Suasana Kuba Kembali Gelap Gulita Imbas Diembargo AS

Havana, Beritainti.com – Kuba kembali dilanda pemadaman listrik total secara nasional yang membuat sebagian besar wilayah negara itu tenggelam dalam kegelapan, terutama pada malam hari. Situasi ini

Jul 08, 2026 - 04:23
0 0
Suasana Kuba Kembali Gelap Gulita Imbas Diembargo AS

Havana, Beritainti.com – Kuba kembali dilanda pemadaman listrik total secara nasional yang membuat sebagian besar wilayah negara itu tenggelam dalam kegelapan, terutama pada malam hari. Situasi ini merupakan dampak langsung dari embargo energi minyak yang diberlakukan oleh Amerika Serikat, yang semakin memperparah kondisi krisis energi di negara Karibia tersebut.

Menurut laporan yang dihimpun media kami, Kuba bergantung pada impor bahan bakar untuk menggerakkan pembangkit listriknya. Embargo yang diperketat oleh Washington dalam beberapa tahun terakhir telah memutus rantai pasokan minyak secara drastis, menyebabkan cadangan BBM di pulau itu menipis hingga level kritis. Akibatnya, banyak fasilitas pembangkit listrik terpaksa berhenti beroperasi, memicu pemadaman bergilir yang akhirnya berkembang menjadi pemadaman total.

Warga Havana menggambarkan suasana mencekam ketika kota yang biasanya diramaikan oleh alunan musik dan hiruk-pikuk aktivitas itu mendadak gelap gulita. Lampu-lampu padam, jalanan menjadi sepi, dan suara generator menjadi pengisi sunyi yang langka karena hanya sedikit yang mampu membeli bahan bakar untuk perangkat tersebut.

“Kami seperti kembali ke zaman batu. Anak-anak tidak bisa belajar, makanan di kulkas membusuk, dan kami harus memasak dengan kayu bakar. Ini sangat menyengsarakan,” ungkap Maria, seorang ibu rumah tangga di pusat kota Havana, dalam kesaksian yang dihimpun tim liputan kami melalui sambungan telepon.

Tidak hanya kehidupan rumah tangga, sektor layanan publik pun lumpuh. Rumah sakit berjuang keras mengoperasikan peralatan medis darurat dengan generator yang terbatas. Transportasi umum praktis terhenti karena kereta listrik tidak berfungsi dan minimnya bensin untuk bus. Kegiatan ekonomi juga terhambat, mulai dari toko hingga perkantoran terpaksa ditutup lebih awal atau bahkan tidak dapat beroperasi sama sekali.

Pemerintah Kuba menyebut situasi ini sebagai “serangan ekonomi sistematis” yang dirancang untuk melumpuhkan negara tersebut. Pihak berwenang mengklaim bahwa tanpa campur tangan asing yang menghalangi akses energi, Kuba sebenarnya mampu memenuhi kebutuhan listrik domestik. Di sisi lain, para analis menunjukkan bahwa masalah ini tidak hanya terletak pada embargo, tetapi juga pada infrastruktur listrik Kuba yang sudah tua dan minim perawatan. Ketergantungan pada pembangkit listrik berbahan bakar minyak menjadi kelemahan fatal ketika pasokan dihentikan.

Dengan malam yang semakin panjang tanpa penerangan, warga Kuba hanya bisa berharap tekanan internasional mampu meredakan embargo dan memulihkan akses energi. Namun hingga saat itu tiba, gelap gulita menjadi pemandangan rutin yang menguji ketahanan dan solidaritas rakyat pulau itu. Pemadaman total yang kembali terjadi ini menegaskan betapa rentannya Kuba di tengah pertarungan geopolitik yang tak kunjung usai.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Pelaksana. Editor pelaksana dan konsistensi editorial.

Comments (0)

User