasil, mobil yang seharusnya diparkir dengan aman itu justru berubah menjadi ‘wahana bermain’ yang mengakibatkan mimpi buruk bagi pemiliknya.
Dipenuhi rasa kesal lantaran kerusakan parah yang terjadi akibat pengawasan orang tua yang lalai, pemilik Ferrari memutuskan untuk mengambil jalur hukum. Ia secara resmi mengajukan gugatan ganti rugi kepada orang tua keempat anak tersebut. Pihak manajemen properti setempat pun turut dimintai klarifikasi, mengingat insiden itu terjadi di area parkir yang harusnya berada di bawah pengawasan mereka.
Kasus ini sontak memicu pro dan kontra di kalangan warganet. Sebagian besar menyayangkan kelalaian orang tua yang membiarkan anak-anaknya bermain tanpa pengawasan di area parkir yang jelas-jelas bukan tempat bermain. Di sisi lain, publik juga menyoroti betapa mahalnya biaya tanggung jawab yang harus ditanggung akibat kurangnya pengawasan sesaat. Dari laporan yang dihimpun oleh media kami, memperbaiki kerusakan pada panel aluminium dan kaca khusus Ferrari memerlukan penanganan langsung dari teknisi resmi bersertifikat yang tarifnya tidaklah murah.
Pemilik kendaraan berharap proses gugatan ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi para orang tua agar lebih waspada dan menjaga perilaku anak-anak mereka, terutama ketika berada di ruang publik yang dipenuhi aset berharga milik orang lain. Kini, rekaman viral para bocah yang dengan ceria meluncur di atas Ferrari mahal itu terus menyebar luas, mengundang geleng-geleng kepala dari para pecinta otomotif dan masyarakat umum yang menyaksikannya melalui laporan Beritainti.com.
Comments (0)