VAR Batalkan Gol Coady, Derby Merseyside Berakhir Imbang 0-0
Skor akhir 0-0 terasa seperti hasil yang paling adil sekaligus paling menyakitkan bagi tuan rumah. Pada derby Merseyside yang digelar di Goodison Park, Sabtu (3/9/2022), Everton nyaris mencuri kemenan...
Skor akhir 0-0 terasa seperti hasil yang paling adil sekaligus paling menyakitkan bagi tuan rumah. Pada derby Merseyside yang digelar di Goodison Park, Sabtu (3/9/2022), Everton nyaris mencuri kemenangan lewat gol Conor Coady pada menit ke-69 — sebelum Video Assistant Referee (VAR) turun tangan dan memutuskan gol itu batal karena offside dalam proses build-up. The Toffees harus puas dengan satu poin, sementara Liverpool kembali kehilangan poin di awal musim yang penuh inkonsistensi.
Babak Pertama: Liverpool Menguasai Bola, Everton Menutup Ruang
Starting XI Liverpool versi Jürgen Klopp memakai formasi 4-3-3 khasnya: Alisson di bawah mistar, lini belakang Alexander-Arnold, Gomez, Van Dijk, dan Milner; trio tengah Fabinho, Henderson, dan Elliott; serta trisula Salah, Firmino, dan Díaz di depan. Di sisi lain, Frank Lampard memilih 3-4-3 yang lebih pragmatis dengan tiga bek tengah Coady, Tarkowski, dan Mina, wing-back Patterson serta Mykolenko, plus motor lini tengah Gueye, Onana, dan Iwobi, dengan Gray, Maupay, dan Gordon di lini depan.
Sejak peluit awal, penguasaan bola didominasi tim tamu. Catatan akhir menunjukkan Liverpool memegang bola 63 persen sepanjang laga, tetapi dominasi itu nyaris tanpa gigitan. Menit ke-12, kombinasi satu-dua Salah dan Alexander-Arnold di sisi kanan menghasilkan umpan silang pertama, namun Tarkowski sigap memblok tembakan Firmino. Everton justru lebih berbahaya lewat serangan balik cepat: pada menit ke-23, Gordon melepaskan tendangan dari sudut sempit yang masih bisa ditepis Alisson — itu menjadi salah satu dari tiga shots on target tuan rumah di babak pertama.
Liverpool membalas lewat tendangan bebas Alexander-Arnold pada menit ke-31 yang melengkung ke sudut atas, tetapi Pickford terbang sempurna. Clean sheet kiper Inggris itu menjadi bukti solidnya lini belakang tuan rumah menahan gempuran The Reds. Hingga turun minum, skor tetap 0-0 dengan kartu kuning untuk Gueye dan Van Dijk akibat duel-duel keras di tengah lapangan.
Drama VAR di Menit ke-69
Babak kedua berjalan lebih terbuka, dan momen yang ditunggu publik Goodison Park akhirnya tiba. Menit ke-69, Everton mendapat tendangan bebas dari sisi kanan. Bola dilayangkan ke kotak penalti, Tarkowski memenangkan duel udara dan menyundul bola ke arah gawang. Coady, yang berdiri tepat di mulut gawang, menyambar bola dengan kaki kiri dan mengoyak jala Alisson. Goodison Park meledak — para pendukung Biru merayakan seolah itu gol penentu kemenangan.
Namun, wasit segera menerima panggilan dari ruang VAR. Pemeriksaan berlangsung beberapa menit dan hasilnya pahit: dalam proses build-up, Demarai Gray yang terlibat dalam fase serangan berada dalam posisi offside sebelum Tarkowski menyundul. Gol dianulir, euforia berubah menjadi kemarahan, dan siulan memenuhi stadion. Ini menjadi pengingat betapa kecilnya margin dalam sepak bola modern — keputusan VAR kembali menjadi sorotan di laga bertajuk derby.
Setelah gol yang dibatalkan itu, Liverpool mencoba menekan lagi. Menit ke-79, Díaz melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang masih melambung tipis di atas mistar. Di kubu tuan rumah, Maupay nyaris mengeksploitasi kesalahan komunikasi antara Gomez dan Alisson pada menit ke-84, namun bek asal Spanyol itu kembali lebih cepat. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor akhir 0-0 bertahan.
Analisis Taktik dan Pemain Kunci
Statistik akhir berbicara banyak. Penguasaan bola Liverpool 63 persen berbanding 37 persen milik Everton, tetapi dari sisi shots on target justru tuan rumah unggul 4-3. The Reds melepaskan total 14 tembakan dengan hanya tiga yang mengarah tepat sasaran — angka yang menegaskan masalah klinis Liverpool di lini depan musim ini. Sebaliknya, Everton tampil efisien dengan delapan percobaan dan nyaris mencuri tiga poin.
Pemain kunci tuan rumah tidak lain adalah Amadou Onana. Gelandang muda Belgia itu menjadi pembeda di lini tengah: sapuan bersih yang konsisten, tekel-tekel penting, dan akurasi umpan tinggi membuat lini tengah Liverpool kewalahan membangun serangan dari tengah. Di sisi lain, Mohamed Salah kembali gagal mencatatkan namanya di papan skor — ia hanya melepaskan satu tembakan ke arah gawang sepanjang 90 menit, jauh dari standar terbaiknya.
"Pemain saya luar biasa hari ini. Mereka bertarung untuk setiap bola dan nyaris mendapatkan kemenangan yang pantas. Keputusan VAR berada di luar kendali kami, tetapi saya bangga dengan semangat tim," ujar Frank Lampard usai laga. Sementara itu, Jürgen Klopp mengakui timnya kurang tajam: "Kami dominan, tetapi dominasi tanpa gol tidak pernah cukup di laga seperti ini."
Dengan hasil ini, Everton menambah satu poin berharga untuk menjaga jarak dari zona merah, sementara Liverpool kembali kehilangan poin dalam perburuan papan atas. Derby Merseyside kali ini tidak melahirkan pemenang, tetapi melahirkan pertanyaan besar: akankah VAR terus menjadi mimpi buruk bagi Everton, dan akankah lini depan Liverpool segera menemukan ketajamannya? Satu hal yang pasti — Goodison Park belum pernah sepanas ini sejak lama.
Comments (0)