Garuda Pertiwi Juara Srikandi Merdeka Cup 2026 Usai Tekuk Thailand

Antrean panjang yang mengular sejak sore hari di depan gerbang Supersoccer Arena, Kudus, berbuah tontonan yang layak. Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Garuda Pertiwi atas Thailand di partai final Srika...

Aug 24, 2026 - 11:54
0 0
Garuda Pertiwi Juara Srikandi Merdeka Cup 2026 Usai Tekuk Thailand

Antrean panjang yang mengular sejak sore hari di depan gerbang Supersoccer Arena, Kudus, berbuah tontonan yang layak. Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Garuda Pertiwi atas Thailand di partai final Srikandi Merdeka Cup 2026 persembahan Caffino, Minggu (23/8/2026) malam. Gol penentu lahir dramatis pada menit ke-87 lewat sundulan Zahra Putri Arifah memanfaatkan assist Viny Silfianus dari sisi kanan. Atmosfer yang membara sepanjang 90 menit lebih membuktikan antrean para penonton tidak sia-sia.

Babak Pertama: Formasi 4-3-3 dan Gol Pembuka

Garuda Pertiwi membuka laga dengan formasi 4-3-3, berbeda dari skema 4-2-3-1 yang dipilih Thailand. Pelatih tuan rumah memakai starting XI dengan tiga gelandang murni untuk memenangkan duel lini tengah sejak awal. Strategi itu langsung membuahkan hasil pada menit ke-23: Zahra Putri Arifah melepaskan tembakan first time dari dalam kotak penalti setelah menerima umpan terobosan Viny Silfianus. Bola meluncur deras ke pojok kiri bawah gawang Kanokwan. Gol! Supersoccer Arena pecah. Penguasaan bola Garuda Pertiwi di babak pertama tercatat 57 persen, dengan keunggulan 3-1 dalam shots on target.

Thailand tidak tinggal diam. Tim tamu mencoba keluar lewat sayap kiri mengandalkan kecepatan Chanida, namun offside berkali-kali memutus serangan mereka — tercatat tiga kali posisi offside pada 45 menit pertama. Kartu kuning pertama dikeluarkan wasit pada menit ke-28 untuk pelanggaran keras di tengah lapangan. Peluang emas Thailand hadir lewat tendangan bebas Siriporn pada menit ke-39, tetapi kiper Salsabila menepis bola ke atas mistar dengan refleks luar biasa.

Babak Kedua: Balasan Thailand, Drama VAR, dan Gol Penentu

Memasuki babak kedua, Thailand mengubah pola menjadi 4-4-2 untuk menambah daya gedor. Hasilnya hadir pada menit ke-58: Chanida menyambar umpan silang dari sayap kanan dan menuntaskannya dengan sundulan terarah ke pojok gawang. Skor imbang 1-1, dan catatan clean sheet yang dijaga Salsabila selama tiga laga sebelumnya akhirnya pecah di laga paling penting. Salsabila sempat melakukan tiga penyelamatan beruntun pada menit ke-63 hingga ke-66 saat Thailand menekan bertubi-tubi.

Menit ke-70, drama VAR mewarnai pertandingan. Tembakan jarak jauh Ratna Wulandari sempat membuat suporter bersorak, namun wasit menganulir gol setelah pengecekan menyatakan seorang pemain Garuda Pertiwi lebih dulu berada dalam posisi offside. Keputusan itu memicu protes keras dari bangku cadangan tuan rumah. Garuda Pertiwi tidak patah arang. Menit ke-87, umpan silang Viny Silfianus disambut sundulan Zahra yang melesat tak terjangkau Kanokwan. 2-1! Gol keduanya di final ini sekaligus melengkapi catatan hat-trick yang ia bukukan di semifinal melawan Myanmar.

“Kami bermain dengan hati di babak kedua. Anak-anak tidak panik saat kebobolan, tetap percaya pada pola permainan. Gol penentu itu buah kerja keras sepanjang pekan,” ujar pelatih Garuda Pertiwi seusai laga.

Statistik Akhir: Efisiensi Mengalahkan Dominasi

Catatan akhir pertandingan menunjukkan penguasaan bola Garuda Pertiwi 54 persen berbanding 46 persen untuk Thailand. Namun penentu kemenangan adalah efisiensi: Garuda Pertiwi melepaskan 14 tembakan dengan 6 shots on target dan mengonversi dua di antaranya, sementara Thailand hanya mencatatkan 3 shots on target dari 9 percobaan. Assist tercatat dua untuk Garuda Pertiwi, keduanya dari kaki Viny Silfianus yang layak dinobatkan sebagai pemain terbaik laga.

Dari sisi kedisiplinan, wasit mengeluarkan dua kartu kuning untuk Garuda Pertiwi dan satu kartu kuning untuk Thailand. Tidak ada kartu merah sepanjang pertandingan, meski tensi sempat meninggi di menit-menit akhir ketika pemain Thailand menjatuhkan Zahra di kotak penalti. VAR meninjau insiden tersebut, namun memutuskan tidak ada pelanggaran — keputusan yang masih menjadi perdebatan hingga peluit panjang berbunyi.

Gelar Perdana dan Makna Antrean Suporter

Kemenangan ini menjadi gelar pertama Garuda Pertiwi di ajang Srikandi Merdeka Cup sejak turnamen digelar. Antrean panjang di Supersoccer Arena — sebagian penonton rela mengantre lebih dari satu jam — menjadi bukti animo publik Kudus terhadap sepak bola putri nasional. Panitia mencatat stadion terisi penuh dengan lebih dari 20 ribu penonton yang menyaksikan langsung momen bersejarah tersebut.

Bagi Thailand, kekalahan tipis ini menyisakan catatan positif: mereka tampil impresif di babak kedua dan nyaris memaksa laga berlanjut. Namun malam itu Supersoccer Arena milik Garuda Pertiwi. Piala diangkat, selebrasi meledak, dan satu halaman baru tertulis dalam statistik sepak bola putri Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User