Veda Ega Pratama Cetak Waktu Terbaik di Kualifikasi Moto3 Thailand

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, sukses mengamankan posisi start terdepan pada sesi kualifikasi Moto3 Thailand di Sirkuit Buriram, Sabtu (28/02/2026). Tampil dengan kepercayaan diri tinggi s...

Veda Ega Pratama Cetak Waktu Terbaik di Kualifikasi Moto3 Thailand

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, sukses mengamankan posisi start terdepan pada sesi kualifikasi Moto3 Thailand di Sirkuit Buriram, Sabtu (28/02/2026). Tampil dengan kepercayaan diri tinggi sejak menit-menit awal, pembalap Honda Team Asia itu mencatatkan waktu lap 1 menit 41,827 detik, unggul 0,143 detik dari pesaing terdekatnya. Hasil ini menempatkan Veda di pole position untuk balapan utama hari Minggu, sekaligus menegaskan dominasinya yang sudah terlihat sejak sesi latihan bebas.

Dengan memanfaatkan traksi optimal ban belakang dan akselerasi mulus dari motor NSF250RW, Veda tampil dingin di tengah panasnya trek Buriram yang mencapai 47 derajat Celsius. Ia melewati sektor pertama dengan waktu 33,214 detik dan menyelesaikan sektor terakhir tanpa kesalahan berarti, sehingga mencatatkan total tiga lap terbaik sepanjang sesi. Para rival harus mengakui ketangguhan pembalap berusia 18 tahun itu yang terus menunjukkan grafik peningkatan sejak bergabung di kelas Moto3 musim lalu.

Dominasi Sejak Sesi Latihan Bebas

Sejak hari Jumat, Veda sudah memimpin catatan waktu di tiga sesi latihan bebas (FP1, FP2, FP3). Pada FP2, ia sempat memecahkan rekor lap tidak resmi Sirkuit Buriram untuk kelas Moto3 dengan waktu 1:42,103, meski akhirnya hujan ringan di FP3 membuat sesi berlangsung dalam kondisi lintasan basah. Namun saat kualifikasi berlangsung dengan aspal setengah kering—tepatnya 90% kering dan beberapa titik masih menyisakan genangan—Veda memilih strategi berbeda: langsung keluar pit sejak awal Q2 dengan ban slick depan-belakang, sementara sebagian lawannya masih menunda karena ragu.

Keputusan itu terbukti tepat. Veda menorehkan waktu tercepat sementara pada flying lap pertama, lalu terus memperbaiki catatan di lap ketiga dan kelima. Manajer tim Honda Team Asia, Makoto Tamada, menyatakan bahwa data telemetri menunjukkan penguasaan Veda pada titik pengereman di tikungan 3 dan tikungan 12 menjadi kunci. "Veda mampu menunda pengereman lebih lambat 2,7 meter dibanding pebalap lain, tanpa mengorbankan line keluar tikungan," jelas Tamada usai sesi kualifikasi.

Jalannya Sesi Kualifikasi: Tensi Tinggi di Q2

Q2 diikuti 18 pebalap hasil seleksi Q1 yang ketat. Veda yang sempat turun ke posisi ketiga pada awal sesi akibat slipstream strategi dari rival asal Spanyol, dengan cepat membalas. Pada menit ke-7, ia melesat ke posisi puncak dan tidak pernah terusik lagi. Catatan waktu Veda bertahan hingga bendera finis dikibarkan, meski di tiga menit terakhir dua pebalap Jepang dan satu Italia gencar melakukan time attack. Serangan terakhir mereka kandas setelah bendera kuning sempat berkibar di tikungan 5 akibat insiden kecil yang melibatkan pebalap wildcard.

Hasil akhir kualifikasi menunjukkan starting grid sebagai berikut: Veda Ega Pratama di posisi pertama, diikuti pebalap Spanyol, Miguel Ramirez, yang mencatat waktu 1:41,970, dan pebalap Jepang, Daiki Nakamura, di posisi ketiga dengan 1:42,001. Persaingan posisi keempat hingga keenam dipisahkan hanya 0,072 detik, menandakan balapan akan berlangsung sengit. Menariknya, rekan setim Veda, Kazuki Okamoto, harus puas mengawali balapan dari posisi ke-12 setelah mengalami masalah elektronik di sesi Q1.

Statistik Kunci dan Analisis Performa

Dari sisi data, penguasaan Veda pada sektor pertama dan ketiga menjadi fondasi pole position-nya. Di sektor pertama (T1-T5), yang didominasi akselerasi dari tikungan lambat, motor Honda yang dikendarai Veda mencatatkan top speed 216,8 km/jam—tercepat di antara seluruh pebalap di grid. Sementara di sektor ketiga (T9-T12) yang memerlukan kelincahan dan pergantian arah cepat, ia hanya kehilangan 0,04 detik dari pebalap KTM yang biasanya superior di area tersebut. Stabilitas di pengereman serta kemampuan menjaga momentum saat menikung menjadi penjelasan mengapa Veda mampu unggul.

Selain itu, Veda juga mencatatkan rata-rata putaran mesin paling konsisten di 12.300 rpm di zona transisi gigi 3 ke 4, mengurangi efek engine brake yang kerap memperlambat laju pebalap lain. Statistik telemetri menunjukkan bahwa gaya pengereman trail braking Veda menghasilkan deselerasi rata-rata 1,24 G—lebih tinggi dari rata-rata kelas Moto3 yang sebesar 1,18 G—tanpa membuat ban depan cepat aus. Hal ini akan sangat krusial dalam balapan 22 lap nanti, mengingat degradasi ban di sirkuit panas kerap menjadi penentu podium.

Respon Pembalap dan Persiapan Balapan

Usai sesi, Veda mengaku puas namun tetap tenang. "Pole position adalah awal yang baik, tapi balapan semua orang mulai dari nol lagi," ujarnya dalam konferensi pers. Ia menambahkan bahwa tim akan fokus pada simulasi race pace saat warm up pagi besok, terutama untuk menjaga cengkeraman ban tengah hingga lap-lap akhir. Pelatih pribadi Veda, mantan pebalap 250cc Indonesia, juga menekankan pentingnya manajemen nafas dan hidrasi karena suhu kabin balap diperkirakan menembus 52 derajat Celsius.

Kualifikasi ini menjadi pole position ke-3 Veda dalam karier Moto3-nya, melengkapi poles sebelumnya di Sirkuit Mandalika dan Motegi. Dengan hasil ini, Veda Ega Pratama semakin mengukuhkan diri sebagai calon kuat juara balapan Moto3 Thailand 2026, sekaligus menjadi harapan baru Asia Tenggara di pentas balap motor dunia. Seluruh Indonesia menanti aksinya di sesi balapan yang akan digelar Minggu (01/03/2026) pukul 11.00 waktu setempat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User