Vietnam ke Final Piala AFF 2026, Samai Rekor Timnas Indonesia
Skor akhir 2-0 untuk kemenangan Timnas Vietnam atas Malaysia pada leg kedua semifinal Piala AFF 2026. Dua gol yang lahir pada menit ke-38 dan menit ke-71 memastikan The Golden Star melaju ke partai pu...
Skor akhir 2-0 untuk kemenangan Timnas Vietnam atas Malaysia pada leg kedua semifinal Piala AFF 2026. Dua gol yang lahir pada menit ke-38 dan menit ke-71 memastikan The Golden Star melaju ke partai puncak dengan agregat 3-1 setelah leg pertama berakhir 1-1. Kemenangan ini sekaligus mengantar Vietnam ke final keenam mereka sepanjang sejarah turnamen, sebuah angka yang menyamai rekor Timnas Indonesia sebagai negara dengan penampilan final terbanyak di ajang ini.
Sepanjang 90 menit, penguasaan bola tercatat 58 persen berbanding 42 persen untuk keunggulan Vietnam. Pasukan pelatih Kim Sang-sik tampil lebih berani mengambil inisiatif, dengan 6 shots on target dari total 14 percobaan, sementara Malaysia hanya mampu melepaskan 3 shots on target dari 8 tendangan. Pertandingan yang digelar di stadion penuh sesak itu berjalan dengan tempo tinggi sejak menit pertama, dan atmosfer kandang jelas memberikan energi ekstra bagi starting XI Vietnam yang tampil dengan formasi 3-4-3.
Babak Pertama: Malaysia Bertahan, Vietnam Menekan
Malaysia datang dengan formasi 4-3-3 dan memilih strategi bertahan sambil mengandalkan serangan balik cepat. Namun rencana tersebut kandas oleh pressing ketat lini tengah Vietnam. Menit ke-12, Nguyen Quang Hai melepaskan tendangan bebas yang masih bisa ditepis kiper Malaysia. Dua menit kemudian, giliran Tien Linh yang mengancam lewat sundulan, namun bola masih melambung tipis di atas mistar gawang.
Tekanan berbuah hasil pada menit ke-38. Sepak pojok pendek dieksekusi apik oleh Nguyen Quang Hai yang kemudian menerima bola kembali dan mengirim umpan silang mendatar. Nguyen Tien Linh yang bergerak bebas di kotak penalti menyambutnya dengan first-time shot ke pojok bawah gawang. Gol ini lahir dari assist Quang Hai dan membuat skor berubah menjadi 1-0, sekaligus mengubah peta permainan. Malaysia terpaksa keluar dari zona nyaman dan mulai membuka permainan.
Jelang turun minum, VAR sempat terlibat pada menit ke-44 ketika gol Malaysia dianulir karena offside setelah pemeriksaan panjang. Keputusan itu sempat memicu protes keras pemain Malaysia, dan wasit mengeluarkan kartu kuning untuk salah satu pemain tengah mereka. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.
Babak Kedua: Serangan Balik Mematikan
Memasuki babak kedua, Malaysia meningkatkan intensitas dan sempat menguasai bola selama sepuluh menit awal. Formasi 4-3-3 mereka berubah menjadi 4-2-3-1 dengan tambahan penyerang sayap untuk menekan lini pertahanan tiga bek Vietnam. Peluang terbaik Malaysia datang pada menit ke-58 ketika tembakan jarak jauh pemain sayapnya masih membentur tiang gawang.
Vietnam menjawab dengan cara paling efisien: serangan balik. Menit ke-71, umpan terobosan panjang dari bek tengah diterima oleh Pham Tuan Hai yang lolos dari jebakan offside berkat timing lari yang sempurna. Dengan satu sentuhan kontrol, ia menaklukkan kiper Malaysia lewat tembakan datar ke tiang dekat. Assist dicatat untuk bek tengah yang membaca pergerakan lawan dengan sempurna. Skor menjadi 2-0 dan Malaysia semakin kehilangan harapan.
Gol kedua itu praktis mematikan perlawanan Harimau Malaya. Sisa pertandingan diwarnai upaya Malaysia membangun serangan, namun disiplin lini belakang Vietnam dengan tiga bek plus dua wing-back yang rajin turun membantu pertahanan membuat clean sheet kedua bagi kiper Vietnam di turnamen ini. Kartu kuning kedua untuk Malaysia datang pada menit ke-83 setelah pelanggaran keras di tengah lapangan.
Kami tahu Malaysia akan menekan di babak kedua. Para pemain menjalankan instruksi dengan sempurna, bertahan dengan kompak dan menyerang di waktu yang tepat. Ini kemenangan tim, bukan kemenangan individu, ujar pelatih Vietnam usai laga.
Rekor Final dan Modal Menuju Partai Puncak
Kemenangan ini membawa Vietnam menembus final Piala AFF untuk keenam kalinya dalam sejarah, menyamai rekor Timnas Indonesia yang juga telah enam kali tampil di partai puncak. Dari enam final tersebut, Vietnam telah memenangi dua gelar dan kini berpeluang menambah koleksi trofi ketiga mereka. Catatan ini menegaskan posisi Vietnam sebagai salah satu raksasa Asia Tenggara dalam dua dekade terakhir.
Perjalanan Vietnam menuju final terbilang impresif. Mereka lolos dari fase grup dengan raihan bersih, dan di babak semifinal hanya kebobolan satu gol dalam dua leg. Lini pertahanan yang kokoh berpadu dengan ketajaman lini serang yang mencetak rata-rata dua gol per laga menjadi senjata utama menjelang partai puncak.
Menanti di final adalah lawan yang akan ditentukan dari semifinal lainnya. Yang jelas, dengan kepercayaan diri yang sedang tinggi, performa starting XI yang konsisten, dan keunggulan taktik sang pelatih, Vietnam pantas diunggulkan. Namun rekor melawan calon lawan tetap menjadi bahan evaluasi, sebab sejarah mencatat pertandingan puncak selalu punya dinamika yang berbeda.
Satu hal yang pasti, final keenam Vietnam akan menjadi panggung pembuktian apakah mereka mampu mengubah raihan dua gelar menjadi tiga, sekaligus menegaskan status mereka sejajar dengan catatan terbaik yang pernah dibuat Indonesia di kompetisi paling bergengsi Asia Tenggara ini.
Comments (0)