Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026

Skor akhir 2-1 untuk Spanyol atas Argentina dalam partai puncak Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey, East Rutherford, New Jersey, Senin 20 Juli 2026 waktu setempat. La Roja mengunci gelar ...

Oct 09, 2026 - 17:35
0 0
Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026

Skor akhir 2-1 untuk Spanyol atas Argentina dalam partai puncak Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey, East Rutherford, New Jersey, Senin 20 Juli 2026 waktu setempat. La Roja mengunci gelar juara dunia keduanya sepanjang sejarah setelah drama 120 menit yang berjalan intens, keras, dan penuh taktik. Argentina harus mengakhiri turnamen sebagai runner-up dengan kepala terunduk setelah para pemainnya berjalan keluar lapangan meninggalkan rumput hijau yang menjadi saksi kekalahan menyakitkan itu.

Laga dimulai dengan tempo tinggi. Argentina yang turun memakai formasi 4-3-3 berusaha menekan sejak menit awal. Menit ke-9, Lautaro Martinez sudah melepaskan tendangan keras dari dalam kotak penalti, tetapi masih membentur mistar gawang. Spanyol membalas lewat skema serangan balik cepat pada menit ke-23. Umpan terobosan Pedri membelah dua bek tengah Argentina, disambut Lamine Yamal yang berlari dari sisi kanan dan melepaskan tendangan rendah ke tiang jauh. Skor 1-0 untuk Spanyol.

Tertinggal satu gol, Argentina meningkatkan intensitas pressing. Penguasaan bola babak pertama tercatat 54 persen berbanding 46 persen untuk Argentina, dengan 5 shots on target dari 11 percobaan, sedangkan Spanyol hanya mencatat 3 tembakan tepat sasaran. Tekanan itu berbuah pada menit ke-41. Sepak pojok Enzo Fernandez jatuh tepat di kepala Cristian Romero, yang menyundul bola keras ke sudut bawah gawang. Kedudukan imbang 1-1 dan bertahan sampai turun minum.

Babak Kedua Berjalan Ketat

Babak kedua menjadi pertarungan taktik dua pelatih. Spanyol mengubah formasi menjadi 4-2-3-1 dengan menempatkan Fabian Ruiz sebagai gelandang pengatur serangan. Argentina tetap setia dengan 4-3-3, tetapi mulai kehilangan ruang di lini tengah. Menit ke-67, Nico Williams melepaskan ancaman serius setelah melewati dua pemain bertahan Argentina, namun tendangannya berhasil ditepis kiper Emiliano Martinez.

Memasuki menit ke-78, Argentina melakukan pergantian pemain. Julian Alvarez dimasukkan untuk menambah daya gedor. Peluang emas datang pada menit ke-85 lewat tendangan voli Alvarez, sayangnya bola masih menyamping tipis dari tiang gawang. VAR sempat meninjau insiden di kotak penalti Spanyol pada menit ke-88, tetapi wasit memutuskan tidak ada pelanggaran.

Pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu. Spanyol tampil lebih segar dan sabar dalam menguasai bola. Pelanggaran keras Nicolas Otamendi terhadap Yamal pada menit ke-108 membuat ia menerima kartu kuning kedua, dan Argentina harus bermain dengan 10 pemain. Satu menit berselang, Argentina nyaris melakukan bunuh diri lewat gol bunuh diri yang beruntung dianulir karena offside lebih dulu.

Namun petaka akhirnya datang di menit ke-112. Tendangan bebas Pedri dari sisi kiri membentur pemain Argentina dan mengarah ke depan gawang. Mikel Merino yang masuk sebagai pemain pengganti menyambar bola dengan tendangan kaki kanan ke sudut kanan bawah. Gol tersebut membuat Spanyol memimpin 2-1, dan bertahan sampai wasit meniup peluit panjang.

Statistik Akhir Pertandingan

Meski kalah, Argentina mencatat penguasaan bola lebih tinggi, 52 persen berbanding 48 persen untuk Spanyol. Argentina melepaskan 14 tembakan, 6 di antaranya on target, sementara Spanyol mencetak 11 tembakan dengan 5 on target. Empat kartu kuning dikeluarkan wasit untuk Argentina, sedangkan Spanyol hanya menerima dua kartu kuning. Kiper Spanyol Unai Simon mencatat 5 penyelamatan penting sepanjang 120 menit. Emiliano Martinez mencatat 3 penyelamatan di laga ini.

Kemenangan ini membuat Spanyol mencetak clean sheet kedua sepanjang babak gugur turnamen, sekaligus menyempurnakan gelar juara dunia kedua mereka setelah edisi 2010 di Afrika Selatan. Lini belakang yang dikomandoi Robin Le Normand tampil solid sepanjang pertandingan, mampu mematahkan serangan-serangan Argentina yang bertumpu pada sisi sayap.

Reaksi Pelatih dan Pemain

"Ini malam yang luar biasa. Para pemain bekerja luar biasa sepanjang 120 menit. Kami tahu Argentina tim yang sangat kuat, tetapi kami tidak pernah kehilangan fokus," ujar pelatih Spanyol dalam konferensi pers usai pertandingan.

Di sisi lain, kekecewaan terlihat jelas dari wajah para pemain Argentina. Pelatih Argentina menyebut timnya sudah memberikan segalanya. "Kami kalah dalam detail kecil. Sepak bola kadang sekejam itu. Para pemain sudah berjuang sampai menit terakhir," katanya.

Gelar ini menutup perjalanan panjang Piala Dunia 2026 yang digelar di tiga negara, Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Spanyol keluar sebagai juara, sementara Argentina harus pulang dengan status runner-up setelah trilogi final Piala Dunia terakhir yang mereka jalani berakhir pahit. Para pemain Argentina berjalan keluar lapangan dengan langkah berat, meninggalkan stadion yang sudah sepi penonton, membawa pulang pelajaran berharga bahwa di final sekecil apa pun kesalahan bisa menjadi penentu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User