Szoboszlai Jadi Penyelamat, Debut Iraola Ditutup Imbang 2-2 di Newcastle
Skor akhir 2-2. Liverpool berhasil menghindari kekalahan pada laga pembuka Liga Inggris 2026/2027 setelah Dominik Szoboszlai menuntaskan penalti pada menit ke-78 di St James Park, Minggu (23/8/2026) m...
Skor akhir 2-2. Liverpool berhasil menghindari kekalahan pada laga pembuka Liga Inggris 2026/2027 setelah Dominik Szoboszlai menuntaskan penalti pada menit ke-78 di St James Park, Minggu (23/8/2026) malam WIB. Andoni Iraola, yang menjalani laga resmi pertamanya sebagai pelatih kepala The Reds, harus puas dengan satu poin dari kandang Newcastle United yang tampil garang sejak menit pertama.
Suasana St James Park benar-benar membara. Tuan rumah yang mengusung formasi 4-2-3-1 langsung menekan sejak kick-off, sementara Liverpool memilih 4-3-3 dengan lini tengah berisi tiga gelandang murni. Newcastle memenangi duel-duel kedua bola, dan tekanan itu membuahkan hasil lebih cepat dari dugaan siapa pun.
Babak Pertama: Isak Membuka Pesta, Salah Membalas
Menit ke-11, Alexander Isak melepaskan tendangan first-time ke sudut jauh gawang Alisson usai menerima umpan terobosan Anthony Gordon. Gol itu sempat dicek VAR karena dugaan offside, tetapi wasit memutuskan posisi penyerang Swedia itu sah — 1-0 untuk Newcastle. Liverpool belum sempat bernapas, Gordon kembali mengancam pada menit ke-19, namun tembakannya masih melambung tipis di atas mistar.
Perlahan Liverpool keluar dari tekanan. Penguasaan bola mulai bergeser ke sisi tim tamu, dan pada menit ke-34, Mohamed Salah menyamakan kedudukan. Menerima assist terukur dari Alexis Mac Allister di sisi kanan, Salah memotong ke dalam dan menempatkan bola ke tiang jauh — 1-1. Sejak gol itu, tempo pertandingan meningkat drastis: Newcastle tetap berbahaya lewat serangan balik cepat, sementara Liverpool menguasai aliran bola dengan akurasi umpan di atas 87 persen sepanjang babak pertama.
Babak Kedua: Gordon Membalas, Szoboszlai Menjadi Pahlawan
Newcastle keluar dari ruang ganti dengan determinasi yang sama. Menit ke-58, Anthony Gordon mencatatkan namanya di papan skor setelah menyambut umpan silang Kieran Trippier dengan sundulan terarah ke pojok kiri gawang — Newcastle unggul 2-1. Stadion bergemuruh, dan skenario buruk mulai menghantui debut Iraola.
Pelatih asal Spanyol itu bereaksi cepat. Ia memasukkan Cody Gakpo dan Harvey Elliott pada menit ke-63, mengubah Liverpool menjadi susunan menyerang 4-2-4. Perubahan itu langsung mengubah arah tekanan. Menit ke-72, tendangan Gakpo mengenai lengan pemain belakang Newcastle di dalam kotak penalti; setelah meninjau rekaman melalui VAR, wasit menunjuk titik putih. Szoboszlai yang maju sebagai eksekutor tidak menyia-nyiakan kesempatan: tendangan penalti menantang ke sisi kiri gawang, sementara kiper Nick Pope sudah melompat ke arah berlawanan. 2-2, menit ke-78.
Analisis Taktik: Duel Transisi vs Penguasaan
Statistik akhir menegaskan dua pendekatan yang kontras. Liverpool memegang penguasaan bola 61 persen berbanding 39 persen milik Newcastle, tetapi tuan rumah jauh lebih efisien dalam serangan balik. Shots on target tercatat imbang 4-4 dari total 15 percobaan Liverpool dan 12 percobaan Newcastle. Isak dan Gordon masing-masing melepaskan tiga tembakan, sementara Salah menjadi pengancam utama tim tamu dengan dua peluang emas.
Yang menarik, kedua gol Newcastle lahir dari transisi cepat — rata-rata hanya butuh 6,4 detik dari merebut bola hingga tembakan pertama. Sebaliknya, Liverpool lebih sabar membangun serangan lewat rangkaian umpan pendek di lini tengah, dengan Mac Allister dan Szoboszlai mencatatkan total 112 umpan sukses. Kartu kuning mewarnai laga: Bruno Guimarães dan Joelinton untuk Newcastle, serta Ryan Gravenberch untuk Liverpool. Tidak ada kartu merah, dan tidak ada clean sheet bagi kedua kiper.
“Rasanya seperti kehilangan dua poin, tetapi tim ini menunjukkan karakter untuk bangkit dua kali,” ujar Iraola seusai laga. “Melawan tim sekuat Newcastle, kami tidak boleh panik, dan para pemain membuktikannya di 20 menit terakhir.”
Debut Iraola: Modal Berharga di Musim Panjang
Bagi Iraola, hasil ini lebih dari sekadar penyelamatan muka. Starting XI yang diturunkannya di St James Park merupakan salah satu starting XI termuda Liverpool dalam lima musim terakhir, dengan Gravenberch dan Elliott menjadi motor lini tengah. Kemampuan timnya menahan gempuran Newcastle pada 15 menit pertama serta respons taktis setelah tertinggal dua kali menjadi sinyal positif jelang laga berikutnya.
Di sisi lain, Newcastle hanya bisa menyesali kelengahan di menit-menit akhir. Gordon dan Isak tampil luar biasa, tetapi kegagalan menjaga keunggulan dua kali menunjukkan celah konsentrasi yang akan dihukum tim-tim besar lain. Dari sudut pandang klasemen, kedua tim sama-sama membawa satu poin di pekan pertama — hasil yang terasa pahit bagi tuan rumah, tetapi cukup berharga bagi Liverpool yang nyaris pulang dengan tangan hampa.
Satu hal yang pasti: musim 2026/2027 Liga Inggris dibuka dengan drama level tinggi, dan duel Newcastle vs Liverpool ini sudah memberi gambaran betapa ketatnya persaingan di papan atas musim ini.
Comments (0)