Trump Akan Temui Zelensky dan al-Sharaa di Sela KTT NATO, Ini Agendanya
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral penting dengan dua pemimpin negara yang tengah dilanda konflik, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Suriah
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral penting dengan dua pemimpin negara yang tengah dilanda konflik, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa. Pertemuan ini akan berlangsung di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Istanbul, Turki. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya diplomasi Washington untuk mendorong penyelesaian dua perang paling merusak yang masih berlangsung saat ini, yaitu invasi Rusia ke Ukraina dan krisis berkepanjangan di Suriah.
Konfirmasi agenda ini disampaikan langsung oleh Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih, Anna Kelly, dalam panggilan telepon dengan awak media. Kelly merinci waktu dan peserta pertemuan yang akan menjadi sorotan dunia itu.
Pada Rabu sore, Presiden Trump akan berpartisipasi dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Zelensky dari Ukraina dan Presiden al-Sharaa dari Republik Arab Suriah,
jelasnya sebagaimana dilaporkan oleh AFP dan dikutip media kami, Senin (6/7/2026). Dialog terpisah ini menjadi yang pertama bagi Trump dengan al-Sharaa sejak tokoh yang dulunya dikenal dengan nama Abu Mohammed al-Jolani itu mengambil alih kekuasaan di Damaskus, dan menjadi sinyal perubahan peta aliansi di Timur Tengah pasca-konflik.
Upaya Perdamaian Ukraina dan Masa Depan Suriah
Untuk kasus Ukraina, Trump diperkirakan akan kembali menekankan pentingnya gencatan senjata segera dan mendorong Kyiv menerima kerangka perundingan baru dengan Moskow. Sejak awal masa jabatannya, Trump konsisten mengkritik besarnya bantuan militer ke Ukraina dan berjanji mengakhiri perang dalam waktu singkat. Sementara itu, pertemuan dengan al-Sharaa diproyeksikan membahas pencabutan sanksi, rekonstruksi Suriah, serta komitmen Damaskus untuk tidak memberikan ruang bagi kelompok ekstremis. Bagi AS, al-Sharaa bisa menjadi mitra kunci untuk menstabilkan kawasan sekaligus menekan pengaruh Iran dan Rusia di Suriah.
KTT NATO di Istanbul sendiri merupakan momen bersejarah karena menandai pertama kalinya Turki menjadi tuan rumah forum aliansi militer itu. Pemilihan lokasi ini dipandang strategis mengingat posisi Ankara sebagai negara yang berbatasan langsung dengan zona konflik dan memiliki hubungan kompleks dengan seluruh pihak yang terlibat dalam kedua krisis. Kehadiran Trump di Istanbul dan pertemuan ganda ini sekaligus menjadi ujian bagi kepemimpinan global Amerika Serikat dalam menangani dinamika keamanan dunia yang masih sangat rapuh.
Comments (0)