Shin Tae Yong Pertanyakan Gol Bunuh Diri dan Keputusan Wasit

Skor akhir 0-1 menutup laga sengit antara Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya dalam fase grup Piala Presiden 2026. Dua momen krusial — gol bunuh diri yang mengoyak gawang sendiri serta sebuah gol...

Jul 27, 2026 - 21:33
0 0
Shin Tae Yong Pertanyakan Gol Bunuh Diri dan Keputusan Wasit

Skor akhir 0-1 menutup laga sengit antara Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya dalam fase grup Piala Presiden 2026. Dua momen krusial — gol bunuh diri yang mengoyak gawang sendiri serta sebuah gol yang dianulir wasit — menjadi pusat perhatian, memicu reaksi keras dari kubu Macan Kemayoran.

Kekalahan ini bukan sekadar soal tiga poin yang melayang, melainkan rentetan keputusan di lapangan yang dinilai mengubah jalannya pertandingan. Pelatih Persija, Shin Tae Yong, tidak tinggal diam. Ia menyoroti setiap detil yang menurutnya merugikan timnya, mulai dari blunder fatal di babak pertama hingga intervensi VAR yang kontroversial.

Babak Pertama: Gol Bunuh Diri yang Mematikan

Stadion utama bergemuruh saat menit ke-23, Persebaya mendapatkan sepak pojok dari sisi kanan. Umpan lambung mendatar dilepaskan oleh gelandang serang mereka, Marselino Ferdinan. Bola meluncur deras ke tiang dekat. Di sana, bek tengah Persija, Muhammad Ferarri, berusaha menghalau dengan sundulan. Namun, dalam tekanan ketat penyerang Persebaya, arah bola justru berbelok tajam ke gawang sendiri. Kiper Andritany Ardhiyasa yang sudah bergerak ke arah berlawanan tak mampu menjangkau. Gol bunuh diri itu tercipta dan menjadi satu-satunya gol yang mengisi papan skor.

Penguasaan bola kedua tim sebenarnya cukup berimbang di 45 menit awal — Persija mencatat 48% berbanding 52% milik Persebaya. Namun, dari segi peluang berbahaya, Persebaya lebih efektif. Tercatat, tiga shots on target berhasil mereka lepaskan, sementara Persija hanya satu. Blunder itu menjadi mimpi buruk. Shin Tae Yong, yang sejak awal menginstruksikan formasi 4-3-3 agresif, terlihat frustrasi di pinggir lapangan. Timnya dipaksa mengejar sejak babak pertama, dan gol bunuh diri itu adalah pukulan telak yang merusak rencana permainan.

Kontroversi Gol Dianulir: VAR dan Garis Offside

Memasuki babak kedua, Persija tampil lebih menggebrak. Menit ke-67, gelombang serangan balik cepat Macan Kemayoran akhirnya membuahkan hasil. Umpan terobosan akurat dari gelandang tengah, Hanif Sjahbandi, mengarah ke striker asing mereka, Gustavo Almeida. Dengan tenang, Gustavo menaklukkan kiper Persebaya lewat sepakan mendatar ke pojok kiri bawah. Selebrasi suporter Persija pecah. Namun, wasit utama segera menghentikan perayaan. Setelah berkonsultasi lewat headset, ia memberi sinyal adanya potensi offside. VAR pun turun tangan.

Setelah peninjauan selama hampir tiga menit, wasit akhirnya menganulir gol tersebut. Tayangan ulang menunjukkan bahwa ujung bahu Gustavo berada beberapa sentimeter di depan bek terakhir Persebaya saat bola dilepaskan. Garis offside semu dari VAR memperlihatkan selisih yang sangat tipis. Keputusan ini menjadi titik balik. Momentum Persija yang sedang membara seketika padam. Statistik mencatat di babak kedua, Persija melepaskan lima shots on target dan mendominasi penguasaan bola hingga 56%. Namun, clean sheet Persebaya tetap aman.

Analisis Taktik dan Statistik Kunci

Secara keseluruhan, penguasaan bola final adalah 51% untuk Persebaya dan 49% untuk Persija. Dari total shots on target (7 untuk Persebaya, 6 untuk Persija), seharusnya laga bisa berakhir lebih dari satu gol. Namun, ketajaman dan faktor keberuntungan menjadi pembeda. Persebaya yang bermain dengan formasi 5-4-1 sangat disiplin dalam bertahan, sementara starting XI Persija yang mengandalkan kecepatan sayap (Riko Simanjuntak dan Witan Sulaeman) kesulitan menembus pertahanan rapat.

Dua kartu kuning untuk Persija — satu untuk bek kanan akibat tekel keras di menit ke-55, dan satu untuk gelandang bertahan setelah protes berlebihan — turut memanaskan tensi. Sementara itu, kiper Persebaya, Ernando Ari, layak mendapat kredit atas beberapa penyelamatan krusial. Clean sheet yang ia raih adalah penyelamat kemenangan tim tamu.

Reaksi Tegas Shin Tae Yong

Shin Tae Yong tak bisa menyembunyikan kekecewaannya dalam konferensi pers usai laga. Ia secara khusus menyoroti inkonsistensi pengambilan keputusan.

“Saya sangat menyayangkan gol bunuh diri di awal. Tapi yang lebih menyakitkan adalah gol kami dianulir. Jika ditarik garis, itu sangat marginal. Di sisi lain, ada insiden serupa di pertandingan lain yang tidak diperiksa seketat ini. Konsistensi VAR jadi pertanyaan besar,” ujar pelatih asal Korea Selatan itu dengan nada tinggi.

Ia juga menekankan bahwa timnya sudah bekerja keras dan pantas mendapat setidaknya satu poin. Shin Tae Yong berjanji akan mengevaluasi kesalahan individu yang berujung gol bunuh diri, tetapi juga berharap ada transparansi lebih dari perangkat pertandingan.

Dampak di Klasemen dan Jalan ke Depan

Kekalahan ini membuat Persija tertahan di papan tengah klasemen sementara Grup A Piala Presiden 2026. Dengan sisa dua laga, Macan Kemayoran wajib menyapu bersih kemenangan untuk lolos ke semifinal. Dukungan penuh dari The Jakmania jelas akan menjadi suntikan moral. Namun, pelajaran dari laga ini jelas: kesalahan kecil bisa berakibat fatal, dan keputusan kontroversial akan terus menjadi bayang-bayang sepanjang turnamen. Apakah Persija bisa bangkit? Waktu yang akan menjawab.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User