Tapir yang Viral di Lampung Disembelih Warga, Dimasak Jadi Rica-rica
Nasib tragis menimpa seekor tapir yang beberapa waktu lalu viral karena berkeliaran di Jalan Lintas Timur Sumatera. Satwa dilindungi itu ditemukan telah disembelih dan dimasak menjadi rica-rica oleh
Nasib tragis menimpa seekor tapir yang beberapa waktu lalu viral karena berkeliaran di Jalan Lintas Timur Sumatera. Satwa dilindungi itu ditemukan telah disembelih dan dimasak menjadi rica-rica oleh sejumlah warga di Kabupaten Mesuji, Lampung. Informasi ini mencuat setelah video pemotongan bangkai tapir beredar luas di media sosial, memicu kemarahan publik.
Pemandangan Mutilasi dalam Video 19 Detik
Rekaman berdurasi 19 detik yang menyebar di berbagai platform menampilkan kondisi bangkai tapir yang sudah dalam keadaan termutilasi. Kepala hewan itu terpisah dari tubuhnya, sementara bagian-bagian tubuh lainnya telah dipotong dan disusun di atas hamparan daun pisang di sebuah lahan terbuka. Beberapa pria terlihat berada di lokasi penyembelihan. Salah satu dari mereka bahkan menatap kamera sambil tersenyum dan mengacungkan jari tengah, sebuah gestur yang menambah kecaman dari warganet. Tak jauh dari potongan daging tapir, tampak pula senjata tajam yang diduga kuat digunakan untuk membunuh satwa malang tersebut.
Status Hukum dan Ancaman Pidana
Tapir merupakan satwa yang dilindungi berdasarkan peraturan perundang-undangan di Indonesia. Tindakan membunuh, menyimpan, memperdagangkan, atau mengonsumsi satwa dilindungi dapat dijerat dengan sanksi pidana berat. Meski begitu, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang seperti Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) atau kepolisian setempat terkait kejadian ini. Media kami masih mengupayakan konfirmasi kepada instansi terkait untuk memastikan langkah penegakan hukum yang akan diambil.
Kecaman Publik Mengalir Deras
Reaksi keras bermunculan dari warganet yang menyayangkan pembunuhan biadab terhadap satwa langka sekaligus dilindungi itu. Banyak yang mengecam aksi para pelaku dan mendesak agar mereka segera ditangkap. Di sisi lain, kejadian ini menyoroti masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian fauna endemik yang populasinya kian terancam di alam liar. Tapir, yang kerap dianggap sebagai spesies kunci dalam ekosistem hutan, memainkan peran vital dalam menyebarkan biji-bijian dan menjaga regenerasi hutan tropis.
Dengan tersebarnya video penyembelihan dan pengolahan daging tapir menjadi rica-rica, publik berharap aparat bergerak cepat mengidentifikasi dan menindak para pelaku. Kejadian ini menjadi pengingat pahit bahwa konflik antara manusia dan satwa liar masih kerap berakhir dengan kerugian di pihak hewan yang seharusnya dilindungi. Beritainti.com akan terus memantau perkembangan kasus ini.
Comments (0)