Tel Aviv - Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, melontarkan peringatan keras dengan menyebut sikap Amerik

Pernyataan kontroversial tersebut disampaikan politisi sayap kanan Israel itu dalam wawancara dengan televisi Channel 7, yang dilansir media kami pada Rabu (24/6/2026). Ben-Gvir secara eksplisit mera

Jul 08, 2026 - 05:42
0 1
Tel Aviv  - Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, melontarkan peringatan keras dengan menyebut sikap Amerik

Pernyataan kontroversial tersebut disampaikan politisi sayap kanan Israel itu dalam wawancara dengan televisi Channel 7, yang dilansir media kami pada Rabu (24/6/2026). Ben-Gvir secara eksplisit meragukan niat Iran untuk menghentikan pengayaan uranium dan pengembangan persenjataan yang selama ini dianggap sebagai ancaman eksistensial bagi negara Yahudi tersebut.

Kritik Terbuka terhadap Diplomasi Washington

Dalam wawancaranya, Ben-Gvir tidak menahan kritik terhadap pendekatan diplomatik yang diambil oleh sekutu utama Israel. Ia menuding persepsi AS yang menganggap Teheran dapat dinegosiasikan untuk meninggalkan program nuklirnya secara sukarela sebagai bentuk kenaifan strategis.

Pernyataannya sekaligus menandai eskalasi retorika di internal koalisi pemerintahan Benjamin Netanyahu, yang kerap berseberangan dengan kebijakan luar negeri pemerintahan AS yang cenderung mengedepankan jalur diplomasi dan pakta pertahanan multilateral.

“Amerika sangat naif jika mereka berpikir Iran akan meninggalkan program nuklirnya dan membatalkannya, dan melepaskan impian mereka untuk menghancurkan Israel,” tegas Ben-Gvir dalam sesi wawancara tersebut.

Menurut sang menteri, Teheran tidak hanya mengejar kapabilitas nuklir untuk kepentingan energi sipil, melainkan memiliki misi ideologis yang terafiliasi dengan agenda destruktif terhadap eksistensi Israel. Ia menekankan bahwa retorika anti-Zionis yang kerap digaungkan oleh para pemimpin Iran merupakan bukti nyata yang tak bisa diabaikan begitu saja.

Kesiapan Bertindak Secara Sepihak

Dalam segmen wawancara yang sama, Ben-Gvir secara eksplisit memberi isyarat bahwa Israel tidak akan ragu untuk “bertindak sendiri” dalam menghadapi ancaman tersebut. Langkah ini menyiratkan potensi operasi militer atau serangan pre-emptive tanpa perlu menunggu lampu hijau atau dukungan logistik penuh dari Washington.

"Menjadi tanggung jawab Israel untuk menghadapi ancaman Iran ini dan bertindak sendiri melawannya," ucapnya dengan tegas.

Pernyataan ini muncul di tengah kebuntuan negosiasi nuklir yang telah berlarut-larut dan meningkatnya kekhawatiran Tel Aviv mengenai kemajuan pesat program pengayaan uranium Iran. Para analis di media kami mencatat bahwa retorika Ben-Gvir mencerminkan frustasi yang mendalam di kalangan petinggi keamanan Israel terhadap kebijakan luar negeri AS yang dianggap terlalu lunak.

Israel sendiri telah berulang kali menegaskan bahwa mereka mempertahankan hak untuk mempertahankan diri secara independen. Konteks historis menunjukkan bahwa Israel pernah melancarkan serangan terhadap reaktor nuklir Osirak di Irak pada 1981 serta fasilitas nuklir di Suriah pada 2007, bertindak tanpa koordinasi penuh dengan sekutu internasionalnya.

Dengan tensi yang semakin memanas di Timur Tengah, pernyataan Ben-Gvir ini berpotensi menimbulkan kekhawatiran di kalangan diplomat global yang mencoba meredam konflik terbuka antara Iran dan Israel.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Pelaksana. Editor pelaksana dan konsistensi editorial.

Comments (0)

User