SF Hariyanto, Harta Kekayaan Wagub Riau yang Mencuat Usai OTT
PEKANBARU — Nama Wakil Gubernur Riau Sofyan Franyata (S. F.) Hariyanto mendadak menjadi sorotan publik setelah Gubernur Riau Abdul Wahid terjaring operasi
PEKANBARU — Nama Wakil Gubernur Riau Sofyan Franyata (S. F.) Hariyanto mendadak menjadi sorotan publik setelah Gubernur Riau Abdul Wahid terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada awal November lalu. Sorotan tajam tertuju pada total kekayaan yang dilaporkan Hariyanto dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), yang mencapai puluhan miliar rupiah.
Profil Singkat SF Hariyanto
S. F. Hariyanto bukanlah wajah baru di panggung politik Riau. Sebelum menjabat sebagai Wakil Gubernur Riau periode 2025–2030, ia pernah menjadi Anggota DPRD Riau tiga periode sejak 2004. Pria kelahiran Pekanbaru, 15 April 1968, ini juga dikenal sebagai pengusaha sukses di bidang perkebunan dan properti. Karier politiknya dimulai dari Partai Golkar, lalu beralih ke NasDem, hingga akhirnya memenangkan Pilkada 2024 bersama Abdul Wahid.
Kronologi OTT yang Mengubah Panggung Politik
- Senin, 3 November 2025 — KPK menggelar operasi senyap di Kantor Gubernur Riau dan kediaman pribadi Abdul Wahid. Tim penindakan mengamankan uang tunai Rp2,7 miliar dalam pecahan rupiah dan dolar, serta sejumlah barang bukti elektronik.
- Selasa, 4 November 2025 — Abdul Wahid ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemprov Riau. Publik mulai ramai mempertanyakan peran dan rekam jejak para wakilnya.
- Rabu, 5 November 2025 — Nama S. F. Hariyanto mencuat setelah LHKPN miliknya tahun 2024 terbuka ke publik, memantik perdebatan di media sosial dan ruang diskusi warga.
Rincian Harta Kekayaan
Situs resmi elhkpn.kpk.go.id mencatat Hariyanto melaporkan total harta kekayaan Rp 12,5 miliar per 31 Desember 2024, naik 8% dari laporan sebelumnya sebesar Rp 11,6 miliar. Berikut perinciannya:
- Tanah dan bangunan senilai Rp 6,8 miliar, terdiri dari lima bidang tanah dan bangunan di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar, termasuk lahan perkebunan kelapa sawit seluas 10 hektare.
- Alat transportasi dan mesin Rp 1,2 miliar, meliputi Toyota Land Cruiser 2023, Toyota Fortuner 2022, dan dua truk pengangkut hasil kebun.
- Harta bergerak lainnya Rp 950 juta, mencakup perhiasan, koleksi barang seni, dan peralatan elektronik.
- Surat berharga Rp 1,9 miliar dalam bentuk reksadana dan saham di perusahaan lokal serta BUMN.
- Kas dan setara kas Rp 1,65 miliar tersimpan dalam deposito dan tabungan di empat bank nasional.
Selain itu, Hariyanto tercatat memiliki utang Rp 1,75 miliar berupa kredit investasi dari Bank BNI untuk pengembangan usaha perkebunannya.
“Saya selalu terbuka soal aset. Semua saya laporkan sesuai ketentuan. Tidak ada yang saya tutupi,” ucap Hariyanto dalam konferensi pers di Pekanbaru, Kamis (6/11).
Respons Masyarakat dan Pengamat
Masyarakat Riau terbelah menyikapi fakta kekayaan Wagub. Sebagian menilai kewajaran karena rekam jejaknya sebagai pengusaha. Namun, sebagian lain mendesak KPK menelusuri sumber kekayaan tersebut secara komprehensif.
Pengamat kebijakan publik Universitas Riau, Dr. Rinaldi Syahputra, menyatakan bahwa tingginya nilai LHKPN pejabat di daerah tidak otomatis menandakan adanya pelanggaran. “Selama aset tersebut diperoleh secara sah dan telah dikenai pajak, maka wajar. Namun yang terpenting adalah transparansi berkelanjutan,” katanya.
Langkah Ke Depan
Pimpinan DPRD Riau telah memanggil Hariyanto untuk mengklarifikasi posisinya terkait pemerintahan pasca-OTT. Hariyanto menegaskan siap menjalankan tugas sebagai pelaksana harian gubernur sementara menunggu penunjukkan resmi oleh Kementerian Dalam Negeri. KPK sendiri belum menyatakan bahwa Hariyanto tersangkut kasus yang menjerat Abdul Wahid.
[SOCIAL_TWEET]: Usai OTT Gubernur Riau, sorotan tertuju pada Wagub SF Hariyanto. Tercatat total hartanya Rp 12,5 miliar! Patutkah dicurigai? #RiauBangkit #LHKPN #TransparansiPejabat[SOCIAL_TG]: 💰 Pasca OTT Gubernur Riau, publik dibuat tercengang dengan total kekayaan Wagub SF Hariyanto: Rp 12,5 miliar! Apakah Anda percaya itu murni dari bisnis? Klik untuk laporan lengkap.
Comments (0)