Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Final Lawan Argentina Berakhir Keributan

Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Spanyol atas Argentina pada final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Minggu, 19 Juli 2026, mengantarkan La Roja ke tangga juara dunia. Na...

Aug 07, 2026 - 19:32
0 0
Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Final Lawan Argentina Berakhir Keributan

Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Spanyol atas Argentina pada final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Minggu, 19 Juli 2026, mengantarkan La Roja ke tangga juara dunia. Namun, malam yang seharusnya penuh selebrasi itu ditutup dengan nada minor. Hanya beberapa detik setelah peluit panjang berbunyi, gelandang Spanyol, Gavi, terlihat terjatuh ke rumput usai terlibat keributan dengan dua pemain Argentina, Leandro Paredes dan Thiago Almada, tepat di lingkar tengah lapangan. Wasit, pemain cadangan, dan staf ofisial langsung berhamburan melerai sebelum ketegangan berubah menjadi kericuhan yang lebih besar.

Terlepas dari insiden tersebut, laga ini sesungguhnya menyajikan pertunjukan sepak bola level tertinggi. Spanyol tampil dominan dengan penguasaan bola 63 persen berbanding 37 persen serta melepaskan 14 tembakan, 7 di antaranya shots on target. Argentina yang berstatus juara bertahan hanya sanggup mencatatkan 9 percobaan dengan 3 shots on target sepanjang 90 menit.

Babak Pertama: Dominasi Spanyol Berbuah Gol Pembuka

Luis de la Fuente memasang starting XI dengan formasi 4-3-3, menempatkan Lamine Yamal di sayap kanan, Nico Williams di sisi kiri, dan Gavi sebagai gelandang box-to-box mendampingi Pedri serta Rodri. Di kubu seberang, Lionel Scaloni memilih formasi 4-4-2 dengan duet Lionel Messi dan Julian Alvarez di lini depan, sementara Paredes menjadi jangkar di lini tengah.

Menit ke-34, publik Spanyol meledak. Berawal dari umpan terobosan Pedri yang membelah pertahanan Argentina, Yamal melepaskan tendangan melengkung kaki kiri yang menghujam sudut jauh gawang Emiliano Martinez. Gol itu membawa Spanyol unggul 1-0 hingga turun minum. Statistik babak pertama memperlihatkan betapa timpangnya laga: La Roja mencatatkan penguasaan bola 65 persen dan 5 shots on target, sedangkan Argentina belum sekalipun menguji kiper Unai Simon.

Babak Kedua: Drama VAR dan Gol Penentu Nico Williams

Argentina keluar dari ruang ganti dengan intensitas berbeda. Menit ke-55, Julian Alvarez menyamakan kedudukan 1-1 lewat sundulan memanfaatkan umpan silang Rodrigo De Paul, dengan Thiago Almada tercatat sebagai pemberi assist dalam proses serangan balik cepat tersebut. Enam menit berselang, Messi sempat menggetarkan jala Spanyol, tetapi VAR menganulir gol itu karena offside tipis dalam proses build-up serangan.

Momentum kembali berpihak ke Spanyol. Menit ke-67, Nico Williams mencetak gol penentu kemenangan setelah menyambut umpan silang mendatar Yamal. Skor 2-1 bertahan hingga akhir, meski wasit harus mengeluarkan empat kartu kuning di sisa laga, termasuk untuk Paredes pada menit ke-72 dan Gavi pada menit ke-80 akibat duel keras di lini tengah.

Keributan Usai Peluit: Gavi Terjatuh, Paredes dan Almada Terlibat

Gesekan antara Gavi dan Paredes sebenarnya sudah terlihat sejak babak kedua. Keduanya berkali-kali terlibat duel fisik dan adu argumen setiap kali bola mati. Begitu peluit panjang berbunyi, ketegangan yang tertahan selama 90 menit akhirnya meledak. Kamera menangkap momen ketika Gavi terjatuh saat berhadapan dengan Paredes dan Thiago Almada, sebelum pemain dari kedua kubu berdatangan. Emiliano Martinez dan Rodri terlihat berperan sebagai pendingin situasi dengan memisahkan rekan-rekan mereka. Tidak ada kartu merah yang keluar karena insiden terjadi setelah pertandingan resmi berakhir, tetapi FIFA diprediksi akan meninjau rekaman untuk kemungkinan sanksi tambahan.

"Ini final Piala Dunia, emosi berada di titik tertinggi. Saya sudah berbicara dengan para pemain. Yang terpenting, kami juara dan kami merayakannya dengan hormat," ujar Luis de la Fuente dalam konferensi pers usai laga.
"Kami kalah dan itu menyakitkan. Ada hal-hal di lapangan yang seharusnya tidak terjadi, dan kami akan membicarakannya secara internal," kata Lionel Scaloni menanggapi insiden tersebut.

Spanyol Menutup Turnamen dengan Catatan Impresif

Dengan kemenangan ini, Spanyol menutup Piala Dunia 2026 dengan rekor sempurna tujuh kemenangan dari tujuh laga, mencetak 16 gol dan hanya kebobolan 3. Unai Simon membukukan empat clean sheet sepanjang turnamen, sementara Yamal mengemas 4 gol dan 3 assist untuk menyabet penghargaan pemain muda terbaik. Meski tidak ada hat-trick tercipta di partai puncak, kontribusi generasi emas La Roja terasa di setiap lini. Bagi Argentina, kegagalan mempertahankan gelar menutup era keemasan mereka dengan catatan pahit, dan insiden keributan di akhir laga menjadi noda yang akan terus dibahas dalam beberapa pekan ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User