Thailand vs Vietnam Leg Pertama Final Piala AFF: Skor, Statistik, Analisis

Skor akhir 2-2! Laga leg pertama final Piala AFF 2026 antara Thailand dan Vietnam di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, berakhir imbang dramatis setelah duel dua arah yang berjalan sengit. Dua kali Thai...

Aug 24, 2026 - 07:40
0 0
Thailand vs Vietnam Leg Pertama Final Piala AFF: Skor, Statistik, Analisis

Skor akhir 2-2! Laga leg pertama final Piala AFF 2026 antara Thailand dan Vietnam di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, berakhir imbang dramatis setelah duel dua arah yang berjalan sengit. Dua kali Thailand unggul, dua kali pula Vietnam membalas, dan peta menuju gelar juara kini benar-benar terbuka jelang leg kedua di Bangkok. Momen kunci terjadi di menit ke-74 ketika Nguyen Xuan Son menanduk bola ke tiang jauh untuk menyamakan kedudukan, membuat publik tuan rumah bergemuruh dan skenario agregat tetap 2-2.

Dari sisi data, pertandingan ini seperti cermin dua filosofi yang berbeda. Penguasaan bola Thailand tercatat 54 persen berbanding 46 persen milik Vietnam, namun tuan rumah justru lebih banyak melesakkan 5 shots on target dari 11 percobaan, sementara tim tamu melepaskan 6 shots on target dari 14 tendangan. Catatan itu menegaskan: Thailand mendominasi ritme, Vietnam lebih tajam dalam transisi. Kedua tim sama-sama menciptakan 7 peluang emas, dengan total 12 pelanggaran berbalas dan 5 kartu kuning keluar dari saku wasit asal Korea Selatan.

Babak Pertama: Keunggulan Cepat dan Respon Instan Gajah Putih

Thailand yang tampil dengan formasi 4-2-3-1 langsung menekan sejak menit awal. Chanathip Songkrasin, yang beroperasi sebagai penyerang lubang, terus mengatur tempo, dan hasilnya datang di menit ke-23. Umpan terobosan satu sentuhan Chanathip membelah pertahanan tiga bek Vietnam, lalu Supachok Sarachat melepaskan tembakan first-time ke sudut jauh gawang Nguyen Filip — skor 1-0. Assist dicatat untuk Chanathip, catatan assist keempatnya di turnamen ini.

Keunggulan itu bertahan hanya 18 menit. Menit ke-41, eksekusi tendangan bebas Nguyen Quang Hai dari jarak 25 meter melengkung melewati pagar hidup dan masuk ke sisi kiri gawang Patiwat Khammai yang sempat salah antisipasi. Gol penyama kedudukan itu lahir justru saat Thailand sedang menguasai bola 61 persen — bukti bahwa efisiensi menyerang Vietnam dalam skema 3-4-2-1 sangat mematikan. Babak pertama ditutup dengan skor 1-1, dengan duel wing-back Nicholas Mickelson dan Vu Van Thanh menjadi arena pertarungan paling sengit.

Babak Kedua: Drama VAR, Dua Gol, dan Peluang Hat-trick yang Hilang

Babak kedua berjalan lebih terbuka. Menit ke-58, Thailand kembali memimpin lewat skenario yang nyaris identik dengan gol pertama: Chanathip mengirim umpan silang terukur dari sisi kiri dan Supachok Sarachat menyambarnya dengan sundulan ke tiang jauh — 2-1. Gol keduanya itu membuat Supachok mengoleksi 6 gol di turnamen ini, unggul dua gol atas Nguyen Tien Linh dalam perburuan sepatu emas.

Tujuh menit berselang, drama VAR mewarnai laga. Ekanit Panya memasukkan bola ke gawang Vietnam setelah menerima umpan Theerathon Bunmathan, namun asisten wasit mengangkat bendera offside dan pemeriksaan VAR mengonfirmasi posisi Ekanit beberapa sentimeter di belakang garis pertahanan. Gol dianulir — keputusan yang memicu protes keras dari bangku cadangan Thailand.

Momen itu menjadi titik balik. Menit ke-74, Vietnam menyamakan kedudukan lewat skema sepak pojok: sundulan pertama Bui Hoang Viet Anh membentur mistar, dan bola rebound disambar Nguyen Xuan Son dengan tandukan akrobatik — 2-2. Supachok nyaris melengkapi hat-trick di menit ke-85 ketika tembakannya dari dalam kotak penalti hanya membentur kaki Do Duy Manh, sebelum wasit meniup peluit panjang. Tak ada kartu merah di laga ini, namun kartu kuning kelima untuk pemain Thailand dicatat pada menit ke-90+2 menyusul pelanggaran keras Jonathan Khemdee di tengah lapangan.

Analisis Taktik: Dua Pelatih, Dua Cetak Biru Berbeda

Pertarungan tersaji pada level taktis tertinggi. Kim Sang-sik memilih bertahan dengan blok rendah dan menyerang lewat sayap — strategi yang terbukti efektif menciptakan 3 peluang dari serangan balik. Sebaliknya, Masatada Ishii menginstruksikan pressing tinggi sejak menit pertama, menghasilkan 21 tekel sukses dan memaksa lini belakang Vietnam melakukan 4 kesalahan umpan di area sendiri. Namun kelemahan Thailand terlihat jelas: dua gol yang mereka kebobolan lahir dari bola mati dan situasi kedua, area yang kerap menjadi titik lemah pertahanan zona mereka.

Secara individu, Supachok Sarachat (2 gol, rating tertinggi pertandingan) dan Chanathip Songkrasin (2 assist) menjadi motor serangan Thailand, sementara Nguyen Quang Hai memimpin Vietnam dengan 1 gol, 1 assist, dan 89 persen akurasi umpan. Di sisi lain, Nguyen Filip tampil gemilang dengan 4 penyelamatan, termasuk satu penyelamatan satu lawan satu melawan Ekanit Panya di menit ke-70. Starting XI kedua tim nyaris tanpa perubahan dari babak semifinal, menandakan kedua pelatih percaya penuh pada skuad utama mereka.

Reaksi Pelatih dan Peta Menuju Leg Kedua

“Kami unggul dua kali dan seharusnya bisa menutup laga. Tapi ini final, lawan punya kualitas. Leg kedua di Bangkok akan menjadi pertandingan yang berbeda,” ujar Masatada Ishii dalam konferensi pers usai laga.

Kim Sang-sik menyambut hasil ini dengan nada optimistis.

“Kebobolan dua gol adalah pelajaran, tetapi cara tim bangkit dua kali menunjukkan karakter juara. Dengan agregat 2-2, segalanya masih mungkin,” tegas pelatih asal Korea Selatan tersebut.

Leg kedua akan digelar di Stadion Rajamangala, Bangkok, dengan Thailand tetap diunggulkan berkat rekor kandang 12 laga tak terkalahkan di turnamen ini. Namun catatan statistik berbicara lain: Vietnam memenangkan tiga dari empat pertemuan terakhir kedua tim di Piala AFF, termasuk kemenangan 2-0 pada final 2018. Dengan agregat masih imbang dan gol tandang tidak lagi menjadi penentu di edisi ini, adu penalti menjadi skenario yang kian realistis jika kedua tim kembali bermain imbang. Satu hal yang pasti — leg kedua layak dinanti.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User