Veda Ega Pratama Incar Start Depan di Moto3 Mandalika 2026

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menargetkan posisi start yang lebih baik pada seri Moto3 Mandalika 2026. Ambisi ini muncul setelah ia menilai bahwa performa kualifikasi menjadi kunci untuk ...

Oct 08, 2026 - 07:54
0 0
Veda Ega Pratama Incar Start Depan di Moto3 Mandalika 2026

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menargetkan posisi start yang lebih baik pada seri Moto3 Mandalika 2026. Ambisi ini muncul setelah ia menilai bahwa performa kualifikasi menjadi kunci untuk membuka peluang meraih hasil kompetitif di balapan kandang.

Veda menyadari bahwa memulai balapan dari baris depan akan memberikan keuntungan taktis yang signifikan, terutama di sirkuit Mandalika yang memiliki karakteristik teknis menantang. "Start di depan itu penting, apalagi di Mandalika. Kami bisa mengontrol ritme dan menghindari risiko tabrakan di tikungan awal," ujarnya.

Evaluasi Seri Sebelumnya: Kualifikasi Jadi Titik Lemah

Dalam beberapa seri terakhir, Veda kerap kesulitan menembus posisi 10 besar saat sesi kualifikasi. Catatan statistik menunjukkan rata-rata posisi start-nya berada di luar 15 besar, yang membuat upaya menembus poin menjadi lebih berat. Pada balapan sebelumnya, ia bahkan harus memulai dari posisi ke-18 dan hanya mampu finis di urutan ke-14 dengan catatan waktu terbaik 1 menit 35,2 detik.

Manajer tim mengakui bahwa performa satu lap cepat menjadi fokus perbaikan. "Kami sudah menganalisis data dari dua seri terakhir. Kecepatan satu lap Veda sebenarnya kompetitif, tetapi konsistensi di sektor ketiga masih perlu ditingkatkan," jelasnya.

"Target kami jelas: Veda harus masuk lima besar di kualifikasi. Kalau start dari baris kedua atau ketiga, peluang finis di podium terbuka lebar," tambahnya.

Karakter Sirkuit Mandalika dan Strategi Balapan

Sirkuit Mandalika memiliki panjang 4,3 km dengan 17 tikungan. Trek ini dikenal memiliki sektor lurus panjang yang membutuhkan power mesin, namun juga tikungan cepat yang menguji keberanian pembalap. Data dari musim lalu menunjukkan bahwa penguasaan bola alias dominasi di tikungan 1 dan tikungan 10 menjadi faktor penentu hasil akhir.

Veda berencana memaksimalkan sesi latihan bebas untuk mencari setelan motor yang pas. Ia menyebut bahwa keseimbangan antara cengkeraman ban depan dan stabilitas saat pengereman menjadi prioritas. "Di Mandalika, pengereman keras di tikungan 1 dan 2 bisa bikin ban depan cepat aus. Kami butuh setelan yang ramah ban," paparnya.

Strategi lain yang disiapkan adalah memanfaatkan slipstream di trek lurus utama. Dengan kecepatan puncak yang bisa mencapai 240 km/jam, posisi start di depan memungkinkan Veda menghindari kekacauan di rombongan tengah. "Kalau start dari belakang, kita bisa terjebak di kerumunan dan kehilangan waktu. Itu yang ingin kami hindari," tegasnya.

Dukungan Suporter dan Tekanan Kandang

Balapan di Mandalika selalu menghadirkan atmosfer luar biasa. Ribuan suporter diperkirakan memadati tribun, memberikan dukungan langsung bagi pembalap tuan rumah. Tekanan ini diakui Veda sebagai pedang bermata dua. "Dukungan mereka menambah semangat, tapi juga tanggung jawab besar. Saya harus tetap tenang dan fokus pada balapan," ujarnya.

Secara statistik, pembalap yang start dari posisi 1 hingga 5 di Mandalika memiliki peluang finis di podium sebesar 60 persen berdasarkan data tiga musim terakhir. Sebaliknya, start dari posisi 10 ke bawah hanya menghasilkan peluang podium di bawah 15 persen. Angka ini menjadi dasar mengapa Veda dan timnya menempatkan kualifikasi sebagai misi utama.

Dengan persiapan matang dan target jelas, Veda Ega Pratama bertekad mengubah nasib di hadapan pendukung sendiri. Jika mampu mewujudkan start dari baris depan, bukan tidak mungkin ia mencetak sejarah baru bagi motorsport Indonesia di panggung dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User