Tebas Ungkap Keuangan La Liga, Klub-klub 'Sehat' di Tengah Badai Ekonomi Global
Presiden La Liga Javier Tebas memaparkan kondisi finansial kompetisi teratas Spanyol itu dalam jumpa pers di Ciudad del Fútbol, Las Rozas, Senin (16/12/2024). Di hadapan media, ia menyodorkan data ya...
Presiden La Liga Javier Tebas memaparkan kondisi finansial kompetisi teratas Spanyol itu dalam jumpa pers di Ciudad del Fútbol, Las Rozas, Senin (16/12/2024). Di hadapan media, ia menyodorkan data yang menunjukkan bahwa kendati tekanan ekonomi global masih terasa, kesehatan neraca klub-klub La Liga justru mencetak rekor baru. Total pendapatan agregat 20 klub di musim 2023/2024 tercatat mencapai 5,2 miliar euro, melonjak 8 persen dibanding musim sebelumnya dan menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah liga.
“Angka ini bukan keberuntungan. Ini hasil dari kontrol keuangan ketat yang kami terapkan sejak 2013,” ujar Tebas membuka sesi. Ia merujuk pada implementasi economic control yang membatasi pengeluaran klub berdasarkan pendapatan riil, bukan sekadar proyeksi. Hasilnya, rasio utang terhadap pendapatan seluruh klub kini berada di level terendah dalam satu dekade terakhir, yaitu 2,1x, jauh di bawah rata-rata liga top Eropa lain yang masih berkutat di angka 3,5x hingga 4x.
Kesenjangan yang Menyempit, Persaingan yang Membaik
Salah satu poin yang paling ia banggakan adalah menipisnya kesenjangan finansial antara raksasa seperti Real Madrid dan Barcelona dengan klub-klub papan tengah. Data distribusi hak siar televisi yang dirilis La Liga menunjukkan bahwa pada musim lalu, selisih pendapatan TV antara peringkat pertama dan ke-20 menyusut menjadi 1:3,4, dari yang semula 1:8 pada 2015. “Kami mendekati level Premier League. Sekarang, klub seperti Girona atau Real Sociedad mampu bersaing bukan hanya di lapangan, tapi juga di bursa transfer,” tegasnya.
Statistik transfer musim panas 2024 memperkuat klaim itu. Total belanja pemain klub-klub non-big three (Madrid, Barcelona, Atlético) mencapai 780 juta euro, menyumbang 52 persen dari total pengeluaran liga. Angka persentase itu adalah yang tertinggi dalam lima musim terakhir, menandai bergesernya kekuatan finansial ke lebih banyak kontestan. Di lapangan, indikator persaingan juga terlihat dari klasemen per pertengahan Desember 2024: hanya enam poin yang memisahkan posisi pertama (Real Madrid) dengan posisi ketujuh (Real Betis).
VAR, Fair Play Finansial, dan Perang Melawan Pembajakan
Tebas tak hanya bicara soal uang. Ia menyempatkan diri mengomentari performa Video Assistant Referee (VAR) di La Liga yang musim ini mencatat rekor durasi intervensi rata-rata 38 detik per keputusan, tercepat di antara lima liga top Eropa. “Kecepatan bukan tujuan utama, tapi akurasi. Musim ini, dari 112 insiden yang ditinjau ulang, 96 persen keputusan akhir kami nilai tepat,” bebernya sembari menunjukkan data yang membandingkan dengan Serie A (93 persen) dan Bundesliga (94 persen).
Namun pernyataan paling keras keluar saat ia menyinggung pembajakan siaran. La Liga mengklaim berhasil memblokir 580 domain ilegal sepanjang 2024, naik dari 450 domain tahun sebelumnya. Tebas menyebut teknologi real-time monitoring yang dikembangkan bersama penyedia layanan internet telah memotong 70 persen akses ilegal ke pertandingan langsung. “Setiap euro yang dicuri lewat streaming ilegal adalah euro yang tidak masuk ke klub-klub yang membangun fasilitas, akademi, dan membayar gaji pemain. Ini perang yang harus kami menangkan,” katanya dengan nada tinggi.
Tantangan ke Depan: Aturan Baru UEFA dan Agenda 2030
Menjawab pertanyaan wartawan tentang adaptasi terhadap aturan Financial Sustainability Regulations (FSR) UEFA yang mulai berlaku penuh pada 2025/2026, Tebas optimistis klub-klub Spanyol telah lebih siap. Ia memaparkan data: 18 dari 20 klub La Liga telah memenuhi rasio biaya skuad terhadap pendapatan di bawah 70 persen, ambang batas FSR, sementara dua klub sisanya berada dalam masa transisi. “Kami bahkan mengusulkan regulasi lebih ketat secara internal,” tambahnya.
Menutup sesi, Tebas membeberkan strategi jangka panjang bertajuk “La Liga 2030” yang menargetkan digitalisasi penuh pengalaman penonton, termasuk integrasi data real-time performa pemain melalui sensor seragam dan statistik lanjutan yang bisa diakses fans via aplikasi. “Liga harus menjadi produk hiburan paling interaktif di dunia,” pungkasnya. Dengan angka-angka yang disajikan siang itu, tampaknya skuad ekonomi La Liga tengah dalam performa puncak—sebuah kemenangan yang dirayakan sang presiden tanpa perlu selebrasi gol.
Comments (0)