Tiga Gim Sengit, Amri/Nita Tembus Semifinal di New Delhi
Gema sorakan suporter Indonesia bergaung di Indira Gandhi Arena ketika Nita menghujamkan smash penutup ke area pertahanan lawan. Skor akhir 21-18, 18-21, 21-15 — pasangan ganda campuran Amri/Nita re...
Gema sorakan suporter Indonesia bergaung di Indira Gandhi Arena ketika Nita menghujamkan smash penutup ke area pertahanan lawan. Skor akhir 21-18, 18-21, 21-15 — pasangan ganda campuran Amri/Nita resmi melaju ke babak semifinal BWF World Championships 2026 usai berjibaku selama 79 menit dalam laga perempat final yang digelar Jumat (21/8/2026) di New Delhi, India.
Kemenangan tersebut menjadikan Amri/Nita satu-satunya wakil Indonesia yang masih bertahan di kejuaraan dunia edisi kali ini. Mereka kini menanti hari-H, Sabtu (22/8/2026), untuk tampil di panggung empat besar dengan misi membawa pulang gelar juara dunia bagi bulutangkis Tanah Air.
Drama Tiga Game yang Menggetarkan
Laga pembuka berlangsung ketat sejak detik-detik awal. Amri/Nita sempat tertinggal 3-7 di gim pertama akibat beberapa kesalahan menerima servis. Namun keduanya bangkit lewat pola serangan belakang-depan yang tertata rapi — Amri memelintir permainan dari area belakang dengan drop shot dan smash silang, sementara Nita mendominasi jaring depan lewat kill yang tajam.
Titik balik datang saat kedudukan 11-12, ketika pasangan Indonesia mencetak lima poin beruntun berkat dua smash flat dan satu net kill. Gim pembuka pun ditutup 21-18.
Gim kedua menjadi kisah berbeda. Lawan mengubah ritme dengan tempo lebih cepat serta menekan sisi backhand Amri. Papan skor memanas hingga angka 18-19, sebelum dua kesalahan sendiri memaksa Amri/Nita menyerahkan gim dengan skor 18-21 dan menyeret laga ke rubber game.
Di gim penentuan, ketahanan mental pasangan Indonesia benar-benar teruji. Mereka unggul 11-8 saat istirahat antargim, lalu melesat hingga 17-10. Satu reli epik sepanjang 31 pukulan di fase krusial memompa moral keduanya sebelum poin penutup lahir dari smash keras Nita. Angka akhir 21-15.
Angka-Angka yang Bicara
Dari sisi statistik, dominasi Amri/Nita tergambar jelas. Keduanya mencatatkan 47 winner — terdiri atas 29 smash dan 18 poin dari net play — jauh meninggalkan 35 winner milik lawan. Efektivitas smash mereka mencapai 62 persen, dengan kecepatan smash tercepat malam itu tercatat 372 km/jam dari raket Amri.
Perolehan poin dari servis juga menjadi senjata ampuh. Sebanyak 14 poin lahir langsung dari pola servis pendek Nita yang memaksa lawan melakukan lift, membuka ruang tembakan bagi Amri di garis belakang. Sementara itu, jumlah unforced error pasangan Indonesia terkendali di angka 19, lebih ramping dibandingkan 28 milik oponen.
"Skenario tiga gim ini sudah kami siapkan sejak sesi latihan di Jakarta. Yang membuat kami bertahan adalah komunikasi dan saling percaya di lapangan," ungkap pelatih ganda campuran Indonesia seusai laga.
Rintangan Berat Menanti di Empat Besar
Jalan menuju final tidak akan mulus. Di babak semifinal, Amri/Nita dipastikan berhadapan dengan pasangan unggulan utama asal China yang melaju tanpa kekalahan sepanjang turnamen — tiga laga, tiga kemenangan straight game. Rekam jejak head-to-head keduanya pun belum berpihak pada Indonesia dengan statistik 1-3.
Namun performa musim ini memberi alasan untuk optimis. Amri/Nita tampil konsisten dengan win rate 71 persen dari 38 laga sepanjang 2026, termasuk satu gelar di turunan Super 750. Fleksibilitas formasi permainan mereka — bergantian antara serangan cepat dan pertahanan bertahan hidup — dinilai para analis mampu membongkar ritme pasangan China yang gemar bermain tempo tinggi.
Misi Terakhir Wakil Indonesia
Harapan Indonesia tidak sepenuhnya terpaku pada nomor ganda campuran, meski perjalanan rekan-rekan seperguruan telah berakhir lebih dulu. Di sektor tunggal putra, perwakilan Indonesia harus mengakui keunggulan lawannya lewat pertarungan tiga gim 21-16, 19-21, 21-23 — kekalahan pahit yang datang setelah unggul satu gim. Tunggal putri Indonesia pun tersingkir di babak 16 besar.
Kini seluruh perhatian tertuju pada Amri/Nita. Laga semifinal digelar Sabtu (22/8/2026) di Indira Gandhi Arena, New Delhi, dengan tiket final sebagai hadiah bagi sang pemenang. Apakah pasangan ini mampu menorehkan sejarah dan melengkapi trofi kejuaraan dunia di lemari prestasi bulutangkis Indonesia? Duel empat besar akhir pekan ini yang akan menjawabnya.
Comments (0)