Uji Ilmu Kebal Berujung Petaka, Remaja Magelang Minta Dibacok Teman Sendiri

Seorang pelajar di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, harus menelan pil pahit setelah permintaannya untuk dibacok dalam rangka membuktikan ilmu kekebalan berakhir dengan luka parah. Remaja berinisial E

Jul 08, 2026 - 19:19
0 0
Uji Ilmu Kebal Berujung Petaka, Remaja Magelang Minta Dibacok Teman Sendiri

Seorang pelajar di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, harus menelan pil pahit setelah permintaannya untuk dibacok dalam rangka membuktikan ilmu kekebalan berakhir dengan luka parah. Remaja berinisial ETH (17), warga Kecamatan Dukun, justru terkapar setelah sahabatnya sendiri menghujamkan senjata tajam ke tubuhnya pada Senin dini hari (22/6) sekitar pukul 00.30 WIB.

Awalnya, ETH berusaha menutupi fakta memalukan ini dengan mengarang cerita bahwa dirinya menjadi korban serangan orang tak dikenal saat sedang berkendara bersama tiga rekannya. Namun, kebohongan itu tak bertahan lama setelah jajaran Satreskrim Polresta Magelang melakukan penyelidikan mendalam.

"Perlu kami sampaikan terkait informasi yang beredar, kejadian pembacokan di wilayah Dukun terjadi Senin (22/6) sekitar pukul 00.30 WIB. Semula korban ini menyampaikan kepada orang tua bahwa yang bersangkutan jadi korban pembacokan orang tidak dikenal," ungkap Wakasat Reskrim Polresta Magelang AKP Toyib Riyanto.

Dari hasil pemeriksaan, fakta mengejutkan terungkap. ETH secara sadar dan sukarela meminta salah satu temannya untuk menghujamkan senjata tajam ke tubuhnya. Motif di balik aksi nekat itu tak lain adalah untuk menguji ilmu kekebalan yang diyakininya. Sayangnya, keyakinan itu tak berbanding lurus dengan kenyataan fisik.

Alih-alih menunjukkan ketahanan tubuh luar biasa, ETH justru mengalami luka bacok serius yang mengharuskannya segera mendapat perawatan medis intensif. Kejadian ini sontak menjadi buah bibir di lingkungan sekitar dan menjadi peringatan keras akan bahaya mempercayai praktik-praktik ilmu kebal yang tak berdasar.

Pihak kepolisian masih mendalami lebih lanjut kronologi lengkap peristiwa tersebut, termasuk asal-usul keyakinan korban terhadap ilmu kekebalan yang ia klaim. Langkah ini diambil guna mencegah kejadian serupa terulang di kalangan remaja yang rentan terpengaruh hal-hal irasional.

Barang bukti berupa senjata tajam telah diamankan, sementara para saksi yang merupakan teman korban juga tengah dimintai keterangan. Kasus ini menjadi tamparan bagi masyarakat luas agar tidak mudah tergoda untuk membuktikan hal-hal supranatural dengan cara membahayakan nyawa sendiri.

Hingga kini, ETH masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan dan kondisinya terus dipantau oleh tim medis. Keluarga korban pun diminta untuk lebih ketat mengawasi pergaulan serta aktivitas anaknya di luar rumah.

Tim liputan Beritainti.com akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menghadirkan informasi terpercaya untuk Anda.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Editor Politik. Editor ringkasan kebijakan dan pemilu.

Comments (0)

User