Vietnam Samai Rekor Indonesia Usai Tembus Final Piala AFF 2026

Skor akhir 2-0. Timnas Vietnam memastikan tiket ke final Piala AFF 2026 setelah membungkam Malaysia pada leg kedua semifinal dengan kemenangan telak di hadapan pendukungnya sendiri. Dua gol tanpa bala...

Vietnam Samai Rekor Indonesia Usai Tembus Final Piala AFF 2026

Skor akhir 2-0. Timnas Vietnam memastikan tiket ke final Piala AFF 2026 setelah membungkam Malaysia pada leg kedua semifinal dengan kemenangan telak di hadapan pendukungnya sendiri. Dua gol tanpa balas itu mengantar Vietnam menembus partai puncak untuk kali keenam dalam sejarah keikutsertaan mereka di turnamen antarnegara Asia Tenggara, sekaligus menyamai catatan impresif Timnas Indonesia yang selama ini memegang rekor jumlah final terbanyak di kompetisi ini.

Sejak menit awal, laga berjalan dengan intensitas tinggi. Pelatih Vietnam menurunkan formasi 3-4-3 yang menitikberatkan penguasaan bola di lini tengah, sementara Malaysia memilih pendekatan lebih pragmatis dengan formasi 4-3-3 dan fokus pada serangan balik cepat. Starting XI Vietnam langsung mengambil inisiatif, dengan penguasaan bola tercatat 58 persen sepanjang 90 menit, berbanding 42 persen milik Malaysia.

Babak Pertama: Dominasi dan Gol Pembuka

Menit ke-23, stadion bergemuruh. Umpan terobosan dari Phan Van Duc membelah barisan pertahanan Malaysia, dan Nguyen Tien Linh dengan tenang melepaskan tendangan first-time ke sudut kiri gawang. Gol tersebut menjadi pembuka yang mengubah total dinamika pertandingan. Catatan penguasaan bola di babak pertama bahkan menyentuh angka 61 persen untuk Vietnam, membuat Malaysia kesulitan keluar dari tekanan sejak peluit awal ditiupkan.

Menariknya, Malaysia tetap memberi ancaman lewat skema serangan balik cepat. Namun lini belakang Vietnam yang dikomandoi Que Ngoc Hai tampil disiplin, memangkas setiap peluang sebelum berkembang menjadi shots on target. Hingga jeda, Vietnam unggul dalam jumlah shots on target dengan skor statistik 3-1. Malaysia sempat mencetak gol pada menit ke-38, tetapi dianulir karena posisi offside yang jelas terlihat; asisten wasit langsung mengangkat bendera, dan protes para pemain Malaysia tak mengubah keputusan.

Babak Kedua: Clean Sheet dan Gol Penutup

Memasuki babak kedua, Malaysia mencoba menaikkan tempo dengan menekan lebih tinggi. Namun justru Vietnam yang menggandakan keunggulan pada menit ke-67 lewat sepakan voli spektakuler Nguyen Quang Hai, yang menerima assist kedua dari Phan Van Duc setelah kerja sama satu-dua yang rapi di sisi kanan pertahanan Malaysia. Gol itu praktis mematikan harapan lawan untuk memaksakan babak tambahan.

Menit ke-78, drama terjadi. Malaysia mengklaim penalti setelah beknya dijatuhkan di kotak terlarang, dan wasit sempat menunjuk titik putih. Namun setelah pengecekan VAR yang berlangsung hampir dua menit, keputusan dibatalkan karena pelanggaran terjadi tepat di luar area penalti. Insiden ini menjadi sorotan sekaligus penentu mental kedua tim. Sisa laga, Malaysia bermain lebih agresif dan mengantongi dua kartu kuning tambahan, sementara Vietnam hanya menerima satu kartu kuning sepanjang pertandingan. Meski tensi sempat memanas, tak ada kartu merah yang harus dikeluarkan wasit.

Di sisi lain, kiper Vietnam tampil sempurna dan menjaga clean sheet sepanjang laga. Ia melakukan dua penyelamatan penting pada menit ke-71 dan ke-85, termasuk menepis tembakan jarak dekat yang menjadi satu-satunya shots on target Malaysia di babak kedua. Skor akhir 2-0 bertahan hingga peluit panjang, dengan total shots on target Vietnam unggul telak 6-2 atas Malaysia.

Rekor Keenam: Menyamai Indonesia

Kemenangan ini mengukuhkan nama Vietnam dalam buku sejarah Piala AFF. Final keenam yang mereka raih menyamai rekor Timnas Indonesia, yang selama ini menjadi negara dengan jumlah penampilan final terbanyak di turnamen ini. Perjalanan Vietnam menuju partai puncak musim ini terbilang meyakinkan: tak terkalahkan di fase grup, solid di lini belakang, dan klinis di depan gawang lawan.

Pelatih Vietnam menegaskan bahwa timnya pantas melaju ke final. "Kami bermain dengan disiplin taktik dan efisiensi. Anak-anak menjalankan instruksi dengan sempurna, penguasaan bola kami dominan, dan kami mencetak gol di momen yang tepat. Ini hasil kerja keras seluruh skuad," ujarnya dalam konferensi pers usai laga.

Sebaliknya, pelatih Malaysia mengakui keunggulan lawan. Ia menyebut dua gol yang bersarang di gawangnya berawal dari kesalahan antisipasi di sektor sayap, dan menyesalkan gol yang dianulir karena offside yang dinilai bisa mengubah jalannya pertandingan. Statistik akhir mencatat Malaysia hanya melepaskan dua shots on target dari sebelas percobaan, jauh di bawah efisiensi Vietnam yang mengonversi enam tembakan mengarah gawang menjadi dua gol.

Kini Vietnam menunggu lawan di partai puncak, dan rekor baru berpeluang tercipta. Jika mampu memenangkan final, mereka akan menjadi juara dengan koleksi final terbanyak di Asia Tenggara sekaligus melampaui catatan yang selama ini dipegang Indonesia. Para pendukung tentu berharap penantian sejak terakhir kali mengangkat trofi segera berakhir, dan skuad yang tampil konsisten sepanjang turnamen ini punya modal kuat untuk mewujudkannya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User