Infantino Ajak Walikota AS Sukseskan Piala Dunia 2026

Skor akhir: 0-0, tapi pertandingan sebenarnya baru saja dimulai. Di tengah hiruk-pikuk persiapan Piala Dunia 2026, Presiden FIFA Gianni Infantino tampil sebagai bintang lapangan tengah pada Konferensi...

Aug 07, 2026 - 19:34
0 0
Infantino Ajak Walikota AS Sukseskan Piala Dunia 2026

Skor akhir: 0-0, tapi pertandingan sebenarnya baru saja dimulai. Di tengah hiruk-pikuk persiapan Piala Dunia 2026, Presiden FIFA Gianni Infantino tampil sebagai bintang lapangan tengah pada Konferensi Walikota AS, 29 Januari 2026 di Washington, DC. Dengan Trofi Piala Dunia berkilau di sisinya, Infantino tidak hanya berbicara—ia beraksi, meyakinkan para pemimpin kota bahwa turnamen ini bukan sekadar ajang olahraga, melainkan peluang emas untuk transformasi ekonomi dan sosial.

Menit ke-0 pidato, Infantino langsung menekankan skala luar biasa turnamen ini. Piala Dunia 2026 akan diselenggarakan bersama oleh tiga negara—Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko—dengan total 104 pertandingan di 16 kota tuan rumah. Ini bukan sekadar angka; ini adalah rekor dalam sejarah Piala Dunia. Penguasaan bola dalam konteks ini adalah penguasaan perhatian global, dan Infantino tahu persis cara memainkannya.

Manfaat Nyata bagi Kota Tuan Rumah

Infantino memaparkan data yang sulit dibantah. Setiap kota tuan rumah diproyeksikan menerima dampak ekonomi hingga miliaran dolar dari kunjungan wisatawan, investasi infrastruktur, dan paparan media internasional. Ia menyebutkan bahwa Piala Dunia 2014 di Brasil menghasilkan 1,5 juta wisatawan asing, sementara Rusia 2018 mencatatkan 3 juta pengunjung. Untuk 2026, dengan tiga negara dan 16 kota, angka tersebut bisa berlipat ganda.

"Ini bukan tentang 90 menit di lapangan," kata Infantino, disambut anggukan para walikota. "Ini tentang warisan 90 tahun ke depan. Stadion yang dibangun akan menjadi pusat komunitas, lapangan latihan akan menjadi sekolah sepak bola bagi anak-anak, dan investasi transportasi akan menghubungkan lingkungan yang sebelumnya terisolasi." Ia menekankan bahwa FIFA telah mengalokasikan dana khusus untuk program legacy di setiap kota tuan rumah, memastikan manfaatnya dirasakan jauh setelah peluit akhir berbunyi.

Data FIFA menunjukkan bahwa setiap dolar yang diinvestasikan dalam infrastruktur Piala Dunia menghasilkan pengembalian 3,5 kali lipat dalam bentuk aktivitas ekonomi jangka panjang. Shots on target dalam hal ini adalah proposal konkret: FIFA akan membantu kota-kota mengembangkan akademi sepak bola, program kesehatan masyarakat, dan inisiatif pendidikan melalui olahraga. Infantino juga menyoroti bahwa turnamen ini akan menciptakan lebih dari 100.000 lapangan kerja langsung dan tidak langsung di ketiga negara.

Strategi FIFA dan Peran Walikota

Dari sisi taktik, Infantino memainkan formasi 4-3-3 ala tim juara: empat pilar utama (stadion, transportasi, keamanan, dan akomodasi), tiga lini pendukung (pemasaran, komunitas, dan teknologi), serta tiga penyerang tajam (pariwisata, investasi, dan warisan). Ia meminta para walikota menjadi kapten tim di kota masing-masing, memastikan koordinasi antara pemerintah federal, negara bagian, dan lokal berjalan mulus.

"Kalian adalah starting XI yang akan menentukan kesuksesan turnamen ini," tegasnya. "Tanpa dukungan kalian, tidak ada stadion yang bisa dibangun, tidak ada rute transportasi yang bisa disiapkan, tidak ada keamanan yang bisa dijamin. FIFA siap menjadi rekan, bukan atasan." Ia menyebutkan bahwa FIFA telah membentuk tim liaison khusus untuk setiap kota tuan rumah, dengan pertemuan bulanan untuk memantau progres dan mengatasi hambatan.

Infantino juga mengingatkan tentang pentingnya pengalaman penggemar. Dengan perkiraan 6 juta tiket akan terjual, kota-kota harus siap menghadapi lonjakan pengunjung yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia merekomendasikan pembukaan fan zone di pusat kota, program sukarelawan yang melibatkan pelajar, dan inisiatif keberlanjutan untuk mengurangi jejak karbon turnamen. "Kita tidak hanya ingin menjadi tuan rumah yang baik," katanya. "Kita ingin menjadi tuan rumah yang terbaik dalam sejarah."

"Ini bukan tentang 90 menit di lapangan. Ini tentang warisan 90 tahun ke depan." — Gianni Infantino, Presiden FIFA

Peluang dan Tantangan di Depan Mata

Namun, tidak semua berjalan mulus. Infantino mengakui adanya tantangan logistik—perbedaan zona waktu, regulasi imigrasi antar negara, dan koordinasi keamanan lintas batas. Ia meminta walikota untuk aktif melobi pemerintah federal agar mempercepat proses visa bagi penggemar internasional, serta menyederhanakan prosedur bea cukai untuk peralatan tim dan media.

Ia juga menyoroti pentingnya inklusivitas. Piala Dunia 2026 akan menjadi ajang pertama dengan 48 tim, meningkat dari 32 tim sebelumnya. Ini berarti lebih banyak negara, lebih banyak budaya, dan lebih banyak cerita. Infantino mendorong kota-kota untuk merayakan keberagaman ini dengan festival budaya, pameran seni, dan program pertukaran pelajar selama turnamen berlangsung.

Dari sisi statistik, Infantino menyebutkan bahwa Piala Dunia 2026 akan disiarkan ke 200+ negara dengan perkiraan audiens kumulatif 5 miliar orang. Ini adalah peluang pemasaran yang tak ternilai bagi kota-kota tuan rumah. Ia mencontohkan bagaimana Barcelona dan London memanfaatkan Olimpiade untuk meningkatkan citra global mereka, dan yakin kota-kota AS, Kanada, dan Meksiko bisa melakukan hal yang sama.

Di akhir pidato, Infantino menekankan bahwa kesuksesan turnamen akan diukur bukan hanya dari jumlah gol atau penonton, tetapi dari bagaimana kota-kota berubah menjadi lebih baik. Ia mengajak para walikota untuk berpikir jangka panjang, bukan hanya merayakan pesta 30 hari. "Piala Dunia adalah katalis," pungkasnya. "Kalian yang menentukan apakah katalis itu menghasilkan reaksi berantai kemajuan atau hanya ledakan sesaat." Dengan Trofi Piala Dunia di sampingnya, pesan itu terasa seperti assist sempurna—tinggal menunggu eksekusi dari para walikota untuk mencetak gol sejarah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User