Veda Ega Pratama Tampil Memukau, Start Kelima di Moto3 Amerika

Malam Sabtu (28/03/2026) WIB, Sirkuit of the Americas (COTA) di Austin menjadi panggung terbaik Veda Ega Pratama sejauh ini di musim 2026. Pembalap muda Honda Team Asia itu menutup sesi kualifikasi Mo...

Aug 24, 2026 - 11:09
0 0
Veda Ega Pratama Tampil Memukau, Start Kelima di Moto3 Amerika

Malam Sabtu (28/03/2026) WIB, Sirkuit of the Americas (COTA) di Austin menjadi panggung terbaik Veda Ega Pratama sejauh ini di musim 2026. Pembalap muda Honda Team Asia itu menutup sesi kualifikasi Moto3 Grand Prix of the Americas dengan catatan waktu 2:13.104 detik dan mengunci posisi start kelima untuk balapan hari Minggu. Yang lebih istimewa, ia pulang sebagai rookie tercepat, meninggalkan sejumlah nama besar di belakangnya.

Drama Dua Babak Kualifikasi

Kualifikasi di COTA tidak pernah mudah. Trek sepanjang 5,5 kilometer dengan 20 tikungan ini menuntut presisi pengereman sekaligus keberanian memotong apex. Veda memulai petualangan dari Q1 dan langsung menunjukkan intensitas tinggi. Menit ke-11 dari sesi berdurasi 15 menit, ia melepas flying lap yang mencatat 2:13.421 dan sesaat duduk di puncak klasemen.

Tekanan datang pada lima menit terakhir ketika hampir semua pesaing keluar pit secara bersamaan memburu slipstream. Veda menjawab dengan lap penutup yang lebih bersih: 2:13.297. Waktu itu tak tersentuh sampai bendera kotak-kotak berkibar dan mengantarnya lolos ke Q2 sebagai salah satu duet tercepat babak pertama. Momentum pun sepenuhnya berpihak padanya.

Anatomi Flying Lap Terbaik

Di Q2, level persaingan melompat drastis. Veda butuh beberapa putaran untuk membaca ritme di tengah lalu lintas padat, namun pada lap kesembilan dari total 12 lap yang dia tempuh, semuanya menyatu sempurna. Sektor pertama yang menanjak menuju tikungan Turn 1 diselesaikan dengan titik pengereman super telat. Sektor kedua di area stadium ia lalui dengan garis racing minim deviasi, sementara kombinasi eses cepat di sektor tiga dituntaskan dengan throttle penuh percaya diri.

Hasilnya, telemetri mencatat kecepatan puncak 245,6 km/jam di lurusan belakang, angka tertinggi yang pernah ia raih sepanjang weekend. Catatan waktu 2:13.104 itu hanya tertinggal 0,284 detik dari pole position milik Maximo Quiles. Di grid, Veda akan dikelilingi nama-nama kelas berat seperti Ángel Piqueras dan Guido Pini, bukti bahwa ia kini benar-benar berada di zona elit.

Kurva Naik yang Konsisten

Performa kualifikasi ini bukan kejadian sekali jalan. Sepanjang sesi latihan bebas, grafik Veda terus menanjak: urutan ke-16 di FP1, naik ke posisi 10 di FP2, lalu merapat ke peringkat tujuh pada FP3. Pola seperti itu mencerminkan proses adaptasi yang sehat terhadap karakter sirkuit semi-permanen ini, terutama soal manajemen ban depan yang menjadi kunci utama di COTA.

Bagi proyek Honda Team Asia yang memang fokus mencetak pembalap elite Asia, hasil malam ini adalah validasi nyata. Veda tampil tenang di bawah tekanan, komunikasinya dengan pit wall berjalan efektif, dan yang terpenting, ia mampu mengekstraksi potensi maksimal dari mesin RC250GP pada satu lap terbaik, keterampilan wajib seorang kualifikator kelas dunia.

Prospek Hari Balapan

Balapan 16 lap digelar Minggu malam WIB dengan prediksi grup depan yang super rapat. Delapan pembalap teratas tertutup rentang kurang dari setengah detik, artinya slipstream di lurusan panjang bakal menjadi senjata utama. Start dari P5 memberi Veda posisi ideal: cukup depan untuk ikut dalam kereta juara, cukup aman dari risiko insiden pada lap-lap pembuka.

Strategi ban juga akan menentukan arah pertandingan. Sebagian rival diduga memilih kompon lunak untuk serangan instan, sementara Veda dan tim tampaknya lebih nyaman dengan opsi medium yang unggul di fase akhir. Jika ritme balapannya di sesi latihan bisa diterjemahkan ke lintasan, podium bukan lagi sekadar fantasi. Satu hal pasti: mata pecinta MotoGP Indonesia akan terpaku pada layar ketika lampu start padam di Texas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User