Oct 13, 2026
Nasional

Serangan Houthi Ketiga dalam Sepekan Guncang Bandara Riyadh

Gelombang eskalasi di Timur Tengah kembali mencapai titik didih baru. Kelompok Houthi dikabarkan melancarkan serangan ketiga dalam kurun waktu satu pekan t

Serangan Houthi Ketiga dalam Sepekan Guncang Bandara Riyadh

Gelombang eskalasi di Timur Tengah kembali mencapai titik didih baru. Kelompok Houthi dikabarkan melancarkan serangan ketiga dalam kurun waktu satu pekan terhadap Bandara Internasional Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu lalu. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai sejumlah warga sipil lainnya, menjadikannya salah satu insiden paling mematikan dalam konflik yang terus memanas antara koalisi pimpinan Saudi dan milisi yang berbasis di Yaman tersebut.

Serangan ini bukan sekadar insiden tunggal, melainkan puncak dari pola serangan beruntun yang menunjukkan peningkatan kapasitas militer Houthi. Dalam sepekan terakhir, bandara yang menjadi gerbang utama Arab Saudi itu telah menjadi sasaran tiga kali berturut-turut, menandai babak baru dalam perang proksi yang telah berlangsung bertahun-tahun. Pihak berwenang Saudi belum merilis pernyataan resmi lengkap terkait identitas korban, namun sumber medis setempat menyebut bahwa korban tewas mencakup sejumlah pekerja bandara dan penumpang yang tengah menunggu penerbangan.

Strategi Houthi dan Perubahan Peta Konflik

Serangan terhadap infrastruktur sipil seperti bandara internasional menandai pergeseran strategi Houthi. Jika sebelumnya kelompok ini lebih sering menyasar fasilitas militer dan ladang minyak, kini mereka secara terang-terangan menargetkan pusat-pusat transportasi udara yang menjadi simbol konektivitas Arab Saudi dengan dunia luar. Serangan ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga berpotensi melumpuhkan sektor penerbangan dan pariwisata Saudi yang tengah gencar dipromosikan melalui Visi 2030.

AspekDampak Serangan
Korban Jiwa12 orang tewas
Frekuensi Serangan3 kali dalam sepekan
SasaranBandara Internasional Riyadh
ImplikasiKrisis keamanan & psi kologis publik

Analis keamanan Timur Tengah menilai bahwa serangan ini merupakan pesan politik yang kuat dari Houthi kepada Riyadh. "Houthi ingin menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk menembus sistem pertahanan udara Saudi yang selama ini digadang-gadang sebagai salah satu yang paling canggih di kawasan," ujar seorang pengamat hubungan internasional dari lembaga riset independen. Hal senada disampaikan oleh sumber diplomatik yang enggan disebutkan namanya.

"Serangan beruntun ini menunjukkan bahwa strategi pertahanan udara Arab Saudi masih memiliki celah yang serius. Jika tidak ada respons yang tepat, eskalasi akan terus meningkat dan berpotensi menyeret kawasan ke dalam perang terbuka yang lebih luas." — Pengamat Keamanan Timur Tengah

Respons Arab Saudi dan Reaksi Internasional

Hingga berita ini diturunkan, koalisi pimpinan Arab Saudi belum memberikan pernyataan resmi mengenai langkah balasan yang akan diambil. Namun, sejumlah sumber menyebut bahwa Riyadh tengah mempertimbangkan operasi militer skala besar sebagai respons. Masyarakat internasional pun mulai menyuarakan kekhawatiran. PBB dan sejumlah negara Eropa mendesak agar kedua belah pihak menahan diri dan mengutamakan jalur diplomatik untuk mencegah korban sipil lebih banyak.

Dampak serangan ini juga dirasakan langsung oleh warga sipil. Aktivitas bandara dilaporkan sempat terhenti total selama beberapa jam, menyebabkan penundaan penerbangan dan kepanikan di kalangan penumpang. Rasa aman masyarakat terhadap fasilitas publik menjadi taruhan, dan kekhawatiran akan serangan lanjutan kian membayangi kehidupan sehari-hari di ibu kota Saudi.

Situasi ini menegaskan bahwa konflik Yaman, yang selama ini dianggap sebagai perang terlupakan, masih menjadi ancaman nyata bagi stabilitas kawasan. Tanpa upaya mediasi yang serius, eskalasi serangan terhadap infrastruktur sipil seperti bandara berpotensi menjadi preseden buruk yang memperburuk krisis kemanusiaan dan keamanan di Timur Tengah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User