SURABAYA — BMKG Memprediksi El Nino Perpanjang Durasi Kemarau Surabaya

Kota Surabaya kini berada di ambang tantangan iklim yang cukup serius. Udara panas yang menyengat serta minimnya tutupan awan mulai terasa mendominasi wila

Sep 10, 2026 - 19:22
0 0
SURABAYA — BMKG Memprediksi El Nino Perpanjang Durasi Kemarau Surabaya

Kota Surabaya kini berada di ambang tantangan iklim yang cukup serius. Udara panas yang menyengat serta minimnya tutupan awan mulai terasa mendominasi wilayah Metropolitan Jawa Timur ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan bahwa durasi musim kemarau di Surabaya dan sekitarnya berpotensi berlangsung lebih panjang dari periode normal. Pemicu utamanya adalah munculnya kembali fenomena iklim global, yakni El Niño, yang mengganggu pola presipitasi di wilayah kepulauan Indonesia.

Dinamika Pasifik dan Implikasi pada Pola Cuaca Lokal

Fenomena El Niño terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur mengalami peningkatan di atas rata-rata historisnya. Kondisi ini memicu pergeseran konveksi udara dari wilayah Indonesia ke arah timur, sehingga memangkas pembentukan awan hujan di atas wilayah Nusantara. Akibatnya, Surabaya tidak hanya menghadapi cuaca yang terik, tetapi juga durasi hari tanpa hujan (HTH) yang melampaui ambang batas tahunan.

Secara analitis, kombinasi antara El Niño dan karakteristik Surabaya sebagai kota pesisir yang memiliki indeks intensitas pembangunan tinggi memperparah efek urban heat island. Beton dan struktur perkotaan menyerap panas pada siang hari dan melepaskannya pada malam hari, membuat suhu udara tetap tinggi sepanjang hari.

Indikator Iklim Kondisi Kemarau Normal Proyeksi Kemarau El Niño
Durasi Musim 4 hingga 5 Bulan 6 hingga 8 Bulan
Suhu Maksimum Harian 33°C – 34°C 35°C – 37°C
Sifat Hujan Bawah Normal (BN) Sangat Di Bawah Normal (SBN)

Dampak Multi-Sektor: Dari Pasokan Air hingga Ketahanan Pangan

Ancaman kemarau panjang bukan sekadar isu kenaikan temperatur, melainkan krisis multidimensional yang berpotensi memukul infrastruktur dasar kota. Salah satu titik rentan utama adalah keandalan sumber air baku untuk PDAM Surya Sembada yang sangat bergantung pada debit Sungai Brantas dan Kali Surabaya. Penurunan debit air sungai secara signifikan dapat meningkatkan konsentrasi polutan serta mengganggu distribusi air bersih ke pemukiman dan kawasan industri.

"Ketika durasi musim kemarau memanjang akibat El Niño, fokus utama kami adalah mengamankan ketersediaan air baku dan meminimalkan risiko kegagalan panen di kawasan penyangga pangan sekitar Surabaya," tegas pernyataan analisis pakar iklim BMKG.

Di sisi lain, sektor pertanian di kawasan hinterland seperti Gresik, Sidoarjo, dan Mojokerto yang menjadi pemasok logistik pangan utama Surabaya diprediksi akan mengalami gangguan. Kurangnya pasokan irigasi memicu ancaman kekeringan lahan pertanian yang berpotensi menaikkan harga komoditas pangan pokok di pasar-pasar tradisional Kota Pahlawan.

Strategi Mitigasi dan Adaptasi Perkotaan

Menghadapi potensi kemarau ekstrem ini, Pemerintah Kota Surabaya dituntut untuk mengoptimalkan langkah mitigasi struktural maupun non-struktural. Penyiapan waduk penampung air, perbaikan sistem retensi air, serta inspeksi rutin pada saluran distribusi air bersih menjadi skala prioritas yang tidak bisa ditunda.

Selain langkah pemerintah, peran aktif masyarakat sangat diperlukan. Penghematan penggunaan air domestik, penanaman vegetasi peneduh di pekarangan rumah, serta kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran lahan kosong harus ditingkatkan. BMKG mengimbau warga Surabaya untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala guna mengantisipasi puncak gelombang panas yang diprediksi terjadi pada pertengahan musim kemarau mendatang.

BMKG melaporkan fenomena El Niño berpotensi memperpanjang durasi musim kemarau di Kota Surabaya dan sekitarnya. Penurunan debit air sungai hingga ancaman ketahanan pangan menjadi sorotan utama. Simak ulasan lengkapnya hanya di Beritainti.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User