Sejumlah Titik di Surabaya Banjir, Ketinggian Air Capai 50 Cm

Surabaya - Hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur hampir seluruh wilayah Kota Surabaya pada Selasa (23/6/2026) pagi. Curah hujan yang berlangsung selama lebih dari tiga jam itu menyebabkan pu

Jul 06, 2026 - 14:05
0 1
Sejumlah Titik di Surabaya Banjir, Ketinggian Air Capai 50 Cm

Surabaya - Hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur hampir seluruh wilayah Kota Surabaya pada Selasa (23/6/2026) pagi. Curah hujan yang berlangsung selama lebih dari tiga jam itu menyebabkan puluhan titik tergenang banjir. Ketinggian air di lokasi terparah bahkan dilaporkan mencapai 50 sentimeter, cukup untuk merendam jalan raya dan sebagian permukiman penduduk.

Berdasarkan laporan Tim Reaksi Cepat BPBD Jawa Timur yang diterima Beritainti.com, hingga siang hari masih ada puluhan titik genangan yang tersebar di beberapa kecamatan. Genangan tidak hanya menutupi badan jalan, tetapi juga memasuki area hunian dan ruang publik. Salah satu titik dengan kondisi paling parah adalah di depan kampus STIKOSA-AWS di kawasan Jalan Nginden. Di lokasi ini, genangan yang cukup tinggi memaksa sejumlah kendaraan roda dua dan empat berhenti atau mencari jalur alternatif yang lebih aman.

Kelurahan Gunung Anyar Tambak, Kecamatan Gunung Anyar, juga menjadi perhatian serius. Di wilayah ini, genangan air tergolong tinggi dan mulai mengganggu aktivitas warga. Beberapa warga setempat menyatakan bahwa hujan kali ini sangat deras dan berlangsung lama, menyebabkan saluran drainase tidak mampu menampung limpahan air. Tim BPBD Jatim pun segera dikerahkan ke lokasi-lokasi tersebut dengan membawa peralatan penyedot air portabel.

BPBD Jatim Lakukan Penyedotan di Titik-Titik Kritis

Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, membenarkan kondisi itu kepada Beritainti.com. "Hingga siang ini masih ada genangan di beberapa wilayah Kota Surabaya. Tim BPBD Jatim melakukan upaya penyedotan genangan yang berlokasi di depan kampus STIKOSA-AWS di kawasan Nginden," ujarnya. Ia menambahkan bahwa prioritas penanganan juga menyasar titik lain yang tak kalah kritis. "Tim BPBD Jatim juga melakukan penyedotan di Kelurahan Gunung Anyar Tambak, Kecamatan Gunung Anyar, yang kondisi genangannya cukup tinggi," tambah Gatot.

Selain mengoperasikan pompa penyedot, petugas BPBD bersama relawan juga membersihkan saluran air dari tumpukan sampah yang menyumbat aliran. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat surutnya air, terutama di ruas-ruas jalan utama yang menjadi jalur vital transportasi. Hingga sore hari, proses penyedotan masih terus berlangsung di beberapa titik.

Meskipun tidak ada laporan korban jiwa, banjir kali ini menyebabkan gangguan lalu lintas yang cukup parah. Ruas Jalan Raya Nginden dan Jalan Gunung Anyar dilaporkan mengalami kemacetan panjang akibat kendaraan yang melambat atau berhenti karena genangan. Pihak kepolisian dibantu relawan dikerahkan untuk mengatur arus kendaraan dan mengalihkan pengendara ke rute alternatif. Masyarakat diimbau untuk melewati jalur yang lebih aman dan tidak memaksakan diri melintasi genangan yang terlalu dalam.

BPBD Jatim juga mengeluarkan imbauan resmi kepada warga agar tetap waspada terhadap potensi hujan susulan. Warga diminta untuk mengamankan barang-barang berharga dan dokumen penting ke tempat yang lebih tinggi, serta memantau perkembangan cuaca melalui kanal informasi resmi. Apabila menemukan kondisi darurat, masyarakat diharapkan segera melapor ke posko BPBD terdekat atau nomor layanan darurat yang telah disediakan.

Banjir yang terjadi pada musim hujan kali ini kembali menyoroti pentingnya pembenahan sistem drainase dan penataan ruang di Kota Surabaya. Diharapkan pemerintah kota dapat segera melakukan evaluasi dan mempercepat proyek-proyek infrastruktur yang mampu meminimalkan risiko genangan serupa di masa mendatang. Dengan upaya terpadu antara pemerintah dan masyarakat, potensi dampak banjir dapat ditekan secara signifikan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Reporter Teknologi. Reporter teknologi format ringkasan mudah baca.

Comments (0)

User