Skor Akhir 2-0: Blatter dan Platini Kembali Bebas di Swiss
Skor akhir dari Muttenz: Blatter-Platini 2, Kejaksaan Agung Swiss 0! Dua figur paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola modern itu keluar dari gedung pengadilan banding di Muttenz, dekat Basel, pad...
Skor akhir dari Muttenz: Blatter-Platini 2, Kejaksaan Agung Swiss 0! Dua figur paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola modern itu keluar dari gedung pengadilan banding di Muttenz, dekat Basel, pada 25 Maret 2025 dengan status bebas — untuk kedua kalinya. Sepp Blatter, mantan presiden FIFA yang kini berusia 89 tahun, menyempatkan diri berbicara kepada jurnalis sebelum meninggalkan lokasi, sementara Michel Platini menyusul dengan wajah lega. Hampir satu dekade pertarungan hukum akhirnya menemui peluit panjang.
Majelis hakim menyatakan dakwaan pembayaran palsu senilai 2 juta franc Swiss tidak terbukti secara hukum. Ini adalah kekalahan telak kedua bagi penuntut umum setelah pengadilan tingkat pertama pada Juli 2022 juga membebaskan keduanya dari seluruh dakwaan. Bagi kubu pertahanan, hasil ini terasa seperti gol kemenangan di menit akhir perpanjangan waktu.
Babak Pertama: Kick-off Skandal Satu Dekade Silam
Kita putar ulang ke September 2015, momen ketika penyelidik Swiss pertama kali membuka berkas perkara ini. Jantung kasusnya adalah transfer dana 2 juta franc Swiss dari rekening FIFA ke Platini pada 2011 — hanya beberapa bulan sebelum Blatter kembali terpilih memimpin federasi sepak bola dunia. Jaksa menilai transaksi itu tidak memiliki dasar hukum dan melabelinya sebagai penipuan, penggelapan, serta pemalsuan dokumen.
Namun kubu pertahanan punya argumen yang konsisten sejak menit pertama: uang tersebut merupakan pelunasan honor konsultasi Platini sebagai penasihat Blatter pada periode 1998 hingga 2002, yang disepakati secara lisan. Kontrak verbal, menurut mereka, tetap sah di mata hukum Swiss — dan kini dua pengadilan berbeda sepakat dengan versi itu.
Badai ini datang di tengah tahun paling kelam dalam sejarah FIFA. Skandal korupsi global yang meledak pada Mei 2015 memaksa Blatter mengundurkan diri hanya beberapa hari setelah terpilih kembali, mengakhiri kekuasaannya selama 17 tahun sejak 1998. Komite Etik FIFA kemudian menjatuhkan hukuman larangan berkegiatan di sepak bola selama delapan tahun kepada keduanya, yang kemudian dipangkas menjadi enam tahun setelah banding.
Statistik Laga: Angka di Balik Pertarungan Hukum
Kalau kita bedah dengan statistik, performa kedua tim di lapangan hukum sangat timpang. Kubu Blatter-Platini mencatatkan dua kemenangan dari dua pertandingan — clean sheet sempurna. Sebaliknya, jaksa penuntut gagal mengonversi satu pun peluang: tuntutan hukuman percobaan 20 bulan penjara yang mereka ajukan di persidangan banding mentah di tangan majelis hakim.
Durasi pertarungan ini juga luar biasa: hampir 10 tahun sejak penyelidikan dibuka hingga putusan banding. Blatter menjalani proses ini di usia senja, sementara Platini — peraih tiga Ballon d'Or beruntun (1983, 1984, 1985) dan kapten Prancis saat menjuarai Piala Eropa 1984 — kini berusia 69 tahun dan telah kehilangan satu dekade karier potensial di manajemen sepak bola.
Sejak awal kami selalu mengatakan hal yang sama: pembayaran itu sah, berdasarkan kesepakatan lisan untuk pekerjaan yang benar-benar dilakukan. Hari ini kebenaran kembali berbicara — demikian garis pertahanan Blatter yang tidak pernah berubah sejak 2015 dan kembali ditegaskan seusai putusan.
Babak Kedua: Apa Arti Putusan Ini bagi Sepak Bola Dunia?
Dari sudut pandang taktik, keputusan hakim banding menjadi pukulan besar bagi kredibilitas penegakan hukum olahraga di Swiss. Dua kali gagal membuktikan dakwaan di dua tingkat pengadilan membuat peluang jaksa untuk melanjutkan perlawanan ke tingkat kasasi semakin tipis, meski secara teknis opsi itu masih terbuka.
Bagi Platini, putusan ini membuka kembali lembaran yang sempat tertutup rapat. Mantan bintang Juventus itu pernah menjadi favorit kuat pengganti Blatter di kursi presiden FIFA sebelum skandal menghancurkan pencalonannya pada 2015. Kini, dengan nama yang dibersihkan oleh pengadilan, spekulasi soal peran barunya di sepak bola Eropa kembali mengemuka — walau usia tidak lagi berpihak.
Sementara itu, Blatter menutup saga ini dengan catatan paradoksal: 17 tahun memimpin FIFA dan membangun Piala Dunia menjadi mesin komersial raksasa, namun warisannya selamanya ternoda oleh krisis 2015. Kemenangan di pengadilan memulihkan status hukumnya, tetapi opini publik sepak bola adalah wasit yang jauh lebih sulit diyakinkan.
Satu hal yang pasti: peluit panjang telah dibunyikan di Muttenz. Skor akhir 2-0 untuk Blatter dan Platini — dan pertandingan ini kemungkinan besar tidak akan diulang.
Comments (0)