Vietnam Juara SEA V Cup 2026 Leg 2 Setelah Lima Set Dramatis
Skor akhir 3–2 (25–23, 22–25, 25–20, 23–25, 15–13) memastikan Vietnam mengangkat trofi Leg Kedua SEA V Cup 2026 setelah menundukkan Thailand dalam pertarungan lima set yang mendebarkan. Di...
Skor akhir 3–2 (25–23, 22–25, 25–20, 23–25, 15–13) memastikan Vietnam mengangkat trofi Leg Kedua SEA V Cup 2026 setelah menundukkan Thailand dalam pertarungan lima set yang mendebarkan. Di hadapan lebih dari 5.000 pasang mata di Phu Tho Indoor Stadium, kedua tim saling jual beli set dan tidak ada yang unggul lebih dari tiga poin pada set penentuan. Kemenangan ini menjadi jawaban sempurna bagi Vietnam setelah sebelumnya gagal di leg pertama, sekaligus menyamakan rekor pertemuan tahunan menjadi 2–2.
Sejak peluit pertama, tensi langsung terasa. Vietnam mengandalkan formasi 5‑1 dengan kapten Nguyen Tien Phong sebagai ujung tombak, sementara Thailand merespons lewat rotasi cepat di lini depan. Tran Duc Anh, setter andalan tuan rumah, menjadi otak serangan dengan mencatatkan 38 assist sepanjang laga. Thailand justru unggul dalam spike points (61–58), namun gagal menjaga konsistensi di momen kritis.
Set Satu dan Dua: Duel Ketat yang Hanya Dipisahkan Dua Angka
Menit ke‑12 set pertama, Nguyen Tien Phong melepaskan pipe attack yang menembus blok ganda Thailand, menyamakan kedudukan menjadi 14–14. Kejar-mengejar angka terus terjadi hingga kedudukan 23–23. Di sinilah keberanian Le Quang Hai membuahkan hasil. Middle blocker setinggi 198 cm itu sukses mendaratkan blok solo terhadap quick spike Somchai Khamsing, memberi Vietnam set point. Servis menyilang dari pemain Thailand berikutnya gagal diterima dengan sempurna, sehingga Vietnam menutup set pertama 25–23. Thailand sebenarnya mencatat efektivitas penerimaan 48% pada set ini, tetapi dua kesalahan servis terbukti mahal.
Set kedua menampilkan wajah berbeda. Thailand mengubah pola serangan dengan memperbanyak back-row spike untuk memancing blok lemah di posisi 2. Menit ke‑18, outside hitter muda Panya Seelarat membukukan angka ke‑17 bagi Thailand lewat cross-court smash yang membersihkan area pertahanan Vietnam. Walau Vietnam menyamakan skor menjadi 22–22, dua blok beruntun dari middle blocker Thailand menutup set 25–22. Statistik menunjukkan Vietnam hanya mencatat 31% spike on target pada set ini, berbanding terbalik dengan akurasi Thailand yang mencapai 52%.
Set Tiga dan Empat: Momentum Berganti, Blok Vietnam Berbicara
Memasuki set ketiga, pelatih Vietnam menarik mundur formasi menjadi lebih bertahan. Libero Pham Minh Tuan mendominasi area belakang dengan delapan dig sempurna yang menghidupkan serangan balik cepat. Menit ke‑11, Tran Duc Anh mengejutkan Thailand dengan dumping ball yang mendarat kosong di zona depan—sebuah assist yang berubah menjadi poin. Momentum itu memicu laju 5–0 bagi Vietnam hingga memimpin 18–13. Meski Thailand sempat mendekat 20–18, tiga ace serve dari Nguyen Tien Phong dalam enam rally terakhir mengunci set dengan skor 25–20. Vietnam mencatat 42% penguasaan bola berdasarkan durasi reli dan membalikkan tekanan lewat blok yang totalnya mencapai empat poin di set ini.
Thailand bangkit di set keempat dengan kembali mengoptimalkan quick spikes dari tengah. Middle blocker veteran Kittipong Suksom menjadi mimpi buruk dengan lima kill block sepanjang set, termasuk dua di momen kritis menjelang akhir. Kedudukan sempat imbang 19–19, tetapi Panya Seelarat kembali tampil sebagai pembeda, membukukan ace pada menit ke‑27 dan memaksa tie‑break lewat skor 25–23. Thailand mencatat dominasi blok 6–1 pada set ini, sementara Vietnam justru kehilangan 12 poin dari unforced error—angka tertinggi sepanjang pertandingan.
Set Penentuan: Lima Belas Poin Penuh Drama di Bawah Tekanan
Set kelima dibuka dengan jual beli servis agresif. Vietnam kembali mengembalikan formasi 5‑1 dengan Nguyen Tien Phong di depan. Menit ke‑3, blok tunggal Le Quang Hai atas spike keras Kittipong membawa Vietnam unggul 5–4. Thailand menyamakan menjadi 7–7, lalu 10–10 melalui pipe attack cepat. Namun, momen krusial terjadi pada kedudukan 12–12. Tran Duc Anh melakukan jump float serve yang memaksa Thailand melakukan overpass. Bola liar itu langsung dituntaskan oleh Nguyen Tien Phong menjadi kill keras yang membuat pendukung tuan rumah berdiri. Thailand meminta time-out pada skor 14–13, tetapi kesalahan servis dari Panya pada rally berikutnya langsung menyegel kemenangan Vietnam. Skor 15–13. Nguyen Tien Phong total membukukan 22 poin (19 spike, 2 ace, 1 blok) dan dinobatkan sebagai Most Valuable Player di laga puncak.
“Saya hanya meminta mereka tetap tenang saat tertinggal 1–2. Kami tahu Thailand akan lengah di satu momen, dan itulah yang terjadi di poin‑poin akhir. Kredit untuk seluruh pemain, terutama Tran dan Le yang menjaga ritme blok,” ujar pelatih kepala Vietnam, Nguyen Hoang Phuc, seusai pertandingan.
Kemenangan dramatis ini melengkapi data statistik yang menunjukkan keseimbangan pertandingan: Vietnam unggul tipis dalam reception efficiency 42%–38% dan serve errors Thailand mencapai 11 kali dibanding 7 dari Vietnam. Total durasi pertandingan mencapai 118 menit, menjadikannya salah satu final SEA V Cup terpanjang dalam lima edisi terakhir. Vietnam pun pulang dengan piala sekaligus kepercayaan diri menuju babak berikutnya.
Comments (0)