Argentina Tundukkan Swiss Lewat Drama Babak Tambahan di Kansas City

Kansas City, Missouri — Peluit panjang akhirnya berbunyi setelah pertempuran berdarah selama 120 menit di Kansas City, Sabtu (11/7/2026). Skor akhir 2-1 memastikan langkah sang juara bertahan Argent...

Oct 07, 2026 - 08:43
0 0
Argentina Tundukkan Swiss Lewat Drama Babak Tambahan di Kansas City

Kansas City, Missouri — Peluit panjang akhirnya berbunyi setelah pertempuran berdarah selama 120 menit di Kansas City, Sabtu (11/7/2026). Skor akhir 2-1 memastikan langkah sang juara bertahan Argentina melenggang ke babak semifinal Piala Dunia 2026. Laga perempat final ini menyuguhkan tensi dramatis, diwarnai pengusiran penyerang Swiss Breel Embolo lewat kartu merah krusial dari wasit asal Portugal, Joao Pinheiro, sebelum babak tambahan waktu mengunci takdir kedua kesebelasan.

Pertandingan berjalan dengan intensitas luar biasa sejak menit awal. Berdasarkan data pertandingan, La Albiceleste mencatatkan penguasaan bola 64% berbanding 36% milik Swiss. Armada asuhan Lionel Scaloni juga unggul mutlak dalam agresivitas dengan mencatatkan 8 shots on target dari total 21 tembakan, sementara Swiss hanya mampu membalas dengan 3 percobaan tepat sasaran sepanjang laga.

Taktik Babak Pertama: Disiplin Blok Rendah Swiss Redam Tango

Memulai pertandingan, Argentina menurunkan formasi 4-3-3 dinamis dengan trio lini depan yang bertumpu pada rotasi cair Lionel Messi, Julian Alvarez, dan Nicolas Gonzalez. Di lini tengah, Enzo Fernandez bertindak sebagai metronom didampingi Alexis Mac Allister dan Rodrigo De Paul. Sebaliknya, Swiss menerapkan formasi 3-4-2-1 yang bertransformasi menjadi 5-4-1 saat bertahan, menumpuk delapan pemain di sepertiga akhir lapangan guna meniadakan ruang antarlini bagi para kreator Argentina.

Menit ke-18, Argentina menciptakan ancaman nyata pertama. Rodrigo De Paul mengirim umpan terobosan diagonal yang membelah pertahanan Swiss, namun sontekan Julian Alvarez masih melebar tipis di sisi kiri gawang Yann Sommer. Swiss bermain amat disiplin dengan jebakan offside yang terorganisasi rapi, membuat lini serang Argentina terperangkap tiga kali offside dalam rentang 30 menit pembuka.

Swiss sesekali melancarkan transisi kilat. Menit ke-34, Granit Xhaka melepaskan umpan panjang akurat ke sisi kanan yang disambut Dan Ndoye, namun tembakan keras mendatarnya sukses diamankan kiper Emiliano Martinez. Babak pertama pun berakhir dengan skor kacamata 0-0, menandai kokohnya pertahanan kedua tim demi menjaga clean sheet sementara.

Drama Babak Kedua: Gol Kejutan dan Kartu Merah Breel Embolo

Memasuki babak kedua, tempo pertandingan meledak secara dramatis. Menit ke-56, Swiss justru mencuri keunggulan lebih dulu. Memanfaatkan kesalahan umpan di lini tengah Argentina, Ruben Vargas menusuk dari sayap kiri dan melepaskan umpan silang akurat. Breel Embolo berhasil memenangi duel udara kontra Cristian Romero dan menyundul bola ke sudut kanan gawang yang tak mampu dijangkau Martinez. Swiss memimpin 1-0 dan stadion bergemuruh.

Tertinggal satu gol, Argentina langsung menaikkan garis pertahanan. Tekanan bertubi-tubi berbuah hasil pada menit ke-74. Berawal dari skema sepak pojok pendek, Lionel Messi mengirim assist brilian berupa umpan silang melengkung ke tiang jauh. Lautaro Martinez, yang baru masuk sebagai pemain pengganti di starting XI babak kedua, menyambar bola lewat tendangan voli first-time yang merobek jala Sommer. Skor imbang 1-1.

Titik balik paling krusial terjadi pada menit ke-88. Dalam situasi duel perebutan bola liar, Breel Embolo melakukan pelanggaran keras berbahaya dengan mengangkat kaki terlalu tinggi menghantam tulang kering Cristian Romero. Wasit Joao Pinheiro sempat memberikan kartu kuning, namun asisten wasit video (VAR) merekomendasikan peninjauan di monitor tepi lapangan. Setelah melihat tayangan ulang, Pinheiro membatalkan keputusannya dan langsung mengacungkan kartu merah langsung kepada Embolo. Swiss terpaksa bermain dengan 10 orang hingga peluit waktu normal usai.

"Kartu merah itu sepenuhnya mengubah struktur permainan kami. Melawan juara dunia dengan sepuluh pemain selama lebih dari 30 menit adalah tugas yang nyaris mustahil," ujar pelatih Swiss Murat Yakin usai laga.

Extra Time Menentukan: Dominasi Numerik Antar Argentina Melaju

Memasuki babak perpanjangan waktu (extra time), Argentina memanfaatkan keunggulan jumlah pemain secara optimal. Swiss dipaksa bertahan total di dalam kotak penalti sendiri, menahan gempuran tanpa target man di lini depan. Menit ke-98, Enzo Fernandez melepaskan tendangan spekulasi jarak jauh yang membentur mistar gawang, mempertegas dominasi La Albiceleste.

Gol penentu kemenangan akhirnya lahir pada menit ke-107 babak tambahan waktu kedua. Melalui skema umpan satu-dua cepat di area sentral, Alexis Mac Allister menyodorkan umpan terobosan cerdik yang membelah bek tengah Swiss. Lautaro Martinez bergerak cepat mendahului adangan Manuel Akanji sebelum melepaskan tembakan mendatar keras kaki kanan ke pojok bawah gawang. Gol kedua Lautaro sekaligus melengkapi torehan brace pribadinya.

Swiss mencoba menekan di sisa lima menit terakhir melalui bola-bola mati, namun solidnya koordinasi duet bek tengah Romero dan Lisandro Martinez sukses menggagalkan seluruh upaya lawan. Peluit panjang wasit Joao Pinheiro memastikan kemenangan 2-1 bagi Argentina.

"Pemain menunjukkan ketabahan mental yang luar biasa. Kami tahu Swiss adalah lawan yang sangat tangguh secara taktik, tetapi kesabaran dan respons kami setelah kartu merah menjadi kunci kemenangan," tutur pelatih Argentina Lionel Scaloni dalam konferensi pers.

Kemenangan lewat perpanjangan waktu ini membawa Argentina melangkah ke babak empat besar, sementara Swiss harus angkat koper dengan kepala tegak setelah perlawanan heroik di Kansas City.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User