Taruna Ikrar Dorong BPOM Masuk Arsitektur Kesehatan Nasional

BOGOR — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar kembali menegaskan komitmennya memperkuat posisi BPOM sebagai pilar penting dalam arsite

Oct 07, 2026 - 21:34
0 0
Taruna Ikrar Dorong BPOM Masuk Arsitektur Kesehatan Nasional

BOGOR — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar kembali menegaskan komitmennya memperkuat posisi BPOM sebagai pilar penting dalam arsitektur kesehatan nasional. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Sektor Kesehatan (KKSK) di Bogor, Jawa Barat, yang membahas sejumlah isu strategis mulai dari pengawasan obat hingga masa depan inovasi terapi di Indonesia.

Latar Belakang: BPOM Ingin Tak Hanya Jadi Regulator

Dalam rapat tersebut, Taruna Ikrar menekankan bahwa peran BPOM tidak boleh lagi terbatas pada fungsi regulasi dan penindakan semata. Menurutnya, keamanan pangan, keamanan obat, serta mutu produk kesehatan merupakan elemen yang tidak terpisahkan dari sistem kesehatan nasional. Karena itu, integrasi data antarinstitusi perlu dipercepat agar pengambilan keputusan di sektor kesehatan bisa berjalan lebih cepat dan berbasis bukti.

"Transformasi kesehatan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. BPOM harus masuk ke dalam arsitektur kesehatan nasional sebagai bagian yang terintegrasi," ujarnya.

Agenda Utama Rapat KKSK

Rapat KKSK kali ini membahas setidaknya tiga isu besar yang menjadi sorotan publik belakangan ini. Berikut poin-poin utama yang dibahas:

  1. Pengawasan peredaran obat ilegal — BPOM memaparkan strategi penguatan pengawasan di jalur distribusi, termasuk pemanfaatan data digital untuk melacak peredaran obat tanpa izin edar.
  2. Masalah daun kratom — Isu pengawasan dan regulasi terkait kratom kembali mengemuka, mengingat tanaman ini masih menjadi perdebatan antara aspek ekonomi, budaya, dan kesehatan masyarakat.
  3. Inovasi terapi masa depan — Diskusi mengenai terobosan pengobatan baru, termasuk terapi berbasis sel dan gen, yang menuntut kerangka regulasi lebih adaptif dari BPOM.
"Pengawasan harus selalu bergerak satu langkah di depan. Kalau regulasi tertinggal dari inovasi, yang dirugikan adalah masyarakat."

Integrasi Data Jadi Kunci

Salah satu poin paling krusial dalam paparan Taruna Ikrar adalah kebutuhan integrasi data kesehatan nasional. Saat ini, data pengawasan obat dan pangan masih tersebar di berbagai unit kerja dan lembaga. Dengan sistem yang terhubung, BPOM dapat melakukan deteksi dini terhadap produk berbahaya, mempercepat penarikan produk dari peredaran, serta memberikan peringatan lebih cepat kepada konsumen.

Data terintegrasi juga dinilai penting untuk mendukung program pemerintah dalam memperluas akses obat berkualitas, khususnya di daerah-daerah yang selama ini masih rentan terhadap peredaran obat palsu.

Tantangan di Lapangan

Meski arah kebijakan sudah jelas, sejumlah tantangan tetap dihadapi. Wilayah kepulauan Indonesia yang luas membuat pengawasan distribusi obat dan makanan menjadi kompleks. Selain itu, maraknya perdagangan daring juga membuka celah baru bagi produk ilegal yang sulit dipantau dengan metode konvensional.

BPOM sendiri telah mengembangkan sejumlah sistem digital untuk mengawasi peredaran produk secara daring, namun koordinasi dengan kementerian dan lembaga lain masih perlu diperkuat agar cakupan pengawasan semakin menyeluruh.

Dukungan untuk Sektor Kesehatan

Rapat KKSK di Bogor ini sekaligus menjadi forum untuk menyelaraskan prioritas antarinstansi. Para peserta sepakat bahwa keamanan obat dan pangan harus diletakkan sebagai fondasi dalam setiap kebijakan transformasi kesehatan. Tanpa jaminan keamanan produk, program-program kesehatan lain seperti JKN dan pemerataan layanan rawat jalan tidak akan optimal.

Taruna Ikrar berharap, melalui forum ini BPOM dapat memperkuat koordinasi lintas sektor dan memastikan seluruh kebijakan kesehatan nasional benar-benar terintegrasi dari hulu ke hilir.

Kesimpulannya, dorongan BPOM untuk masuk ke arsitektur kesehatan nasional bukan sekadar wacana administratif, melainkan kebutuhan nyata agar pengawasan obat, pangan, dan inovasi terapi bisa berjalan sejalan dengan agenda besar transformasi kesehatan Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User