Skor Pelayanan Meningkat jadi 8,37, Polri: Amanah yang Harus Dijaga
Beritainti.com, Jakarta – Kepercayaan publik terhadap kinerja profesionalitas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mencatatkan tren positif berdasarkan survei terbaru Litbang Kompas. Hasil
Beritainti.com, Jakarta – Kepercayaan publik terhadap kinerja profesionalitas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mencatatkan tren positif berdasarkan survei terbaru Litbang Kompas. Hasil penelitian tersebut menempatkan skor pelayanan korps bhayangkara pada angka 8,37 di tahun 2026, melonjak signifikan dari perolehan 7,76 pada periode sebelumnya (2025).
Menanggapi hasil ini, Polri menegaskan bahwa apresiasi publik bukan sekadar angka, melainkan sebuah amanah besar yang harus dijaga dengan kerja nyata berkelanjutan. Polri berkomitmen untuk tidak terlena dan justru semakin terpacu memperkuat sisi profesionalitas dalam melayani masyarakat.
“Kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga melalui kerja nyata. Polri akan terus meningkatkan kualitas pelayanan dengan memperkuat profesionalisme personel,” ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, melalui keterangan resminya, Jumat (26/6/2026).
Menurut laporan yang dihimpun media kami, kenaikan skor sebesar 0,61 poin ini mencerminkan efektivitas berbagai program transformasi internal yang gencar diterapkan. Fokus perbaikan pada respons cepat pengaduan, transparansi penanganan perkara, hingga peningkatan etika personel di lapangan menjadi kunci pendorong utama membaiknya citra institusi. Litbang Kompas secara rutin mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik, dan capaian ini menempatkan Polri pada kategori sangat baik.
Irjen Johnny menekankan bahwa capaian ini tidak akan membuat Polri berpuas diri. Sebaliknya, evaluasi akan terus dilakukan untuk mempertahankan dan bahkan meningkatkan standar pelayanan. “Kami menyadari bahwa kepercayaan bersifat dinamis. Oleh karena itu, konsistensi dalam memberikan pelayanan prima dan pendekatan humanis menjadi harga mati,” imbuhnya.
Lebih lanjut, sejumlah terobosan disebut tengah dikembangkan, termasuk penguatan pengawasan internal melalui teknologi digital untuk meminimalisir penyimpangan. Polri juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif dalam mengawal perbaikan ini, memastikan bahwa pelayanan publik benar-benar hadir sebagai solusi, bukan sekadar formalitas.
Dengan rapor memuaskan di awal 2026 ini, atmosfer internal Polri diharapkan kian solid. Tantangan ke depan berupa ekspektasi publik yang semakin tinggi justru dijadikan pelecut untuk membuktikan bahwa institusi penegak hukum ini layak menjadi pengayom sejati bagi seluruh warga negara.
Comments (0)