Staf Ahli TP PKK Dorong Moringa NTT Jadi Komoditas Unggulan Bergizi dan Bernilai Ekonomi Tinggi

Belu, Beritainti.com - Staf Ahli Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Bidang Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga, Yane Ardian Bima Arya, memberikan dukungan penuh terhadap u

Jul 07, 2026 - 23:50
0 0
Staf Ahli TP PKK Dorong Moringa NTT Jadi Komoditas Unggulan Bergizi dan Bernilai Ekonomi Tinggi

Belu, Beritainti.com - Staf Ahli Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Bidang Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga, Yane Ardian Bima Arya, memberikan dukungan penuh terhadap upaya menjadikan tanaman kelor asal Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai komoditas unggulan daerah. Ia menyebut kelor bukan hanya memiliki mutu gizi yang melimpah, tetapi juga berpotensi besar menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.

Pernyataan tersebut diutarakan saat menghadiri kegiatan Pelatihan Pengolahan Pangan Berbasis Kelor yang diselenggarakan dalam rangka mendukung Gerakan Keluarga Cerdas Gizi. Acara berlangsung di Gedung Wanita Betelalenok, Kabupaten Belu, pada Kamis (25/6).

Seruan Menjadikan Kelor Identitas Gizi NTT

Dalam sambutannya, Yane Ardian mengajak seluruh pemangku kepentingan dan kader PKK yang hadir untuk terus mempromosikan potensi kelor. Tujuannya agar tanaman yang selama ini identik dengan wilayah NTT tersebut bisa membawa manfaat konkret bagi kesehatan keluarga, sekaligus menjadi sumber pendapatan baru bagi rumah tangga.

"Mari kita jadikan kelor sebagai salah satu komoditas unggulan NTT. Terus kita gaungkan ya, Bapak-Ibu semua! Sekaligus berkontribusi dalam upaya mewujudkan keluarga yang sehat, kuat, dan bebas stunting melalui konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman," ujarnya penuh semangat, sesuai laporan yang diterima media kami.

Yane Ardian menekankan bahwa kandungan nutrisi dalam daun kelor—yang meliputi protein, vitamin A, vitamin C, kalsium, dan zat besi—dapat menjadi senjata ampuh dalam memerangi masalah kekurangan gizi kronis atau stunting yang masih menjadi tantangan di beberapa wilayah Indonesia Timur. Dengan pelatihan seperti ini, para kader PKK diharapkan mampu menciptakan kreasi pangan olahan berbasis kelor yang menarik dan bernilai jual tinggi.

Pelatihan yang digelar TP PKK bekerja sama dengan pemerintah daerah ini menjadi bukti nyata sinergitas untuk mendorong ketahanan pangan dari level akar rumput. Peserta tidak hanya mendapat teori soal nutrisi, melainkan juga langsung praktik mengolah daun kelor menjadi aneka produk, seperti mi, kue kering, dan minuman herbal. Langkah ini dinilai strategis karena mendorong masyarakat memanfaatkan bahan lokal yang mudah ditanam dan terjangkau, ketimbang bergantung pada produk impor.

Lebih jauh, Yane berharap pengembangan kelor tak berhenti pada pelatihan semata. Ia mendorong pemerintah kabupaten dan provinsi untuk merancang kebijakan yang memudahkan rantai pasok dan pemasaran produk turunan kelor. Dengan demikian, kelor dari NTT bisa menembus pasar yang lebih luas, termasuk pasar nasional dan internasional, yang pada akhirnya akan memperkuat perekonomian keluarga tani. "Ini bukan hanya soal menu sehat di meja makan, tapi juga ladang penghasilan bagi ibu-ibu di desa," tutupnya menambahkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Pelaksana. Editor pelaksana dan konsistensi editorial.

Comments (0)

User