Skor Akhir Thailand 2-1 Vietnam di Leg Pertama Final Piala AFF
Skor akhir Thailand 2-1 Vietnam menjadi hasil dramatis leg pertama final Piala AFF 2026 yang digelar di Stadion Rajamangala, Bangkok, Rabu malam. Gol kemenangan tuan rumah dikunci lewat sundulan keras...
Skor akhir Thailand 2-1 Vietnam menjadi hasil dramatis leg pertama final Piala AFF 2026 yang digelar di Stadion Rajamangala, Bangkok, Rabu malam. Gol kemenangan tuan rumah dikunci lewat sundulan keras Supachok Sarachat pada menit ke-71, memanfaatkan assist Chanathip Songkrasin yang menusuk dari lini kedua. Drama belum selesai di situ: pada menit ke-84, gol ketiga Supachok dianulir setelah bendera offside diangkat, dan dua menit berselang VAR kembali berbunyi untuk meninjau dugaan handball di kotak penalti Thailand sebelum akhirnya permainan dilanjutkan.
Babak Pertama: Tuan Rumah Mendominasi, Vietnam Bertahan Rapat
Kedua pelatih menurunkan starting XI terbaiknya malam itu. Thailand tampil dengan formasi 4-3-3 yang agresif, sementara Vietnam memilih 3-4-3 dengan sayap yang mundur membantu pertahanan. Sejak menit awal, ritme permainan dikuasai Gajah Perang. Penguasaan bola babak pertama tercatat 58 persen berbanding 42 persen untuk tim tamu, dan tekanan demi tekanan terus dilancarkan dari sisi kanan serangan.
Menit ke-12, ancaman pertama justru datang dari Vietnam. Nguyen Tien Linh melepaskan sundulan dari jarak dekat menyambut umpan silang, namun bola melambung tipis di atas mistar gawang Kawin Thamsatchanan. Tuan rumah membalas pada menit ke-23 lewat tembakan jarak jauh Supachok yang masih bisa ditepis kiper Dang Van Lam. Peluang demi peluang tercipta, dan akhirnya pada menit ke-34 pintu kebobolan Vietnam terbuka juga. Umpan terobosan Chanathip membelah dua bek tengah lawan, dan Supachok yang berlari bebas menuntaskannya dengan tendangan first-time ke pojok kiri gawang. Skor 1-0 untuk tuan rumah, dengan catatan shots on target babak pertama 4 berbanding 1 untuk Thailand.
Babak Kedua: Vietnam Menyambar Balik, Thailand Menghukum Kecerobohan
Memasuki babak kedua, pelatih Vietnam mengubah pendekatan dengan menaikkan garis pertahanan. Hasilnya langsung terlihat pada menit ke-58. Tendangan bebas Nguyen Quang Hai dari sisi kanan diarahkan ke tiang jauh, dan Tien Linh yang lolos dari kawalan bek Thai menyundul bola ke dalam gawang. Kedudukan imbang 1-1, dan para suporter tamu di tribun langsung bergemuruh.
Namun euforia itu hanya bertahan tiga belas menit. Pada menit ke-71, Chanathip kembali menjadi aktor utama. Ia mengirim assist terukurnya yang kedua malam itu, sebuah umpan silang melengkung dari sisi kiri yang disambut sundulan Supachok di antara dua bek Vietnam. Kiper Dang Van Lam sempat menyentuh bola, tetapi lajunya terlalu deras. Skor berubah 2-1, dan tekanan kembali mengalir ke arah gawang tim tamu.
Menit ke-84, Supachok sempat mencetak gol lagi setelah menerima umpan terobosan, namun wasit dibantu VAR menganulirnya karena posisi penyerang Thai itu lebih maju dari bek terakhir saat umpan dilepaskan. Peluang hat-trick-nya pun kandas. Menit ke-86, drama berlanjut ketika insiden bola mengenai tangan bek Thailand di kotak penalti membuat VAR memeriksa ulang, sebelum akhirnya diputuskan bukan penalti. Kartu kuning menghiasi laga ini: tiga untuk Thailand dan dua untuk Vietnam, tanpa ada kartu merah sepanjang pertandingan.
Analisis Pemain dan Peluang di Leg Kedua
Supachok Sarachat jelas menjadi bintang malam ini dengan dua gol dan satu gol yang dianulir offside. Ia memenangkan empat duel udara, menciptakan tiga peluang, dan menjadi ancaman konstan bagi lini belakang Vietnam yang bermain dengan formasi tiga bek. Di sisi lain, Chanathip Songkrasin menunjukkan kelasnya sebagai pengatur serangan: dua assist, 89 persen akurasi umpan, dan delapan ball progression ke sepertiga akhir lapangan.
"Kami tidak mendapatkan clean sheet, dan itu sedikit mengganggu kami. Tapi mencetak dua gol di kandang adalah modal besar untuk leg kedua," ujar pelatih Thailand usai laga. "Di Hanoi nanti, kami tidak akan bermain bertahan. Kami butuh gol tandang."
Pelatih Vietnam menilai timnya kurang klinis di depan gawang. "Kami menciptakan peluang, tetapi shots on target kami hanya tiga sepanjang laga. Melawan tim sebesar Thailand, tiga tembakan tepat sasaran tidak cukup," katanya. Ia berjanji melakukan perubahan besar di starting XI leg kedua yang digelar di Stadion My Dinh, Hanoi.
Secara keseluruhan, statistik akhir pertandingan mencatat penguasaan bola 56-44 untuk Thailand, shots on target 7-3, serta jumlah umpan sukses 512 berbanding 398. Dengan agregat 2-1, Vietnam masih memiliki peluang terbuka karena satu gol tandang yang mereka bawa pulang. Semua akan ditentukan di leg kedua final Piala AFF 2026, di mana tuan rumah Vietnam akan bermain di depan pendukungnya sendiri dan wajib menang minimal dengan selisih satu gol untuk memaksa perpanjangan waktu.
Comments (0)