Trump Jadwalkan Pertemuan dengan Zelensky dan Al-Sharaa di Sela KTT NATO, Upaya Akhiri Dua Perang Besar

Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump diagendakan menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa di sela-sela Konferensi Tingka

Jul 06, 2026 - 07:35
0 1
Trump Jadwalkan Pertemuan dengan Zelensky dan Al-Sharaa di Sela KTT NATO, Upaya Akhiri Dua Perang Besar

Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump diagendakan menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Turki. Pertemuan ini menjadi sorotan karena akan membahas dua konflik besar yang masih membara: perang di Ukraina dan krisis berkepanjangan di Suriah.

Menurut laporan AFP yang dikutip Beritainti.com, Senin (6/7/2026), jadwal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih, Anna Kelly, dalam taklimat telepon kepada wartawan. Pertemuan dijadwalkan berlangsung pada Rabu sore waktu setempat, bersamaan dengan hari pertama rangkaian KTT yang mempertemukan para pemimpin negara aliansi pertahanan Atlantik Utara itu.

"Pada Rabu sore, Presiden Trump akan berpartisipasi dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Zelensky dari Ukraina dan Presiden al-Sharaa dari Republik Arab Suriah," ujar Kelly.

Misi Ganda: Mengakhiri Dua Perang

Pertemuan ini menandai langkah diplomatik ganda yang jarang terjadi. Di satu sisi, Trump akan melanjutkan tekanan untuk mencapai gencatan senjata permanen di Ukraina setelah invasi Rusia yang telah berlangsung lebih dari empat tahun. Di sisi lain, ia akan menyoroti transisi politik di Suriah pasca-kejatuhan rezim Assad, di mana Ahmed al-Sharaa memimpin pemerintahan transisi yang masih rapuh.

Media kami memahami bahwa dalam pertemuan dengan Zelensky, Trump akan menekankan perlunya kerangka perdamaian yang realistis, termasuk kemungkinan pembagian wilayah sementara untuk menghentikan pertempuran. Sementara itu, dalam sesi dengan al-Sharaa, fokus akan diarahkan pada pengakuan internasional terhadap pemerintahan baru Suriah serta upaya rekonstruksi yang membutuhkan dukungan finansial dari negara-negara Barat.

KTT NATO di Turki: Panggung Diplomasi Baru

KTT NATO tahun ini digelar di Istanbul, Turki, yang secara geografis dan politik menjadi jembatan antara kawasan konflik. Pemilihan lokasi ini dinilai strategis mengingat peran Turki dalam negosiasi Ukraina-Rusia dan pengaruhnya di Suriah. Trump, yang sejak awal masa jabatannya berjanji mengakhiri perang, tampaknya ingin memanfaatkan momentum ini untuk mengamankan warisan diplomasi sebelum pemilu paruh waktu.

Namun, sejumlah pengamat meragukan pertemuan ini akan menghasilkan terobosan konkret. Kedua konflik memiliki dinamika yang sangat berbeda: Ukraina menghadapi agresi militer langsung dari Rusia, sementara Suriah bergulat dengan fragmentasi politik dan kehadiran milisi asing. Meski demikian, inisiatif Trump tampaknya ingin menunjukkan bahwa Amerika Serikat tetap menjadi aktor kunci dalam menyelesaikan krisis global—dan bahwa diplomasi langsung bisa menjadi kunci.

Pertemuan ini juga diharapkan dapat meredakan ketegangan di dalam NATO sendiri, di mana sejumlah anggota Eropa mendorong keterlibatan lebih besar di Ukraina, sementara Trump bersikeras pada pendekatan negosiasi. Dengan menggandeng al-Sharaa, Trump sekaligus mengirim sinyal bahwa stabilitas Timur Tengah tetap menjadi prioritas, meskipun fokus dunia banyak tertuju ke perang di Eropa Timur.

Belum ada pernyataan resmi dari pihak Ukraina maupun Suriah mengenai agenda spesifik yang akan mereka bawa ke meja perundingan. Namun, konfirmasi dari Gedung Putih ini menegaskan bahwa meskipun NATO secara institusional tidak terlibat langsung dalam konflik Ukraina maupun Suriah, forum ini tetap menjadi panggung penting untuk diplomasi tingkat tinggi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User