Sungai Ciujung Diduga Tercemar, Dinas Lingkungan Hidup Serang Bakal Panggil Pelaku Industri
SERANG — Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Serang tengah mendalami dugaan pencemaran di aliran Sungai Ciujung. Untuk memastikan sumber dan tingkat kontaminasi, tim dari dinas tersebut telah men
SERANG — Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Serang tengah mendalami dugaan pencemaran di aliran Sungai Ciujung. Untuk memastikan sumber dan tingkat kontaminasi, tim dari dinas tersebut telah mengambil sampel air di empat titik strategis, mencakup bagian hulu hingga hilir sungai. Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran masyarakat akan menurunnya kualitas air yang selama ini menjadi andalan untuk irigasi pertanian dan kebutuhan sehari-hari.
Sekretaris Dinas LH Kabupaten Serang, Bagja Saputra, mengungkapkan bahwa pengambilan sampel dilakukan secara menyeluruh. “Kami memeriksa berbagai parameter, seperti tingkat keasaman air dan keberadaan mineral yang tidak seharusnya ada di sungai,” ujar Bagja kepada Beritainti.com, Selasa (23/6/2026). Ia menambahkan, hasil uji laboratorium akan menjadi dasar bagi pihaknya untuk memanggil perwakilan industri yang beroperasi di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Ciujung.
"Macam-macam yang diteliti, (seperti) keasaman air, termasuk kandungan mineral yang tidak seharusnya."
Pencemaran Diduga Berasal dari Limbah Industri
Meskipun belum ada titik terang mengenai penyebab pasti, dugaan kuat mengarah pada aktivitas industri yang membuang limbah cair ke sungai tanpa pengolahan memadai. Sungai Ciujung yang membentang dari Lebak hingga Serang ini memang melintasi sejumlah kawasan pabrik, sehingga potensi pencemaran menjadi perhatian serius DLH. Bagja menegaskan, apabila dari hasil uji ditemukan parameter yang melebihi baku mutu lingkungan, industri terkait akan segera dipanggil untuk klarifikasi.
“Setelah pemanggilan, kami akan melakukan evaluasi dan meminta komitmen perbaikan sistem pengelolaan limbah. Jika terbukti ada pelanggaran, sanksi akan diberikan sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.
Dampak Luas bagi Masyarakat dan Ekosistem
Sungai Ciujung bukan sekadar aliran air; ia menjadi urat nadi bagi ribuan hektare sawah dan sumber air baku bagi warga di sepanjang aliran. Pencemaran yang terus berlanjut tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat merusak ekosistem sungai dan mengurangi produktivitas pertanian. DLH berjanji akan melakukan pengawasan berkala dan memperketat pemantauan limbah industri di wilayah tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, sampel air masih dalam proses pemeriksaan di laboratorium Dinas LH Kabupaten Serang. Masyarakat diimbau untuk sementara waktu lebih berhati-hati dalam memanfaatkan air Sungai Ciujung, terutama untuk keperluan konsumsi, hingga hasil resmi diumumkan.
Comments (0)