Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ferran Torres Angkat Trofi di Cibeles
Skor akhir 3-2. Spanyol resmi dinobatkan sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Prancis dalam final lima gol yang berlangsung liar hingga menit-menit akhir di Stadion MetLife, New Jersey. ...
Skor akhir 3-2. Spanyol resmi dinobatkan sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Prancis dalam final lima gol yang berlangsung liar hingga menit-menit akhir di Stadion MetLife, New Jersey. Sehari setelah laga pamungkas, euforia menjalar ke ibu kota Spanyol. Di Cibeles Square, Madrid, Senin (20/7/2026), Ferran Torres naik ke monumen Cibeles dan mengangkat trofi juara dunia di hadapan ratusan ribu warga yang memadati jantung kota.
Penyerang Barcelona berusia 26 tahun itu menjadi wajah kemenangan La Roja sepanjang turnamen. Dua golnya di final melengkapi koleksi lima gol dan satu assist yang ia ukir sejak fase grup. Bagi Spanyol, ini adalah gelar Piala Dunia kedua dalam sejarah setelah trofi 2010 di Afrika Selatan.
Babak Pertama: La Roja Menyambar Lebih Dulu
Luis de la Fuente menurunkan starting XI dengan formasi 4-3-3. Ferran Torres berperan sebagai penyerang tengah, didampingi Lamine Yamal di kanan dan Nico Williams di kiri, dengan Pedri, Rodri, dan Fabian Ruiz mengisi lini tengah. Prancis menjawab dengan formasi 4-2-3-1 yang digerakkan Kylian Mbappe dari sisi kiri.
Spanyol langsung tampil agresif dengan pressing tinggi. Menit ke-14, Pedri membobol lini pertahanan Prancis lewat umpan terobosan matang, dan Ferran Torres menyambutnya dengan sentuhan pertama yang tenang sebelum melepaskan tembakan rendah ke sudut jauh. 1-0, dan tribun berubah warna menjadi merah.
Prancis mencari jawaban lewat serangan balik. Menit ke-29, wasit menunjuk titik penalti setelah review VAR atas pelanggaran di kotak penalti. Mbappe maju sebagai eksekutor dan tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Skor berubah 1-1 pada menit ke-31.
Tekel Spanyol sempat getar. Rodri menerima kartu kuning pada menit ke-45 karena pelanggaran taktik menghentikan serangan cepat Les Bleus. Babak pertama ditutup tanpa tambahan gol, dengan penguasaan bola 57 persen untuk Spanyol dan catatan 3 shots on target berbanding 2.
Babak Kedua: Lima Gol, Satu Trofi
De la Fuente melakukan satu perubahan di jeda dengan memasukkan Dani Olmo untuk menambah intensitas di sepertiga akhir. Namun Prancis lebih dulu menyamakan kedudukan. Menit ke-59, Ousmane Dembele memanfaatkan kekacauan dari sepak pojok dan membuat skor 2-2. Jawaban Spanyol datang hanya beberapa menit kemudian.
Menit ke-67, Nico Williams menerobos dari sayap kiri sebelum memberikan assist silang ke kotak penalti. Ferran Torres membaca arah bola dengan sempurna dan menyambar first-time ke jaring. Gol kedua malam itu untuknya, sekaligus mengembalikan keunggulan Spanyol 3-2.
Menit ke-78, Lamine Yamal memastikan kemenangan. Pemain berusia 18 tahun itu menari dari sisi kanan, melewati dua bek, lalu melepaskan tembakan melengkung ke sudut jauh. Statistik akhir mencatat Spanyol unggul penguasaan bola 58-42 persen dengan 7 shots on target berbanding 4 milik Prancis.
Malam Terbaik Ferran Torres
Dua gol dan keterlibatan aktif dalam alur serangan membuat Ferran Torres layak disebut pemain terbaik final. Ia mencatat 34 sentuhan bola, akurasi passing 87 persen, dan memenangkan enam duel di lini depan. Perjalanan individualnya di turnamen ini gemilang: lima gol, satu assist, dan peran sentral dalam rotasi serangan La Roja sejak laga pembuka fase grup.
Kombinasi pengalaman Ferran Torres dan ledakan talenta muda seperti Yamal serta Williams menjadi resep taktik yang sulit dijawab lawan sepanjang turnamen. De la Fuente konsisten memutar starting XI tanpa kehilangan identitas possession-based yang menjadi ciri khas Spanyol.
Kami tidak hanya memenangkan trofi, kami memenangkannya dengan cara bermain yang kami yakini. Ferran adalah contoh kerja keras seluruh tim. Malam ini trofi itu milik semua orang di Spanyol,
ujar de la Fuente dalam konferensi pers pascafinal.
Euforia Cibeles Square, Madrid
Ratusan ribu pendukung memadati Cibeles Square sejak siang. Ketika bus tim tiba, Ferran Torres memimpin barisan pemain naik ke monumen Cibeles, tradisi klasik kemenangan timnas Spanyol. Trofi Piala Dunia diangkat berkali-kali diiringi sorak dan kembang api, menutup perayaan yang berlangsung hingga larut malam.
Dengan gelar ini, Spanyol kembali ke puncak sepak bola dunia setelah 16 tahun menunggu. Generasi emas berikutnya kini tampak siap mempertahankan mahkota, dengan Ferran Torres sebagai standar baru efisiensi di kotak penalti.
Comments (0)