Fajar/Fikri Menang Rubber Game dan Tembus Perempat Final Dunia

Skor akhir 21-18, 19-21, 21-15. Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, berhasil menundukkan wakil Korea Selatan, Kang Min-hyuk/Seo Seung-jae, pada babak 16 besar Kejuaraan Dunia ...

Aug 24, 2026 - 10:30
0 0
Fajar/Fikri Menang Rubber Game dan Tembus Perempat Final Dunia

Skor akhir 21-18, 19-21, 21-15. Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, berhasil menundukkan wakil Korea Selatan, Kang Min-hyuk/Seo Seung-jae, pada babak 16 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026, Rabu (19/8/2026). Pertarungan selama 81 menit itu baru selesai ketika Fikri membakar lapangan dengan smash silang tajam di match point kedua, membuat penonton Indonesia yang memadati tribun meledak dalam sorak sorai.

Hasil ini mengantar Fajar/Fikri melangkah ke perempat final sekaligus menjaga peluang Indonesia di sektor ganda putra. Lebih dari sekadar kemenangan, laga tersebut menjadi bukti bahwa kombinasi pengalaman Fajar dan ledakan tenaga Fikri semakin matang di level dunia.

Game Pembuka: Rotasi Cepat, Tekanan Efektif

Fajar/Fikri tampil tanpa ragu sejak pukulan pertama. Formasi depan-belakang mereka berjalan hampir sempurna: Fajar mengunci area net dengan refleks kilat, sementara Fikri berkeliaran di barisan belakang melepaskan serangan tanpa henti. Pada menit ke-9, ganda Indonesia sudah unggul 7-4 berkat dua smash winner berturut-turut milik Fikri yang tak mampu dibaca pertahanan Korea.

Tekanan terus mengalir. Di interval teknis, Fajar/Fikri unggul 11-8. Pasangan Korea mencoba bangkit lewat variasi drop shot Seo Seung-jae, namun rotasi Indonesia berjalan begitu rapi sehingga setiap bola lamban di jaring langsung dihukum. Momen krusial datang di posisi 16-13 ketika Fajar melakukan dive save luar biasa, disusul serangan balik yang dituntaskan Fikri. Game pembuka pun ditutup dengan angka 21-18 dalam 24 menit.

Game Kedua: Korea Bangkit, Indonesia Tersendat

Jeda antargame dimanfaatkan staf Korea untuk meracik strategi baru. Hasilnya terlihat instan. Kang Min-hyuk mulai berani menaikkan tempo dari belakang, sementara Seo Seung-jae memotong hampir semua bola datang di area net. Skor berjalan ketat hingga 5-5 sebelum Korea unggul tipis 11-10 di interval teknis.

Fajar/Fikri sempat menyamakan kedudukan menjadi 17-17 setelah dua smash keras Fikri memaksa kesalahan lawan. Namun fase finis menjadi momen pahit: satu servis fault, satu pukulan keluar, dan Korea menutup game kedua dengan 19-21. Total empat kesalahan tak terpaksa (unforced errors) di lima poin terakhir nyaris membuang kerja keras Indonesia.

Rubber Game: Mental Baja di Titik Kritis

Game penentuan menjadi ujian mental sesungguhnya. Alih-alih tertekan, Fajar/Fikri justru tampil lebih ganas. Empat poin beruntun lewat kombinasi drive keras dan tekanan net membuat mereka unggul 6-1. Ada pula momen dramatis saat wasit membatalkan poin Korea karena bola mendarat tepat di garis — keputusan yang dikonfirmasi sistem tinjauan elektronik setelah tantangan dari kubu Indonesia.

Dengan moral memuncak, Fajar/Fikri masuk interval game ketiga dengan keunggulan 11-7. Rally terpanjang pertandingan bahkan tercipta di fase ini: 34 pukulan yang berakhir dengan poin drop shot halus Fajar. Korea mencoba memaksakan perpanjangan lewat serangan balik cepat, tetapi konsentrasi Indonesia tidak goyah. Match point pertama gagal dimanfaatkan, namun match point kedua dituntaskan sempurna. Angka akhir rubber game: 21-15.

Angka-Angka Kunci dan Jalan Berikutnya

Dari sisi statistik, dominasi Indonesia terlihat jelas. Fajar/Fikri mencatat 28 poin dari serangan langsung, unggul atas 22 milik Korea. Tingkat keberhasilan menerima servis mereka mencapai 54 persen, sementara jumlah kesalahan tak terpaksa hanya 19 — jauh lebih ramping dibanding 26 milik lawan. Konversi poin pada rally panjang di atas sepuluh pukulan juga milik Indonesia: 61 persen.

Di perempat final, Fajar/Fikri diprediksi akan menjumpai ganda unggulan teratas. Pelatih ganda putra menegaskan tim telah menyiapkan analisis video mendalam, terutama soal pola serangan lawan dalam tiga game terakhir. Target jelas: tiket semifinal, sekaligus melanjutkan tradisi Indonesia yang selalu menyisakan wakil di fase knock-out Kejuaraan Dunia.

Bagi Fajar, kemenangan ini bermakna spesial sebagai pemain senior yang menjadi penyeimbang duet. Sementara bagi Fikri, performa malam itu menegaskan statusnya sebagai salah satu penyerang paling berbahaya di sirkuit dunia saat ini. Jika konsistensi ini terjaga, bukan hal mustahil nama Indonesia kembali tercoreng emas di panggung tertinggi bulu tangkis dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User