Spanyol Juara Euro 2024, Gelar Keempat di Final Dramatis Kontra Inggris
Berlin — Spanyol resmi menyegel gelar juara Euro 2024 setelah mengalahkan Inggris 2-1 pada laga final di Olympiastadion, Berlin, Minggu (14/7/2024) malam waktu setempat. Kemenangan ini membuat La Ro...
Berlin — Spanyol resmi menyegel gelar juara Euro 2024 setelah mengalahkan Inggris 2-1 pada laga final di Olympiastadion, Berlin, Minggu (14/7/2024) malam waktu setempat. Kemenangan ini membuat La Roja mengoleksi gelar Euro keempat sepanjang sejarah, menjadikannya tim tersukses di kompetisi antarnegara Eropa tersebut, melewati Jerman yang mengoleksi tiga trofi.
Laga berjalan dengan tensi tinggi sejak menit awal. Spanyol yang tampil dengan formasi 4-3-3 mengandalkan trio lini depan Lamine Yamal, Alvaro Morata, dan Nico Williams. Sementara Inggris di bawah asuhan Gareth Southgate memakai 4-2-3-1 dengan Harry Kane sebagai ujung tombak, didukung Jude Bellingham dan Phil Foden di lini tengah serang.
Menit ke-12, Spanyol hampir membuka keunggulan lewat sepakan kaki kiri Nico Williams dari sisi kiri. Namun bola masih melebar tipis di sisi gawang Jordan Pickford. Penguasaan bola babak pertama didominasi Spanyol dengan catatan 63 persen berbanding 37 persen milik Inggris.
Babak Pertama: Spanyol Dominan, Inggris Bertahan Rapat
Meski mendominasi penguasaan bola, Spanyol kesulitan menembus blok pertahanan Inggris yang dikawal John Stones dan Marc Guehi. Sepanjang 45 menit pertama, Spanyol mencatatkan 4 shots on target dari total 8 percobaan, sementara Inggris hanya melepaskan 2 tembakan tepat sasaran.
Peluang emas Inggris datang menit ke-36 lewat sundulan Kane memanfaatkan umpan silang Bukayo Saka, namun kiper Unai Simon sigap mengamankan bola. Hingga peluit panjang babak pertama, skor tetap 0-0.
Memasuki babak kedua, pelatih Spanyol Luis de la Fuente melakukan penyesuaian taktik dengan menarik keluar Morata dan memasukkan Mikel Oyarzabal. Perubahan ini terbukti efektif. Menit ke-47, hanya dua menit setelah restart, Nico Williams membuka keunggulan Spanyol setelah menerima assist dari Lamine Yamal. Tendangan kaki kirinya dari dalam kotak penalti tak mampu dihalau Pickford. Skor berubah 1-0 untuk Spanyol.
Oyarzabal Jadi Penentu di Menit Krusial
Inggris merespons cepat. Menit ke-73, Cole Palmer yang baru masuk sebagai pemain pengganti melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang menghujam sudut kanan gawang Spanyol. Skor kembali imbang 1-1, dan jalannya laga pun berubah semakin terbuka.
Statistik menunjukkan Inggris meningkatkan intensitas serangan pada 15 menit terakhir. Total shots Inggris naik menjadi 12 dengan 5 on target. Namun, pertahanan Spanyol yang dikomandoi Robin Le Normand tampil disiplin dan mencatatkan cleansheet di paruh kedua setelah gol Palmer.
Momen penentu terjadi menit ke-86. Oyarzabal menyambut umpan silang rendah dari Marc Cucurella dan menyontek bola dari jarak dekat. Pickford tak mampu berbuat banyak. 2-1 untuk Spanyol, dan gol itu menjadi penentu kemenangan La Roja.
"Kami tahu Inggris akan memberi ruang di menit-menit akhir. Oyarzabal adalah pemain yang tepat untuk momen seperti itu," ujar De la Fuente dalam konferensi pers usai laga.
Wasit asal Prancis, Francois Letexier, mengeluarkan total 4 kartu kuning dalam laga ini, dua untuk masing-masing tim. Tidak ada kartu merah maupun intervensi VAR yang mengubah jalannya pertandingan. Spanyol juga tercatat hanya 2 kali offside, sementara Inggris 3 kali.
Rekor Baru: Spanyol Tim Tersukses di Euro
Dengan trofi ini, Spanyol kini mengoleksi 4 gelar Euro (1964, 2008, 2012, 2024), unggul satu dari Jerman (3 gelar) dan dua dari Prancis serta Italia yang masing-masing mengoleksi 2 trofi. Catatan ini menegaskan dominasi Spanyol di pentas Eropa dalam dua dekade terakhir.
Lamine Yamal yang baru berusia 17 tahun juga mencatatkan sejarah sebagai pemain termuda yang tampil di final Euro, sekaligus penyumbang 4 assist sepanjang turnamen. Nico Williams dinobatkan sebagai Man of the Match dengan catatan 1 gol, 3 dribel sukses, dan 87 persen akurasi umpan.
Bagi Inggris, kekalahan ini memperpanjang puasa gelar besar mereka. The Three Lions kembali gagal di final kedua secara beruntun setelah kalah dari Italia di Euro 2020. Southgate menyebut timnya sudah tampil maksimal, namun eksekusi di momen krusial menjadi pembeda.
"Kami menciptakan cukup peluang, tetapi Spanyol lebih klinis. Itulah sepak bola tingkat tinggi," kata Southgate.
Spanyol menutup turnamen dengan rekor 7 kemenangan dari 7 pertandingan, mencetak 15 gol dan hanya kebobolan 4 kali. Statistik penguasaan bola rata-rata mereka sepanjang Euro 2024 mencapai 58 persen, tertinggi di antara semua peserta. Gelar ini sekaligus mengukuhkan Spanyol sebagai kandidat kuat menuju Piala Dunia 2026.
Comments (0)